
SOLO, Solokini.com-Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi menggandeng Tokopedia dan TikTok Shop sebagai mitra platform digital pertama yang menjajakan jajaran produk UMKM terkurasi dalam program “Pilihan BuSan”.
Apresiasi tinggi disampaikan langsung oleh Menteri Perdagangan, Budi Santoso, atas ketersediaan etalase khusus tersebut. Ia menjelaskan bahwa produk yang berhak masuk ke dalam kategori ini telah melalui proses seleksi ketat demi menjamin mutu barang.
“BuSan ini singkatan Budi Santoso. Jadi produk UMKM dikurasi secara selektif, benar-benar kualitasnya bagus. Nanti kami pajang di ruang tamu saya. Jadi semua bisa melihat. Kalau ada tamu dari mana saja, dari dalam negeri, dari luar negeri,” kata Mendag Budi dalam perayaan kolaborasi #BeliLokal di Solo, Senin (21/9).
Budi menambahkan, fasilitasi bagi UMKM Pilihan BuSan tak berhenti di ranah digital semata. Pihaknya konsisten membawa produk-produk unggulan ini ke pameran tahunan Trade Expo Indonesia, pasar ekspor, hingga menembus jaringan ritel modern seperti supermarket.
“Sudah banyak juga produk Pilihan BuSan yang masuk ke supermarket. Nah, sekarang baru pertama kali dengan Tokopedia. Jadi kalau sudah masuk produk Pilihan BuSan, berarti produk UMKM tersebut sudah ada di Tokopedia dan Tiktok Shop. Sekali lagi terima kasih,” tutur Budi.

Akses dan Visibilitas Produk UMKM
Executive Director Tokopedia & TikTok Shop Indonesia, Stephanie Susilo, menyambut baik kepercayaan yang diberikan oleh Kemendag. Pihaknya berkomitmen memperluas jangkauan dan daya saing UMKM lokal lewat ekosistem perdagangan digital yang aman.
“Ini sejalan dengan upaya Kementerian Perdagangan dalam memperkuat tata kelola perdagangan digital yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus meningkatkan perlindungan konsumen, serta daya saing produk lokal,” ujar Stephanie
Ia melanjutkan, fokus kolaborasi Beli Lokal dan Pilihan BuSan kini tidak lagi sekadar mendigitalisasi pelaku usaha, melainkan mendorong kapasitas produksi serta perluasan akses pasar penjual terpercaya.
“Melalui muatan kapasitas serta perluasan pasar. Melalui kolaborasi Beli Lokal dan Pilihan BuSan, kami memberikan akses dan visibilitas yang lebih luas kepada penjual lokal terkurasi. Sehingga makin banyak konsumen, dapat menemukan produk berkualitas dan dari penjual terpercaya dari berbagai kategori,” jelasnya.
Acara tersebut turut dihadiri Wali Kota Surakarta, Respati Ardi. Ia mendorong para pelaku UMKM Solo untuk menerapkan strategi upselling dengan memanfaatkan kekuatan narasi dan peningkatkan mutu produk.
“Mulai beranilah berjualan mahal. Dengan meningkatkan kualitas, kuantitas ditekan. Maka konsep 80:20 ini menjadi nyata. Contohnya, sesuatu hal yang biasa ketika dinarasikan, di konten yang menarik, punya nilai jual lebih, harganya bisa jadi mahal,” pungkas Respati.












