
Wali Kota Solo, Respati Ardi, mengatakan pemerintah tengah menyiapkan sejumlah pilihan pekerjaan bagi jukir yang bersedia meninggalkan profesi lamanya. Ada tiga bidang yang ditawarkan, yakni petugas kebersihan, pengemudi atau driver, serta tenaga keamanan seperti satpam.
Pemkot Solo nantinya akan menghubungkan para jukir dengan peluang pekerjaan tersebut melalui Rumah Siap Kerja Bersama yang berada di bawah koordinasi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Solo.
“Tiga alih profesi untuk mengurangi jumlah jukir. Sesegera mungkin ini kita optimalkan,” kata Respati di Solo, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.
Respati menjelaskan kesempatan mengikuti program tersebut terbuka bagi seluruh jukir yang terdata. Pemkot tidak akan membatasi calon peserta berdasarkan kategori desil atau tingkat kesejahteraan ekonomi tertentu.
Pembiayaan Alih Profesi Tukang Parkir
Untuk mendukung pelaksanaannya, pemerintah juga sedang menyusun skema pembiayaan yang melibatkan sejumlah pihak. Dengan demikian, sumber pendanaan untuk pembayaran gaji pekerja tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Semua umum ajalah. Nanti kita fasilitasi. Itu nanti tidak hanya dari APBD (pembayaran gaji), ada pembiayaan pihak ketiga dan lain-lain,” ungkap Respati.
Target pengurangan hingga separuh jumlah jukir tersebut diharapkan dapat membantu menata kembali sistem perparkiran di Solo. Meski demikian, Respati menyebut angka 50 persen masih menjadi target yang ingin diupayakan pemerintah.
“Kalau bisa sampai berkurang 50 persenlah. Kalau bisa,” tambahnya.
Seperti diketahui, terdapat sekitar 1.350 jukir resmi yang tersebar di berbagai lokasi parkir di Solo. Mereka berada di bawah pengelolaan sekitar 350 pengelola parkir.












