Pentas Gagaku Kekaisaran Jepang di Keraton Surakarta, Pererat Diplomasi Budaya

Pagelaran seni tradisi agung bertajuk "Gagaku: Japanese Heritage to the Future" oleh Asosiasi Pertukaran Internasional Musik Jepang di Keraton Surakarta Hadiningrat, Selasa (8/9/2026) malam.

SOLO, Solokini.com – Keraton Surakarta Hadiningrat kembali mempererat hubungan diplomasi budaya internasional melalui pergelaran seni tradisi agung bertajuk “Gagaku: Japanese Heritage to the Future”, Selasa malam (8/9/2026).

Pertunjukan musik dan tarian istana kuno Kekaisaran Jepang yang telah berusia lebih dari satu milenium tersebut diselenggarakan secara khidmat di Sasana Sewaka sebagai bagian dari rangkaian Tur Gagaku di Indonesia pada 4–11 September 2026.

Diplomasi budaya antara Keraton Surakarta dan Kekaisaran Jepang memiliki rekam jejak yang panjang.

Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta Hadiningrat, Dra. G.K.R. Wandansari, M.Pd. (Gusti Moeng), menyampaikan bahwa hubungan kesenian secara langsung telah terjalin erat sejak 1984 melalui pertukaran misi budaya yang intensif.

“Hubungan ini sudah berlangsung sejak 1984. Kami rutin saling mengirim misi kesenian,” ujar Gusti Moeng.

Ia menambahkan bahwa dukungan akademis dari pakar studi Indonesia di Jepang, almarhum Prof. Fumio Tamura (Tenri University & Fukuoka), turut mengantarkan Keraton Surakarta, di bawah naungan Sri Susuhunan Pakubuwana XII, meraih penghargaan internasional bergengsi Fukuoka Prize yang disaksikan langsung oleh kerabat Kekaisaran Jepang.

Baca Juga :  Imigrasi Surakarta Layani 2.352 Paspor Jemaah Haji Solo Raya 2027
Asosiasi Pertukaran Internasional Musik Jepang bersama Paku Buwono XIV Hangabehi di Keraton Surakarta Hadiningrat, Selasa (8/9/2026) malam.

Sebagai bentuk keberlanjutan tradisi tersebut, Keraton Surakarta juga telah mengirimkan delegasi seniman muda dan perias trah keraton untuk tampil di Jepang pada November lalu. 

Keraton Surakarta menyuguhkan Tari Beksan Bandayudha (Bondan Yosodo) sebagai balasan penghormatan pada pentas kali ini. Tarian klasik karya Sri Susuhunan Pakubuwana IV ini terinspirasi dari Beksan Lawung Ageng mahakarya Sultan Agung Mataram.

Rangkaian pertunjukan Gagaku di Sasana Sewaka diawali dengan pengenalan sejarah dan instrumen musik istana, pertunjukan musik instrumental Kangen (Hyōjō no chōshi, Etenraku, Bairo, Ōshikichō no netori), serta ditutup dengan tarian sakral Bugaku bertajuk Ryō-ō.

Baca Juga :  PMI Surakarta Bagi Masker & Tetes Mata Dampak Kebakaran TPA Putri Cempo

Setelah tampil di Surakarta, rombongan kesenian Kekaisaran Jepang tersebut dijadwalkan melanjutkan pergelaran budaya di Yogyakarta pada 9 September 2026.

Berikut Susunan Penyelenggara & Pendukung Acara Tur Gagaku Jepang:

  • Penyelenggara Utama: Asosiasi Pertukaran Internasional Musik Jepang (The Association for International Exchange of Japanese Music)
  • Penyelenggara Bersama: Bumi Purnati Indonesia, Keraton Surakarta Hadiningrat, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Pusat Studi Musik Asia ISI Surakarta, dan ISI Yogyakarta.
  • Tim Produksi Panggung: Haruko Komoda (Direktur Asosiasi), Mizue Omori (Koordinator Umum), dan Toshihiro Isei (Manajer Panggung).
  • Dukungan Resmi: Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo, Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, The Japan Foundation, serta Japan Creator Support Fund.
  • Pendukung Ahli: Dr. Saptono, S.Kar., M.Hum. dan Fumiko Tamura.
Berita sebelumyaAksi Hijau Kodim 0735/Surakarta: Tanam Pohon Buah di Kampung Sewu
Berita berikutnyaPMI Solo Luncurkan TLA MT-8000 untuk Uji Darah Cepat Pertama di Indonesia