
Langkah Persis Solo untuk mengamankan posisi di Liga 1 musim depan kian menemui jalan terjal. Hingga pekan ke-32, Laskar Sambernyawa ini masih tertahan di zona merah, tepatnya posisi ke-16 dengan raihan 28 poin. Dengan kompetisi yang menyisakan dua laga, nasib Laskar Sambernyawa kini tidak lagi berada sepenuhnya di tangan mereka sendiri.
Satu-satunya jalan bagi Persis untuk lolos dari jerat degradasi adalah menyapu bersih dua laga tersisa melawan Dewa United (16 Mei) dan Persita Tangerang (23 Mei). Namun, kemenangan maksimal pun belum menjamin keamanan. Persis sangat bergantung pada hasil minor rival terdekatnya, Madura United.
Secara kalkulasi, jika Persis berhasil mengumpulkan poin maksimal (34 poin), mereka harus berharap Madura United (saat ini 32 poin) tergelincir di tiga laga sisa mereka. Jika Madura United mampu mengamankan satu saja kemenangan lagi, maka tertutup sudah peluang Persis untuk mengejar ketertinggalan poin.
Di tengah situasi yang cukup berat tersebut, optimisme masih terus dijaga para pemain Persis. Bek Persis Solo, Luka Dumancic, menegaskan bahwa timnya belum menyerah untuk mempertahankan tempat di Liga 1.
“Kita akan lebih berjuang hingga akhir karena kita punya peluang untuk bertahan. Dan saya harap semua pihak untuk terus percaya pada kami dan kami akan terus berjuang untuk klub ini,” ujar Dumancic dikutip dari situs resmi klub.
Kepastian nasib Persis bisa saja terjawab lebih awal. Senin malam ini (11/5), Madura United dijadwalkan bertanding melawan Bhayangkara FC. Hasil laga tersebut akan menjadi penentu; jika Madura United meraih poin penuh, maka pupus harapan Persis Solo untuk tetap berkompetisi di kasta tertinggi musim depan.













