
Menjelang laga sengit antara Persis Solo kontra Persebaya Surabaya di Stadion Manahan pada Sabtu, 9 Mei 2026, Polresta Surakarta menerapkan skema pengamanan ekstra ketat. Sebanyak 510 personel gabungan dikerahkan untuk menjaga kondusivitas pertandingan, sekaligus memastikan tidak ada pendukung tim tamu yang masuk ke area stadion.
Kabagops Polresta Surakarta, Kompol Wahyu Joko Nugroho, mengungkapkan bahwa koordinasi lintas wilayah telah dilakukan bersama Polres Sragen dan Polres Karanganyar. Fokus utamanya adalah melakukan penyekatan di titik-titik strategis perbatasan guna menghalau kedatangan suporter Persebaya, sesuai dengan regulasi PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang masih melarang kehadiran away fans.
“Penyekatan dilakukan di wilayah perbatasan Sragen tepatnya Kecamatan Sambungmacan dan Tugu Gading, serta kawasan Palur oleh Polres Karanganyar,” ujar Kompol Wahyu.
Selain memantau jalur darat di perbatasan, aparat juga memperluas pengawasan hingga ke terminal dan stasiun guna menyisir pendukung tamu yang nekat datang menggunakan transportasi umum. Secara teknis, 410 personel disebar di Ring 2 dan Ring 3 Stadion Manahan, sementara 100 personel lainnya disiagakan di Mapolresta Surakarta sebagai pasukan cadangan untuk situasi darurat.
Di lokasi berbeda, Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo turut memberikan imbauan agar suporter tim tamu berbesar hati untuk mendukung tim kesayangannya dari rumah demi mematuhi aturan yang berlaku.
“Kerja sama semua pihak sangat penting demi menciptakan atmosfer sepak bola yang aman, nyaman, dan lebih baik,” tutur Kombes Pol Catur.
Pengamanan ini juga melibatkan unsur TNI dan petugas keamanan internal (steward) stadion. Pihak kepolisian menegaskan bahwa langkah ini murni dilakukan untuk menegakkan regulasi keamanan dari operator liga, bukan sebagai bentuk diskriminasi. Diharapkan dengan penjagaan berlapis ini, pertandingan dapat berjalan lancar tanpa gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.













