
Solokini.com, Solo – Nuswantara Consulting resmi menjalin kolaborasi strategis melalui joint venture bersama BP Consulting Group dengan membentuk PT Bisnis Perkasa Nusantara (BP Nuswantara) yang bermarkas di Kota Surakarta (Solo).
Langkah ekspansi ini diambil guna memperkuat fondasi tata kelola bisnis, memicu transformasi, serta meningkatkan daya saing perusahaan lokal maupun instansi publik di Jawa Tengah agar mampu menembus pasar nasional hingga global.
Pergeseran pusat pertumbuhan ekonomi nasional dari wilayah barat (Jakarta dan Jawa Barat) menuju Jawa Tengah dinilai sebagai peluang emas bagi berkembangnya industri jasa konsultasi manajemen.
Alasan Strategis Memilih Kota Solo
Founder & Managing Partner Nuswantara Consulting sekaligus Direktur Utama BP Nuswantara, (BRM) Suryo Adhityo Nuswantoro mengungkapkan, pemilihan Kota Surakarta sebagai hub utama investasi strategis didasari oleh posisi Solo sebagai pusat kebudayaan dan titik temu ekosistem bisnis di Jawa Tengah.
“Kami melihat Jawa Tengah memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Solo dan sekitarnya didominasi oleh perusahaan keluarga (family business) yang telah berdiri 5 hingga 20 tahun. Sebagian besar dari mereka belum familiar dengan peran management consulting independen untuk melihat tantangan bisnis secara out of the box,” ujar Suryo.
Ia menambahkan, kehadiran BP Nuswantara di Solo ditujukan untuk melayani berbagai sektor unggulan, seperti manufaktur, perdagangan, jasa, ekonomi kreatif, hingga membangun kemitraan strategis dengan sektor pemerintahan (pemerintah daerah maupun BUMD).
Co-Founder & Managing Partner Nuswantara Consulting yang juga bertindak sebagai Komisaris PT Bisnis Perkasa Nusantara, Zaki Ibrahim menegaskan, fokus BP Nuswantara tidak hanya berhenti pada penataan strategi di atas kertas.
“Kami memberikan layanan hingga tahap implementasi secara jangka panjang. Kunci utamanya adalah memahami goals klien dan menerjemahkannya menjadi output yang terukur demi keberlanjutan bisnis,” tegas Zaki.
Dorong Perusahaan Lokal Go Global Berbasis Data dan Metodologi Teruji
Sementara itu, Partner BP Consulting Group yang juga menjabat sebagai Direktur PT Bisnis Perkasa Nusantara, Andrew Soehartono membeberkan, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang impresif, mencapai 5,589% pada kuartal berjalan dan berada di atas rata-rata nasional, menjadi indikator kuat matangnya ekosistem industri di daerah ini.
“Dengan pengalaman menangani lebih dari 500 klien dan 4.800 proyek di seluruh Indonesia, BP Consulting Group membawa ekosistem, teknologi, dan metodologi teruji ke Jawa Tengah. Perusahaan lokal jika diberi pendampingan manajemen dan teknologi yang tepat, sangat mumpuni untuk dibawa ke level nasional bahkan go global,” jelas Andrew.
Andrew juga menekankan keunggulan BP Nuswantara yang mengandalkan riset data kuantitatif dan kualitatif secara presisi melalui entitas riset khusus di bawah holding mereka, sehingga setiap keputusan strategis berbasis data (data-driven) dan meminimalisasi risiko ekspansi bisnis bagi para pemilik usaha.
Sisi relevansi tata kelola ditambahkan oleh Founder & Managing Partner BP Consulting Group, Anthony Soehartono. Menurutnya, banyak pelaku usaha memiliki kapasitas produksi yang baik, namun masih rentan pada fondasi manajemen internal.
“Di tengah ketidakpastian global, kami hadir untuk memperkuat tata kelola (governance), manajemen keuangan, dan SDM. Kami juga merangkum metodologi yang telah dipatenkan dalam buku ‘The BP’s Business Way’ sebagai panduan taktis menyelesaikan tantangan bisnis modern,” tutur Anthony.
Jalin Kolaborasi Lintas Sektor
Dalam peresmiannya, BP Nuswantara menegaskan komitmennya yang telah berkolaborasi dengan sejumlah mitra strategis di Jawa Tengah, antara lain PT SHA Solo, Kadin Kota Surakarta, HIPMI Solo, serta lembaga pendidikan dan yayasan.
Melalui peresmian PT Bisnis Perkasa Nuswantara di Ndalem Wuryaningratan, Surakarta, kolaborasi ini diharap dapat menjadi katalisator utama akselerasi ekonomi Jawa Tengah. Sekaligus membuktikan bahwa talenta lokal Indonesia mampu melahirkan firma konsultan manajemen kelas dunia.













