
Solokini.com, Solo — Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan Gerai CERDAS PeKA di Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta (Solo), Jumat (10/4/2026).
CERDAS PeKA merupakan singkatan dari Cakrawala Edukasi dan Ruang Diskusi Aman untuk Semua Konsumen Indonesia Peduli, Kenali, Adukan.
Inisiatif ini bertujuan memperkuat edukasi perlindungan konsumen bagi generasi muda di tengah dominasi transaksi digital nasional.
Peresmian ini merupakan bagian dari kampanye nasional Gerakan Bersama Edukasi Pelindungan Konsumen (GEBER PK), sebuah kolaborasi strategis antara regulator, industri keuangan, asosiasi, dan institusi pendidikan.
Kepala Departemen Surveilans Sistem Pembayaran dan Pelindungan Konsumen BI, Anton Daryono, menyatakan bahwa pemilihan kampus sebagai lokasi gerai didasari oleh besarnya populasi Generasi Z dan Milenial yang kini mencapai lebih dari 53% penduduk Indonesia.
“Mahasiswa memiliki peran strategis sebagai digital native. Kami ingin mendorong terbentuknya perilaku transaksi digital yang aman, bijak, dan bertanggung jawab agar mereka mampu menjadi agen edukasi di lingkungannya,” ujar Anton dalam keterangan resminya.
Gerai CERDAS PeKA hadir sebagai solusi atas tantangan kesenjangan antara akses keuangan dan pemahaman risiko. Mengacu pada data SNLIK 2025, inklusi keuangan nasional telah mencapai 80,51%, namun indeks literasi keuangan masih tertahan di angka 66,46%.
Chief of Legal and Compliance DANA, Dina Artarini, menekankan bahwa pola konsumsi digital yang cepat membuat Gen Z rentan terhadap modus penipuan.
“Perluasan akses harus terus diiringi dengan penguatan pemahaman masyarakat. Melalui inisiatif ini, kami ingin mendorong kebiasaan bertransaksi yang lebih waspada,” tuturnya.
Hal senada diungkapkan Sekjen Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), Firlie Ganinduto. Menurutnya, dengan 9,9 juta mahasiswa di seluruh Indonesia, kampus adalah kanal paling efektif untuk memperluas jangkauan edukasi secara masif.
Gerai CERDAS PeKA di UNS dirancang sebagai pusat edukasi dengan konsep hybrid (luring dan daring). Melalui fasilitas ini, mahasiswa dapat:
- Mempelajari cara menjaga keamanan data pribadi.
- Mengenali berbagai modus penipuan terbaru.
- Berdiskusi interaktif dengan pelaku industri keuangan.
- Mengikuti kompetisi inovasi terkait pelindungan konsumen.
Kehadiran gerai ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem keuangan digital yang lebih sehat, di mana konsumen tidak hanya aktif bertransaksi, tetapi juga kritis dan terlindungi dari berbagai risiko kejahatan siber.













