
SOLO, Solokini.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Lawu, tepatnya di Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, kini menyisakan satu titik api pada Senin, 26 Oktober 2026
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau posko bersama penanganan karhutla Gunung Lawu di kawasan Sakura Hills, Tawangmangu. Dalam kunjungan tersebut, ia meminta tim tetap memantau titik api yang tersisa agar kebakaran tidak meluas kembali. “Hari ini alhamdulillah tinggal satu titik api,” kata Ahmad Luthfi seusai rapat koordinasi penanganan Karhutla Gunung Lawu, Senin 26 Oktober 2026.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga akan memberikan dukungan sarana dan prasarana untuk membantu penanganan kebakaran. Dukungan tersebut mencakup peralatan pemadam, alat pelindung diri, serta drone untuk memantau kondisi kawasan terdampak, termasuk di posko relawan penanganan kebakaran.
Luthfi menyampaikan bantuan logistik kepada relawan dan masyarakat yang terlibat dalam pemadaman karhutla. Bantuan tersebut meliputi beras 105 kilogram, gula pasir 24 kilogram, kopi bubuk 240 sachet, mi instan 400 bungkus, minyak goreng 12 liter, teh celup 50 pak, sarden 50 kaleng, kecap 48 botol, saus 48 botol, air mineral 120 botol, serta berbagai jenis obat-obatan.
Kebakaran yang pertama kali diketahui pada 15 Oktober 2026 itu telah melahap sekitar 855 hektare lahan hingga Sabtu (24/10/2026). Setelah api berhasil dikendalikan, Ahmad Luthfi meminta pemetaan kawasan terdampak sebagai dasar pencegahan kebakaran dan penghijauan kembali.
Pemantauan karhutla dilakukan di empat posko, yakni Posko Induk Gondosuli, Pos Aju Cemoro Kandang, Pos Aju Tambak di Desa Berjo, dan Pos Aju Cetho di Desa Gumeng. Ratusan relawan juga dikerahkan untuk menyisir kawasan terdampak sekaligus bersiaga memantau perkembangan kebakaran.












