Sampah Solo Menumpuk, Mesin Pengolah Organik Ini Mulai Dites

SOLO, Solokini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mulai menguji teknologi pengolahan sampah organik untuk mengurangi timbunan sampah sejak dari sumbernya. Wali Kota Solo Respati Ardi meninjau langsung uji coba mesin tersebut untuk melihat kemampuan teknologi dalam menangani sampah organik di Pasar Jongke, Rabu 28 Oktober 2026.

Respati mengapresiasi PT Sinar Tanputra Mandiri yang menghadirkan inovasi pengolahan sampah tersebut. Ia menegaskan bahwa Pemkot Solo masih perlu mengamati hasil pengujian sebelum menentukan langkah selanjutnya.

“Jadi ini salah satu upaya untuk mengurangi sampah di hulu. Ini masih trial, dan saya ucapkan terima kasih. Nanti akan kita lihat keefektifannya,” ujarnya.

Respati menjelaskan bahwa sampah organik menjadi salah satu persoalan utama dalam pengelolaan sampah di Solo. Ia menyebut data yang dimilikinya menunjukkan sekitar 70 persen sampah di kota tersebut merupakan sampah organik. Kondisi ini mendorong Pemkot Solo mencari metode yang mampu mengurangi volume sampah sejak awal proses pengelolaan.

Saat meninjau mesin tersebut, Respati melihat teknologi itu mengurai berbagai jenis sampah organik, mulai dari tulang, ceker ayam, hingga sisa potongan sayuran. Ia berharap hasil pengujian dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan mesin dalam menangani sampah yang selama ini menumpuk.

Baca Juga :  Aksi Ibu Hamil 8 Bulan Tuntaskan Ngidam Pegang Kepala Mbah Con

“Dan tadi sudah bisa mengurai sampah-sampah lama khususnya organik. Dan menurut data, mayoritas 70 persen sampah di Solo itu sampah organik. Jadi ini juga jadi salah satu solusi dan tadi melihat ada tulang, ceker, sisa potongan sayuran dan lain-lain bisa terurai dengan baik,” tuturnya.

Meski melihat hasil awal pengolahan, Respati belum memastikan apakah Pemkot Solo akan melanjutkan kerja sama dengan perusahaan tersebut. Ia mengatakan pemerintah akan mengkaji efektivitas teknologi sekaligus menghitung manfaatnya sebelum menerapkan metode serupa di lokasi lain.

“Kita lihat dulu dan pelajari karena tadi disampaikan kita beli layanan. Jadi ada pelayanan untuk pengurai sampah. Nanti kita riset jika berjalan baik akan kita duplikasi,” paparnya.

Respati juga membuka peluang kolaborasi dengan mahasiswa, peneliti, dan pihak lain yang memiliki inovasi di bidang pengelolaan sampah. Ia mempersilakan pihak-pihak tersebut menghubungi Pemkot Solo untuk menawarkan gagasan maupun teknologi yang berpotensi membantu menyelesaikan persoalan sampah.

“Semua riset mahasiswa kalau ada inovasi silakan hubungi kami. Kami terbuka untuk siapapun membantu dalam masalah sampah,” tuturnya.

Baca Juga :  Se.daya.di.surakarta Digelar di Balekambang, Respati Bidik Ekonomi Kreatif Solo

Proses Pengolahan Sampah Organik

Pemilik PT Sinar Tanputra Mandiri, Holy Multi, menjelaskan bahwa mesin tersebut memproses sampah organik melalui pemanasan minimal selama tiga jam. Ia menyebut teknologi itu tidak menggunakan metode pembakaran, tidak menghasilkan air lindi, dan tidak memanfaatkan mikroba. Menurut Holy, proses tersebut juga mempertahankan kandungan lemak, karbohidrat, dan protein dalam material yang diolah.

Holy mengatakan mesin itu memiliki rentang kapasitas pengolahan mulai dari 100 kilogram hingga 200 ton per hari. Namun, kemampuan pengolahan bergantung pada kadar air dalam sampah organik yang masuk ke mesin. Ia menyebut hasil proses tersebut berpotensi dimanfaatkan sebagai pakan ternak, bahan pupuk, dan biomassa.

“Hasilnya bagus untuk pakan ternak, fertilizer di atas kompos. Dan bagus juga untuk biomas,” katanya.

Holy berharap perusahaannya dapat membantu Pemkot Solo menangani sampah melalui layanan terpadu. Perusahaan menawarkan proses pengangkutan sekaligus pengolahan sampah, kemudian mengembalikan hasil olahannya kepada Pemkot Solo agar dapat dimanfaatkan lebih lanjut. Ia berharap skema tersebut dapat mendukung upaya pemerintah mengurangi timbunan sampah di Kota Bengawan.

 

Berita sebelumyaMisi Persis Solo Putus Tren Puasa Kemenangan di Kandang Barito