Solokini.com, Boyolali – Kedatangan pesawat yang membawa kelompok terbang (kloter) 81, yang merupakan kloter terakhir jemaah Haji 2026, telah mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Adi Soemarmo, Selasa (30/6/2026).
Momentum bersejarah ini menandai tuntasnya seluruh rangkaian pelayanan operasional penerbangan haji di bandara tersebut dengan catatan performa yang gemilang.
Pihak manajemen bandara memberikan penyambutan istimewa untuk menghormati kepulangan para tamu Allah tersebut. Seluruh jemaah haji kloter 81 disambut hangat dengan pengalungan bunga setibanya di Terminal Internasional Bandara Adi Soemarmo.
Tidak hanya itu, sebuah karpet merah megah sengaja digelar khusus untuk menyusuri langkah kaki jemaah, menciptakan suasana penyambutan yang khidmat, penuh haru, dan penuh rasa syukur.
Kloter pamungkas ini terbang menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 4417. Pesawat menyentuh landasan pacu tepat pada pukul 16.40 WIB, membawa sebanyak 357 jemaah haji.
Adapun para jemaah tersebut merupakan gabungan dari berbagai wilayah di Jawa Tengah, meliputi Kabupaten Magelang, Demak, Boyolali, Cilacap, Tegal, Sukoharjo, Kota Surakarta, Klaten, Jepara, Kota Tegal, Grobogan, Pati, Blora, dan Wonogiri.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo, Hery Purwanto, menyatakan rasa lega dan syukur yang mendalam atas suksesnya pelayanan penerbangan Operasional Haji 2026 yang mencakup total 81 kloter.
Seluruh proses, menurutnya, telah berjalan dengan aman, nyaman, dan lancar tanpa kendala berarti.
Pelayanan Operasional Haji 2026 ini sendiri telah berlangsung cukup panjang, dimulai dari fase Embarkasi (keberangkatan) pada 22 April hingga 21 Mei 2026, dan dilanjutkan dengan fase Debarkasi (kedatangan) sejak 22 Juni hingga berakhir di 30 Juni 2026.
Hery mengungkapkan, salah satu pencapaian terbaik pada operasional tahun ini adalah diraihnya tingkat ketepatan waktu penerbangan atau On Time Performance (OTP) yang mencapai 80% hingga debarkasi kloter terakhir.
Selain performa ketepatan waktu yang tinggi, pelaksanaan operasional haji tahun ini juga berhasil mempertahankan predikat zero accident atau nihil kejadian khusus yang mengganggu keselamatan penerbangan.
“Selama pelayanan Operasional Haji 2026 mulai Fase Embarkasi hingga Debarkasi, juga pelayanan Makkah Route untuk Keimigrasian Arab Saudi semua berjalan lancar,” jelas Hery Purwanto.
Keberhasilan besar ini, lanjut Hery, tidak lepas dari kolaborasi erat dan sinergi yang solid antarinstansi.
Pihak manajemen Bandara Adi Soemarmo menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) yang terlibat.
Mulai dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), maskapai penerbangan, Otoritas Bandara, hingga instansi pemerintah terkait sehingga penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1447 H / 2026 M berjalan sukses.
Berakhirnya operasional haji tahun ini juga menjadi momentum bagi Bandara Internasional Adi Soemarmo untuk terus berkomitmen meningkatkan standar pelayanan serta kenyamanan bagi seluruh pengguna jasa bandar udara di masa datang.














