SOLO, Solokini.com — Kebutuhan finansial masyarakat modern kini semakin dinamis dan beragam. Perencanaan keuangan tidak lagi sekadar berfokus pada pemenuhan konsumsi harian, melainkan sudah merambah pada aspek spiritual. Seperti perjalanan ibadah, kepemilikan aset properti dan kendaraan, hingga instrumen lindung nilai jangka panjang seperti emas.
Menangkap tren tersebut, PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) memperkuat komitmennya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui perluasan portofolio pembiayaan konsumer. Beragam produk unggulan disiapkan secara komprehensif, mulai dari pembiayaan multijasa, termasuk porsi khusus untuk perjalanan umrah, hingga kepemilikan emas, Kredit Pemilikan Rumah (KPR iB), dan pembiayaan kendaraan bermotor (KKB iB).
Pertumbuhan Kinerja Pembiayaan Konsumer yang Solid
Berdasarkan catatan kinerja hingga Agustus 2026, lini bisnis konsumer BCA Syariah menunjukkan tren positif dan pertumbuhan yang signifikan di berbagai sektor. Hal ini membuktikan tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap produk perbankan berprinsip syariah. Berikut rinciannya:
- Pembiayaan Emas iB mencatatkan lonjakan paling tinggi, yakni tumbuh 81,76 persen secara tahunan hingga mencapai posisi Rp598 miliar.
- Pembiayaan Rumah KPR iB tumbuh 24,17 persen dengan total pembiayaan menyentuh angka Rp1.784 miliar.
- Pembiayaan Kendaraan Bermotor (KKB iB) mengalami kenaikan sebesar 32,59 persen hingga membukukan nilai Rp78 miliar.
Kepala Satuan Kerja Bisnis Ritel dan Konsumer BCA Syariah, Bukit Mas Siahaan, menjelaskan bahwa pembiayaan umroh menjadi salah satu pilar layanan andalan yang dirancang untuk memudahkan masyarakat merealisasikan niat suci beribadah ke Tanah Suci. Selain itu, BCA Syariah juga menghadirkan fleksibilitas melalui pembiayaan multijasa yang dapat dimanfaatkan untuk beragam keperluan penting lainnya, termasuk pembiayaan program bayi tabung.
Melalui produk KPR iB, anak usaha PT Bank Central Asia Tbk (BCA) ini juga memberikan kemudahan kepemilikan hunian lewat skema akad yang sesuai syariat seperti Murabahah, Musyarakah Mutanaqishah (MMQ), maupun Ijarah Muntahiya Bit Tamlik (IMBT). Fasilitas ini menawarkan kepastian angsuran dengan tenor panjang hingga 20 tahun serta kemudahan cicilan biaya proses KPR secara ringan.
Strategi Perluasan Investasi Emas: Minimum Pembiayaan Lebih Terjangkau
Emas tetap menjadi primadona dan instrumen pilihan utama masyarakat sebagai aset lindung nilai (safe haven) sekaligus investasi jangka panjang yang aman dari gejolak inflasi. Direktur BCA Syariah, Pranata, menyampaikan bahwa guna mendongkrak inklusivitas serta memperluas akses kepemilikan logam mulia bagi masyarakat luas, perseroan mengambil langkah strategis dengan menurunkan batas minimum pembiayaan emas.
“Jika sebelumnya minimum pembiayaan emas ditetapkan sebesar 10 gram, kini BCA Syariah menurunkannya menjadi 5 gram,” ujar Pranata.
Langkah taktis ini diiringi pula dengan perluasan variasi produk logam mulia yang dapat dibiayai. Apabila sebelumnya nasabah terbatas pada produk Antam saja, kini BCA Syariah turut membuka pilihan pembiayaan untuk produk logam mulia dari Galeri 24 dan Hartadinata.
Kemudahan tersebut semakin lengkap dengan pemanfaatan teknologi digital. Pengajuan pembiayaan emas kini dapat dilakukan secara praktis kapan saja dan di mana saja melalui fitur Emas iB di dalam aplikasi mobile banking BSya by BCA Syariah.
Optimisme Industri Keuangan Syariah Nasional
Strategi ekspansi yang digencarkan oleh BCA Syariah selaras dengan tren positif pertumbuhan industri keuangan syariah di tanah air.
Anggota Komite Pengembangan Keuangan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Masyita, memaparkan bahwa total aset keuangan syariah nasional berhasil mencapai Rp3.264 triliun per Juni 2026, yang mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 9,82 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Kendati demikian, pangsa pasar (market share) keuangan syariah secara nasional masih berada di angka 11,24 persen. Dian menilai bahwa tantangan sekaligus peluang ini harus dijawab melalui penguatan faktor-faktor penunjang utama, seperti:
- Kemudahan akses layanan keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat.
- Relevansi produk yang benar-benar menjawab kebutuhan riil konsumen.
- Peningkatan daya saing institusi keuangan syariah.
- Kepatuhan mutlak terhadap prinsip-prinsip syariah.
Digitalisasi perbankan dipandang sebagai kunci utama untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Melalui optimalisasi aplikasi mobile banking BSya, BCA Syariah secara konsisten berupaya meruntuhkan hambatan geografis agar masyarakat semakin mudah mengakses ragam layanan perbankan dan pembiayaan syariah yang aman, transparan, dan efisien.
Bijak Mengelola Keuangan dan Memilih Pembiayaan
Di tengah semakin banyaknya variasi produk dan kemudahan penawaran pembiayaan yang tersedia, masyarakat diimbau untuk tetap bersikap bijak. Perencanaan finansial yang matang harus selalu dikedepankan agar pembiayaan yang diambil benar-benar memberikan maslahat jangka panjang.
Masyarakat disarankan untuk selalu memperhatikan beberapa prinsip penting sebelum mengambil fasilitas pembiayaan, yakni:
- Sesuaikan dengan tujuan keuangan: Pastikan jenis pembiayaan yang dipilih selaras dengan skala prioritas kebutuhan, baik itu untuk kebutuhan mendesak, kepemilikan aset produktif, maupun investasi jangka panjang.
- Pahami akad yang digunakan: Kenali dengan baik jenis akad syariah yang mendasari produk pembiayaan (seperti Murabahah, Ijarah, atau Musyarakah Mutanaqishah) agar transaksinya sesuai dengan prinsip syariat Islam.
- Ukur kemampuan membayar: Lakukan kalkulasi secara objektif terhadap proyeksi arus kas bulanan guna memastikan kapasitas finansial dalam melunasi cicilan hingga tuntas tanpa mengganggu kebutuhan pokok harian.
Dengan menerapkan pendekatan yang terencana dan berbasis syariah, produk pembiayaan konsumer tidak hanya berfungsi sebagai solusi instan untuk memenuhi kebutuhan masa kini, tetapi juga menjadi fondasi kokoh dalam membangun kemandirian dan kestabilan perencanaan keuangan jangka panjang.












