Beksan Reksabumi dan 1.300 Bibit Tanaman, Pesan Hijau dari Kirab Jagalan

RW 11 Kelurahan Jagalan menampilkan Beksan Reksabumi dalam kirab Hajatan Ageng Jagalan, Minggu 11 Oktober 2026. Dalam kirab itu RW 11 juga memberikan 1.300 bibit tanaman kepada penonton. foto: Istimewa
RW 11 Kelurahan Jagalan menampilkan Beksan Reksabumi dalam kirab Hajatan Ageng Jagalan, Minggu 11 Oktober 2026. Dalam kirab itu RW 11 juga memberikan 1.300 bibit tanaman kepada penonton. foto: Istimewa

SOLO, Solokini.com-Suasana karnaval yang hingar-bingar seketika berubah khidmat. Musik rancak berganti kidung bernuansa mistis mengiringi Beksan (tarian) Reksabumi yang ditampilkan RW 11 Kelurahan Jagalan.

Salah satu panitia RW 11, Daru Kurniawan mengatakan tarian ini menceritakan ritual menyapu sukerta atau kotoran batin sebagai simbol membersihkan diri dan lingkungan serta selalu memohon perlindungan Tuhan.

“Kotoran dilambangkan dengan anak-anak memakai kostum dari karung dan sampah plastik yang kemudian disapu atau dibersihkan oleh ibu-ibu tadi,” kata Daru di sela kirab Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) yang digelar Minggu, 11 Oktober 2026.

Tarian ditutup dengan pembagian bibit tanaman kepada tamu undangan di panggung kehormatan di depan Kantor Kelurahan Jagalan. Pembagian juga menyasar para penonton di depan panggung.

Baca Juga :  SIPA & IMF Solo Perluas Jaringan Global di BPAM 2026 Korea
RW 11 Kelurahan Jagalan menampilkan Beksan Reksabumi dalam kirab Hajatan Ageng Jagalan, Minggu 11 Oktober 2026. Dalam kirab itu RW 11 juga memberikan 1.300 bibit tanaman kepada penonton. foto: Istimewa
RW 11 Kelurahan Jagalan menampilkan Beksan Reksabumi dalam kirab Hajatan Ageng Jagalan, Minggu 11 Oktober 2026. Dalam kirab itu RW 11 juga memberikan 1.300 bibit tanaman kepada penonton. foto: Istimewa

Pembangian 1.300 Bibit Tanaman

Usai menampilkan tarian, rombongan dari RW 11 lalu bergerak mengikuti rute kirab. Mereka membagikan 1.300 bibit tanaman kepada para penonton kirab di sepanjang rute. Selain bibit, warga juga mendapat pupuk organik cair (POC).

“Kita ingin agar ada aksi konkrit yang lahir dari kirab HAJ ini. Jadi setelah pulang dari menonton kirab ini, ada yang langsung bisa dilakukan warga,” kata Daru.

Salah satu warga RW 03 Kelurahan Jagalan, Joko Thengkleng mengapresiasi pembagian bibit dari kirab HAJ. Menurutnya, aksi tersebut membawa hal baru dari gelaran kirab di tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Hari Kesehatan Mental, Warga Griya Peduli PMI Surakarta Jalan Sehat

“Yang kemarin-kemarin kan selesai kirab, sudah tidak ada apa-apa lagi. Nah sekarang, pulang dari nonton kirab kita bisa ikut menjaga lingkungan dengan menanam bibit,” kata Joko.

Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) merupakan gelaran tahunan yang digelar Kelurahan Jagalan. Tahun 2026 ini, HAJ mengusung tema Memayu Jagalan, Memayu Bawana. Tema tersebut dipilih mengingat meningkatnya bencana alam akibat kerusakan lingkungan.

Berita sebelumyaPersis Solo Imbang Lawan De Red FC, Ini Pembelaan Ricky Nelson