Solokini.com, Solo – Forum Remaja Palang Merah Indonesia (FORPIS) Surakarta sukses menyelenggarakan Seminar Bahasa Isyarat di Aula SMA Negeri 6 Surakarta, Sabtu (30/5/2026). Kegiatan bertajuk “Satu Gerakan Seribu Makna” ini diikuti oleh 80 peserta dari kalangan pelajar SMP dan SMA se-Surakarta.
Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran remaja akan pentingnya komunikasi inklusif serta mengenalkan dasar-dasar bahasa isyarat untuk berinteraksi dengan teman-teman Tuli.
Acara resmi dibuka oleh Pengurus PMI Bidang Relawan & Penanggulangan Bencana, Bambang Nugroho,m, dengan didampingi oleh Kepala Markas PMI Kota Surakarta, Riki Mirzam Abdurrozaq. Dalam seminar ini, FORPIS menghadirkan narasumber berpengalaman di bidang bahasa isyarat dan pendidikan inklusif.
Selama kegiatan, para peserta mendapatkan materi mengenai urgensi bahasa isyarat, etika berkomunikasi dengan penyandang disabilitas pendengaran, hingga praktik langsung penggunaan bahasa isyarat dasar untuk kehidupan sehari-hari.
Ketua Pelaksana Seminar, Zahra, berharap kegiatan ini dapat mendorong terciptanya lingkungan yang ramah dan inklusif, khususnya di lingkungan anggota PMR se-Surakarta.
“Saya harap melalui Seminar Bahasa Isyarat ini, peserta bisa lebih meningkatkan kepedulian terhadap teman-teman disabilitas dan mampu membangun relasi juga komunikasi tanpa batas di tengah masyarakat,” ujar Zahra.
Melalui agenda ini, FORPIS Surakarta berharap generasi muda dapat lebih peduli terhadap isu inklusivitas dan terdorong untuk mempelajari bahasa isyarat sebagai langkah nyata saling menghargai keberagaman.














