Solokini.com — Jika kamu sedang berkendara melintasi jalanan Kota Surakarta (Solo), ada satu pemandangan yang cukup menggelitik: banyaknya separator jalan di Solo.
Mulai dari pembatas jalan beton kokoh di tengah koridor utama hingga water barrier plastik berwarna oranye di berbagai sudut kota. Penataan lalu lintas Solo yang masif ini kerap membuat para pengguna jalan penasaran.
Alasan Banyak Separator Jalan di Solo
Mengapa Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta begitu gencar memasang pembatas-pembatas jalan tersebut? Ternyata, ada beberapa alasan krusial di balik kebijakan manajemen lalu lintas ini, di antaranya:
- Memangkas Titik Putar Balik Liar
Kota Solo dikenal dengan dinamika jalannya yang hidup, penuh dengan pertokoan, kawasan kuliner, dan gang pemukiman di tiap sisinya. Berdasarkan evaluasi dari Dishub Kota Surakarta, ketiadaan pemisah jalan kerap memicu kebiasaan buruk pengendara yang memotong jalur atau memutar balik (U-turn) secara sembarangan. Pemasangan separator ini dinilai efektif menutup celah-celah tersebut dan mengarahkan kendaraan untuk berputar balik hanya di titik yang aman.
- Meminimalisir Risiko Kecelakaan Fatal
Lalu lintas Solo tidak hanya melayani warganya sendiri, tetapi juga merupakan urat nadi wilayah aglomerasi Solo Raya. Dengan volume kendaraan yang sangat padat dan kecepatan berkendara yang beragam, risiko kecelakaan dari arah berlawanan (head-on collision) cukup tinggi. Dalam berbagai imbauan keselamatan berkendara, Polresta Surakarta menekankan pentingnya pembatas fisik ini untuk mencegah kendaraan yang menyalip melambung jauh ke jalur berlawanan.
- Merespons Proyek Pembangunan & Rekayasa Lalu Lintas
Dalam beberapa tahun terakhir, Solo terbilang sangat aktif melakukan pembenahan infrastruktur skala besar, mulai dari penataan kawasan Viaduk Gilingan, pembangunan Overpass Palang Joglo, hingga penataan koridor wisata. Sebagaimana dipublikasikan dalam portal Pemerintah Kota Surakarta, Dishub Solo kerap menerapkan rekayasa lalu lintas sementara menggunakan road barrier plastik agar kendaraan tetap terarah dan tidak menumpuk di satu titik kemacetan selama proyek berlangsung.
- Mengurai Kemacetan akibat Konflik Arus
Di ruas-ruas jalan yang penuh aktivitas pertokoan dan kuliner, seperti kawasan Ngarsopuro, Jalan Gatot Subroto, hingga Jalan Slamet Riyadi, kendaraan yang keluar-masuk atau berpindah jalur seenaknya sering menjadi penyebab utama kemacetan berantai. Merujuk pada data evaluasi manajemen lalu lintas yang dirilis Pemkot Solo, separator membantu membagi arus menjadi lebih tertib, termasuk memisahkan lajur khusus transportasi publik seperti Batik Solo Trans (BST) dan jalur lambat bagi pengguna jalan lainnya.
Bagaimana menurutmu?
Pemasangan separator oleh Pemkot Solo melalui Dishub Solo bukan sekadar hiasan atau pembatas biasa. Kendati terkadang membuat pengendara harus memutar sedikit lebih jauh, Pemkot menilai langkah ini terbukti menjadi kunci utama dalam memelihara ketertiban, kelancaran, dan keselamatan di jalanan Kota Solo.
Sebagai pengendara, apakah menurutmu banyaknya separator di Solo efektif untuk kelancaran lalu lintas atau justru menghambat?














