
SOLO, Solokini.com – Wali Kota Solo Respati Ardi ingin menjadikan seni dan budaya sebagai kekuatan ekonomi Kota Bengawan melalui Pekan Se.daya.di.surakarta 2026. Event ini akan berlangsung di Taman Balekambang pada 1–7 November 2026 dengan menghadirkan tujuh program utama, yaitu wellness, pasar, pagelaran, lokakarya, pameran, boga, dan forum.
Respati mengatakan, Pekan Se.daya.di.surakarta menjadi salah satu upaya untuk mendukung visi Solo Wellness City 2030. Melalui kegiatan ini, Pemkot Solo ingin mempertemukan pelaku seni, budaya, dan ekonomi kreatif agar mereka bisa berkolaborasi serta mengembangkan potensi lokal.
“Pekan Se.daya.di.surakarta ini memang sebetulnya IP baru yang dibuat teman-teman di mana kita mempunyai visi Kita Solo sebagai Wellness City 2030. Ini menjadi salah satu kegiatan untuk menggabungkan potensi teman-teman pelaku ekonomi kreatif,” ujar Respati saat jumpa pers di Museum Radya Pustaka, Minggu, 25 Oktober 2026.
Respati berharap kegiatan selama tujuh hari ini mampu menggerakkan ekonomi masyarakat. Ia optimistis kehadiran pengunjung akan meningkatkan aktivitas UMKM, hotel, usaha kuliner, dan sektor pariwisata lainnya. Pemkot Solo juga siap memfasilitasi pengembangan ekosistem ekonomi kreatif agar Se.daya.di.surakarta bisa tumbuh menjadi agenda unggulan seperti Suaraga.
Respati juga melihat momentum Daup Ageng Mangkunegaran sebagai peluang untuk mempromosikan pariwisata Solo. Kehadiran tamu dan pengunjung dalam agenda tersebut diharapkan ikut meningkatkan kunjungan ke berbagai destinasi serta menggerakkan usaha lokal.
Untuk mewujudkan visi Wellness City 2030, Respati menyiapkan tiga ekosistem utama, yakni layanan kesehatan dan kebugaran, perawatan, serta makanan sehat. Pemkot Solo telah bekerja sama dengan sekolah vokasi UNS untuk mengembangkan bidang wellness. Respati berharap sektor ini mampu membuka lapangan kerja baru sekaligus memperkuat ekonomi pariwisata Solo.











