
SOLO, Solokini.com — Bagi para foodies dan pencinta jelajah kuliner nusantara, Kota Solo atau Surakarta selalu punya cara unik untuk memanjakan lidah. Kota yang kaya akan warisan sejarah ini tak pernah kehabisan ide dalam menyajikan hidangan tradisional dengan sentuhan baru.
Kali ini, kabar gembira datang dari dunia hospitality dan gastronomi lokal. The Sunan Hotel Solo secara resmi meluncurkan kreasi kuliner terbarunya yang menggugah selera, Tengkleng Bakar Bambu.
Kreasi ini menghadirkan sajian khas Solo dalam pengalaman kuliner (culinary experience) yang berbeda. Olahan tengkleng yang terkenal gurih dan kaya rempah dipadu dengan teknik memasak serta penyajian interaktif yang siap memikat para pecinta hidangan kambing.
Sensasi Unik Memasak dan Menyajikan Tengkleng dalam Bambu
Tengkleng secara tradisional dikenal sebagai olahan tulang dan daging kambing berkuah gurih dengan bumbu rempah yang meresap hingga ke serat terdalam.
Namun, The Sunan Hotel Solo memberikan sentuhan diferensiasi yang sangat memikat. Dalam varian Tengkleng Bakar Bambu, hidangan dimasukkan ke dalam bilah bambu pilihan sebelum melewati proses pembakaran.
Proses pemanggangan di dalam bambu ini menghasilkan perpaduan aroma yang memikat. Aroma khas bambu yang terbakar menyatu secara alami dengan karakter kuat rempah-rempah nusantara, menciptakan sensasi smoky (bakaran) yang memperkaya cita rasa daging.
Tak hanya berhenti pada proses memasaknya, pengalaman visual saat penyajian juga menjadi daya tarik utama bagi para foodies.
Setelah matang sempurna, tengkleng dituangkan secara langsung dari batang bambu ke dalam mangkuk tepat di hadapan para tamu. Momen penuangan ini memancarkan uap hangat beraroma rempah dan asap bambu yang kental, menciptakan daya tarik sensorik yang menggugah selera sebelum suapan pertama.
Inovasi penyajian interaktif ini merupakan langkah kreatif hotel bintang lima ini untuk mengemas warisan kuliner tradisional agar tetap atraktif, estetik, dan relevan bagi generasi muda tanpa mengorbankan keautentikan rasanya.
“Tengkleng merupakan bagian dari kekayaan kuliner Solo yang sangat dekat dengan masyarakat,” ujar RM Azmi, General Manager The Sunan Hotel Solo di sela acara, Rabu (9/9/2026).
“Kami mencoba memberikan sentuhan baru melalui proses memasak menggunakan bambu dan cara penyajian yang menjadi pengalaman tersendiri bagi tamu, tanpa menghilangkan karakter rasa tengkleng itu sendiri,” paparnya.
Para tamu hotel maupun masyarakat umum yang ingin menikmati pengalaman kuliner khas Solo yang berkelas ini dapat mencicipi Tengkleng Bakar Bambu dengan harga Rp78.000 nett. Menu eksklusif ini menjadi hidangan spesial (Special of the Month) sepanjang bulan September 2026.

Rangkaian Inovasi F&B dan Pengalaman Kuliner Tepi Kolam
Peluncuran Tengkleng Bakar Bambu ini diperkenalkan dalam acara bertajuk Breakfast Meeting di Narendra Restaurant, The Sunan Hotel Solo, Rabu (9/9/2026). Selain hidangan tengkleng bakar yang menjadi sorotan utama, hotel ini juga memperkenalkan beberapa paket dan menu pendamping lainnya:
- The Perfect Pair: Sebuah paket paduan (pairing) manis dan menyegarkan yang menggabungkan minuman khas The Sunan Chocolate Blonde dengan kelembutan Lemon Pound Cake. Kombinasi ini dirancang khusus untuk menemani waktu bersantai di area lobby atau restoran.
- Ice Bunga Telang: Welcome drink terbaru berbahan dasar ekstrak bunga telang alami. Minuman berwarna kebiruan yang estetik ini kaya akan kandungan antioksidan dan memiliki khasiat anti-aging serta baik untuk menjaga kesehatan tubuh para tamu yang baru tiba.
- Wedangan Sunan: Konsep sajian kuliner malam hari di area outdoor tepi kolam renang (pool area). Menghadirkan gerobak wedangan tradisional khas Solo, program ini menawarkan suasana malam yang santai, estetik, dan instagrammable.
Diferensiasi Konsep: Mengangkat Wedangan Klasik di Tengah Tren Coffee Shop
Di tengah menjamurnya keberadaan coffee shop modern di Kota Solo, The Sunan Hotel Solo mengambil langkah strategis yang berani dengan mengusung konsep wedangan klasik. Langkah ini diambil sebagai bentuk diferensiasi produk untuk memberikan pengalaman kuliner yang otentik namun tetap berkelas.
Wedangan atau angkringan merupakan simbol budaya kuliner dan ruang interaksi sosial masyarakat Solo. Dengan menghadirkan gerobak wedangan di tepi kolam renang (pool side), hotel ini berhasil menciptakan perpaduan antara kearifan lokal (local wisdom) dan kenyamanan fasilitas hotel berbintang.
Suasana malam semakin lengkap dengan hadirnya pertunjukan musik langsung (live music) setiap hari Sabtu, menjadikannya destinasi favorit untuk menghabiskan akhir pekan bersama teman maupun keluarga.
Langkah ini juga sejalan dengan strategi hotel dalam menjaga identitas dan akar budayanya. Bangunan The Sunan Hotel Solo yang memiliki sejarah panjang dan arsitektur tradisional yang khas dipadukan secara harmonis dengan sentuhan gaya hidup modern.
Sinergi Kuliner, Wellness, dan Kepedulian Lingkungan
Selain pengalaman menginap dan bersantap, kini The Sunan Hotel Solo memperluas hingga konsep gaya hidup seimbang (balanced lifestyle). Hotel ini melengkapi fasilitas penunjang kesehatan jiwa dan raga melalui program Sunan Wellness Series.
Sebagai agenda terdekat, hotel akan menyelenggarakan aktivitas Sunan Hatha Yoga pada 27 September 2026 mendatang. Program kelas yoga ini dirancang untuk mengajak para tamu dan masyarakat menerapkan pola hidup sehat melalui penyelarasan tubuh dan pikiran.
Menariknya, konsep keberlanjutan (sustainability) dan kepedulian lingkungan juga diintegrasikan ke dalam filosofi wellness yang diusung oleh manajemen hotel.
“Wellness bagi kami bukan hanya tentang kesehatan tubuh dan pikiran, tetapi juga tentang menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman. Terlebih dengan adanya peristiwa kebakaran besar di kawasan TPA Putri Cempo, kepedulian terhadap lingkungan menjadi semakin penting bagi kita semua,” ungkap RM Azmi.
Sebagai wujud tanggung jawab sosial dan lingkungan (Corporate Social Responsibility), The Sunan Hotel Solo menerapkan berbagai langkah nyata dalam operasional harian mereka, antara lain:
- Pemilahan Sampah secara Terpadu: Memisahkan limbah organik dan non-organik untuk mempermudah proses daur ulang.
- Pengurangan Plastik Sekali Pakai: Mengganti kemasan plastik dengan bahan yang ramah lingkungan atau dapat dipakai ulang.
- Pencegahan Food Waste: Mengoptimalkan manajemen bahan baku dapur dan pengolahan makanan untuk menekan sisa makanan.
- Penataan dan Perawatan Area Hijau: Menjaga kebersihan serta memperluas area terbuka hijau di sekitar lingkungan hotel untuk mendukung kualitas udara yang lebih bersih.
Melalui integrasi antara culinary experience yang kaya akan tradisi lokal seperti Tengkleng Bakar Bambu dan Wedangan Sunan, serta program wellness yang ramah lingkungan, The Sunan Hotel Solo menegaskan posisinya sebagai destinasi hospitality yang berkarakter di Jawa Tengah.
Bagi kamu yang sedang merencanakan wisata kuliner ke Kota Solo, mencicipi sensasi tengkleng dibakar di dalam bambu ini tentu wajib masuk ke dalam daftar jelajah kuliner selanjutnya.












