
SOLO, Solokini.com – Sebanyak 1.036 pesilat dari 125 kontingen perguruan anggota Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) unjuk gigi dalam Kejuaraan Pencak Silat Piala Wali Kota Surakarta 2026.
Ajang yang mengusung tema “Pencak Silat Benteng Bangsa Indonesia” ini berlangsung di GOR Indoor Manahan, Solo, Sabtu–Minggu (10–11/10/2026).
Kejuaraan ini diikuti oleh pesilat pelajar tingkat usia dini hingga remaja. Para peserta bertanding di berbagai kategori, mulai dari seni tunggal, beregu, ganda, hingga kategori tanding.
Ketua IPSI Surakarta, Ito Indrayana Rangga Wangi, menyampaikan bahwa ajang ini diharapkan dapat mendongkrak semangat serta prestasi para atlet pencak silat di Kota Solo.
Terlebih lagi, kompetisi ini digelar sebagai pemanasan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 yang akan berlangsung pada 25–31 Oktober mendatang di Semarang Raya.
“Harapannya, khususnya cabang olahraga pencak silat, bisa memenuhi target medali yang telah ditetapkan KONI Surakarta,” ujar Ito seusai pembukaan acara, Sabtu (10/10/2026).
Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kota Solo, Komisi IV DPRD Surakarta, dan seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya ajang ini.
Ito berharap kejuaraan Piala Wali Kota dapat menjadi agenda rutin tahunan demi menjaring bibit-bibit pesilat potensial.
Jalur Prestasi dan Pembentukan Karakter Generasi Muda
Ajang ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Solo, Respati Ardi, yang ditandai dengan pemukulan gong.

Acara pembukaan turut dihadiri oleh Ketua KONI Surakarta Her Suprabu, Ketua Komisi IV DPRD Surakarta Sugeng Riyanto, serta Kepala Dispora Surakarta Rini Kusumandari beserta jajaran.
Dalam sambutannya, Respati Ardi menilai maraknya kompetisi pencak silat menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap seni bela diri tradisional tersebut.
“Maraknya kompetisi pencak silat saat ini menjadikannya idola masyarakat. Harapannya, kejuaraan ini menjadi wadah kompetisi yang sportif,” tutur Respati.
Menurutnya, kejuaraan olahraga seperti ini bukan sekadar jalur meraih prestasi. Melainkan juga sarana positif untuk mengalihkan perhatian anak-anak dan remaja dari penggunaan media sosial secara berlebihan ke aktivitas fisik yang produktif.
“Ini warisan leluhur. Karakter para atlet harus dibentuk dan dibekali dengan keimanan serta ketakwaan,” tegas Wali Kota Solo tersebut.
Antusiasme Tinggi dari Orang Tua
Tak hanya para atlet, dukungan penuh juga mengalir dari para orang tua murid.
Yuda, salah seorang warga Solo, mengaku sangat mendukung putrinya yang sudah lama menantikan kejuaraan ini demi meraih gelar juara.
“Anak perempuan saya sudah menunggu event ini karena ingin juara. Sebagai orang tua, saya mengapresiasi keinginan anak. Setidaknya, mental, karakter, dan fisiknya menjadi lebih baik,” ungkap Yuda.
Melalui sinergi antara pemerintah, pengurus cabang olahraga, dan dukungan orang tua, kejuaraan ini diharapkan dapat melahirkan pesilat-pesilat tangguh yang siap mengharumkan nama Kota Solo di tingkat regional maupun nasional.










