SOLO, Solokini.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta (Solo) menyaksikan langsung pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan se-Kota Surakarta di Rumah Dinas Wali Kota Solo, Loji Gandrung, Selasa (8/9/2026).
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, serta Ketua PMI Kota Surakarta, Sumartono Hadinoto. Kehadiran pengurus di tingkat kecamatan ini diharapkan dapat mendekatkan pelayanan kemanusiaan dan meningkatkan kesiapsiagaan bencana secara lebih responsif hingga ke tingkat basis.
Fokus Pelayanan Cepat dan Pengembangan Relawan
Ketua PMI Surakarta, Sumartono Hadinoto, menegaskan pentingnya struktur PMI di tingkat kecamatan untuk menjamin pelayanan kepalangmerahan yang mutakhir, profesional, dan tepat sasaran.
Menurutnya, keberadaan pengurus kecamatan ini membawa empat tujuan utama, yakni:
- Jangkauan Cepat: Memastikan pelayanan kemanusiaan dapat menjangkau masyarakat secara efektif.
- Program Lokal: Menjalankan program donor darah, kesehatan, serta kesiapsiagaan bencana yang sesuai dengan kebutuhan lokal secara berkelanjutan.
- Kesiapan Relawan: Menggembleng relawan di tingkat kecamatan hingga kelurahan agar siap menjadi garda terdepan aksi kemanusiaan.
- Sinergi Kewilayahan: Mempererat kolaborasi bersama pemerintah kecamatan, dunia usaha, dan komunitas lokal demi memperkuat solidaritas sosial.
“PMI Kota Surakarta tidak dapat bekerja sendiri. Kekuatan kita ada pada jaringan yang solid hingga ke bawah,” ujar Sumartono dalam sambutannya, Selasa (8/9/2026).
“Sebagaimana pesan Mas Wali, jika kita sudah berkomitmen, ikhlas, dan berniat baik membantu kegiatan sosial, hasilnya harus nyata berdampak bagi masyarakat Kota Surakarta,” imbuhnya.
Wali Kota Solo Dorong Program Preventif dan Kurikulum Kemanusiaan di Sekolah
Sementara itu, Wali Kota Solo Respati Achmad Ardianto mengapresiasi konsistensi PMI Solo dalam membantu Pemkot Solo, terutama pada penanganan status tanggap bencana dan pengelolaan isu lingkungan.
Menanggapi tantangan kebencanaan serta dinamika sosial saat ini, Wali Kota mendorong PMI tidak hanya fokus pada tindakan tanggap darurat seperti pasokan darah dan kebencanaan, melainkan juga memperkuat program preventif dan edukasi gaya hidup sehat.
Respati Ardi juga menyoroti pentingnya keikhlasan dan wawasan kesemestaan dalam menjaga lingkungan. Ia mencontohkan kondisi pembenahan masalah penumpukan gas metana di TPA Putri Cempo sebagai pengingat bersama agar masyarakat memulainya dari pemilahan sampah rumah tangga.
Guna membangun karakter generasi muda (Gen Alpha), Pemkot Solo berencana menggandeng PMI untuk masuk ke sekolah-sekolah SD dan SMP melalui penambahan materi muatan kurikulum yang mencakup tiga pilar utama:
- Mata Pelajaran Tambahan Life Skills: Pengajaran keterampilan dasar hidup sehari-hari seperti melipat baju, mengikat tali sepatu, dan mencuci piring untuk membentuk kedisiplinan sejak dini.
- Etika Berkendara dan Lalu Lintas: Edukasi adab dan ketertiban di jalan raya yang diadopsi dari model pendidikan negara maju.
- Penerapan 7 Prinsip PMI (Kemanusiaan dan Budi Pekerti): Menginternalisasikan nilai-nilai kemanusiaan, adab, tepa slira (tenggang rasa), serta mitigasi dasar kebencanaan tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras, maupun kelompok.
“PMI berfokus pada kemanusiaan. Dalam kurikulum baru yang sedang dirapatkan bersama Dinas Pendidikan ini, saya berharap PMI ikut andil masuk ke SD dan SMP untuk mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan dan keadaban kepada anak-anak kita,” pungkas Respati usai acara.












