Solokini.com, Solo — Museum Keraton Solo ditutup sementara selama empat bulan seiring dimulainya proyek revitalisasi di 13 titik kawasan Keraton Surakarta Hadiningrat. Penutupan museum ini dilakukan guna mendukung kelancaran proses konservasi dan perbaikan bangunan yang ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Pencabutan sementara aktivitas wisatawan di area museum dilakukan agar proses perbaikan dan konservasi dapat berjalan maksimal. PB XIV Hangabehi mengonfirmasi bahwa selama masa pengerjaan, hanya tim teknis yang diperbolehkan beraktivitas di lokasi.
“Selama masa revitalisasi, seluruh aktivitas di area museum akan dihentikan dan hanya tim dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) yang diperbolehkan bekerja di lokasi. Setelah selesai baru kita buka kembali,” ujar PB XIV Hangabehi, Selasa (21/7/2026).
Proyek revitalisasi ini ditargetkan selesai sepenuhnya pada Desember 2026, dengan Museum Keraton Solo sebagai fokus utama pengerjaan awal. Selain renovasi fisik bangunan, seluruh benda dan koleksi bersejarah milik keraton akan melalui proses konservasi, pendataan, serta inventarisasi ulang sesuai standar pelestarian cagar budaya.
Tak hanya museum dan penataan kawasan tamannya, program pembenahan bertahap ini juga menyasar 12 titik penting lainnya. Antara lain Pagelaran, Sitinggil, Kasentanan, Panti Pidono, Keraton Kilen, Keputren, hingga Ndalem Ageng.
Melalui revitalisasi ini, kawasan Keraton Solo tidak hanya disiapkan sebagai destinasi wisata sejarah yang lebih tertata, tetapi juga diproyeksikan menjadi ruang pertunjukan budaya dan pusat aktivitas masyarakat.
Tim BPK dijadwalkan mulai turun langsung ke lapangan untuk mengecek lokasi fisik pada Kamis mendatang.














