Dosen DKV ISI Surakarta Wakili Indonesia di Pameran Internasional “Coastal Cities” Mesir

Basnendar Herry Prilosadoso, dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) FSRD ISI Surakarta (Solo).

Solokini.com, Solo — Basnendar Herry Prilosadoso, dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) FSRD ISI Surakarta (Solo), berhasil menorehkan prestasi internasional.

Karya ilustrasinya lolos kurasi dan dipamerkan dalam ajang “Tell Your Story… Coastal Cities” International Exhibition yang diselenggarakan oleh Meckawy Studio di Alexandria, Mesir.

Pameran yang berlangsung secara virtual mulai 27 Desember 2025 hingga 31 Januari 2026 ini menampilkan karya dari 130 seniman dan desainer dunia.

Basnendar bersanding dengan partisipan dari berbagai negara, antara lain Irak, Yunani, Polandia, Turki, China, Kolombia, Italia, Slovakia, hingga Meksiko.

Baca Juga :  Bank Indonesia Resmikan Gerai CERDAS PeKA di Sekolah Vokasi UNS, Perkuat Keamanan Digital

Karya yang dipamerkan oleh dosen DKV Isi Surakarta tersebut bertajuk “Memories of the Sea”.

Melalui teknik digital imaging, dosen asal Wonogiri ini menghadirkan ilustrasi berukuran A3 yang didominasi oleh palet warna biru. Pemilihan warna tersebut secara simbolis merepresentasikan karakter laut dan wilayah pesisir.

Secara visual, karya ini mengusung gaya minimalis dengan elemen grafis yang tertata rapi. Warna dominasi biru sebagai simbol kedalaman dan identitas laut.

Dari segi komposisi, tata letak bidang kotak yang disusun bertingkat. Makna susunan bidang tersebut merupakan representasi dari buih dan dinamika ombak di lautan.

Baca Juga :  Bank Indonesia Resmikan Gerai CERDAS PeKA di Sekolah Vokasi UNS, Perkuat Keamanan Digital

Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi institusi ISI Surakarta.

Basnendar berharap pencapaiannya di Alexandria ini dapat menjadi pemantik semangat. Baik bagi dirinya maupun rekan sejawat, untuk terus produktif berkarya di level global.

“Saya berharap melalui capaian ini dapat memotivasi untuk berkarya lagi dan dapat mengikuti pameran internasional selanjutnya,” ungkap Basnendar dalam keterangan resmi, Rabu (8/4/2026).

Capaian ini sekaligus mempertegas eksistensi akademisi seni Indonesia dalam kancah pameran desain internasional. Khususnya dalam merespons isu-isu geografis dan lingkungan melalui medium seni digital.

Berita sebelumyaSwiss-Belhotel Solo Bidik Kenaikan Okupansi Restoran Lewat Promo Pass The Plate
Berita berikutnyaFavehotel Solo Raya Gelar Pemeriksaan Kesehatan Karyawan, Tingkatkan Produktivitas