Persis Solo Imbang Lawan De Red FC di Manahan, Begini Pembelaan Ricky Nelson

Pelatih Persis Solo, Ricky Nelson pada saat sesi konferensi pers usai pertandingan melawan De Red FC di Stadion Manahan, Solo, Minggu, 11 Oktober 2026. foto: Ofisial Persis Solo
Pelatih Persis Solo, Ricky Nelson pada saat sesi konferensi pers usai pertandingan melawan De Red FC di Stadion Manahan, Solo, Minggu, 11 Oktober 2026. foto: Ofisial Persis Solo

SOLO, Solokini.com–Persis Solo lagi-lagi membuang kesempatan meraih angka penuh di kandang sendiri dalam lanjutan Championship 2026/2027. Tim berjuluk Laskar Sambernyawa hanya mampu berbagi skor 0-0 melawan De Red FC pada pekan kelima di Stadion Manahan, Solo, Minggu, 11 Oktober 2026 sore WIB.

Disaksikan lebih dari seribu pendukungnya, penampilan Persis Solo tak buruk. Turun dengan kekuatan terbaik, termasuk memainkan Wbeymar Angulo, Theo Leeming, hingga playmaker Vico Duarte, Persis mendominasi permainan.

Persis sebenarnya memiliki sejumlah peluang untuk memecah kebuntuan. Namun, penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat kesempatan tersebut terbuang. Gol Andy Harjito menjelang turun minum juga dianulir setelah wasit melakukan pengecekan melalui video assistant referee (VAR)

Hasil imbang ini membuat Persis Solo tercecer di peringkat ke-6 dengan lima poin. Tim kebanggaan Wong Solo ini baru memetik satu kemenangan, dua kali imbang, dan dua kali kalah.

Penyelesaian Akhir yang Lemah

Pelatih Persis Solo, Ricky Nelson mengakui penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah timnya. Padahal, dia menilai anak asuhnya menunjukkan perkembangan dari sisi permainan setelah menjalani serangkaian perbaikan dalam latihan selama sepekan terakhir.

Baca Juga :  Persis Solo Bersaing dengan Persik dan Deltras di League Cup 2026/2027

Menurut Ricky, Persis sebenarnya memiliki peluang untuk mengamankan tiga poin apabila para pemain lebih tenang dalam menyelesaikan serangan. Dia menyayangkan banyaknya kesempatan yang gagal dikonversi menjadi gol, termasuk peluang yang seharusnya bisa membawa tuan rumah unggul.

“Kalau penyelesaian akhir lebih tenang harusnya bisa masuk satu atau dua gol, minimal satu gol kita sudah bisa leading untuk tiga poin. Sangat disayangkan juga gol kami yang dianulir setelah pengecekan VAR.” ungkapnya.

Hanya Karyawan

Tekanan hebat kembali mengarah ke Ricky Nelson. Kegagalan membawwa Persis menang dalam dua laga terakhir, membuat para pendukung setia Laskar Sambernyawa kecewa berat dan menyuarakan agar sang pelatih segera didepak.

Baca Juga :  Tour de Surakarta 2026 Diikuti 600 Pesepeda, Jelajahi Ikon Solo hingga Lereng Lawu

Sebelum ditahan imbang De Red, Persis Solo dipermalukan tamunya Kendal Tornado FC dengan skor 0-2 di Stadion Manahan pekan lalu. Menanggapi desakan tersebut, Ricky memilih menyerahkan keputusan mengenai masa depannya kepada manajemen klub. Menurutnya, reaksi suporter sebagai sesuatu yang lumrah dalam sepak bola, terutama ketika mendapat hasil minor.

“Enggak ada masalah, itu semua wajar dalam sebuah sepak bola ketika semua kecewa mengungkapkan perasaannya demikian. Tetapi saya ini karyawan. Saya punya kontrak dengan Persis dan saya adalah karyawan,” ujar Ricky Nelson.

“Jadi, sebagaimana seorang karyawan, tunggu saja bagaimana manajemen bersikap. Saya kerja buat Persis. Jadi, terserah Persis atau manajemen mau mengambil tindakan seperti apa. Saya mengerjakan saja pekerjaan saya,” imbuhnya.

Selanjutnya, Persis Solo dijadwalkan menantang tuan rumah Deltras Sidoarjo di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Minggu, 18 Oktober 2026 sore WIB.

Berita sebelumyaPersis Solo Bersaing dengan Persik dan Deltras di League Cup 2026/2027