Dinda Ayu, Pelatih Para Renang Lulusan S2 Australia Maju Pilkades Sukoharjo

Pelatih para renang NPCI, Dinda Ayu Sekartaji yang juga lulusan S2 Australia maju Pilkades Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Ia berjanji jika terpilih tidak akan ambil gaji. foto: Aryo Atmaja
Pelatih para renang NPCI, Dinda Ayu Sekartaji yang juga lulusan S2 Australia maju Pilkades Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Ia berjanji jika terpilih tidak akan ambil gaji. foto: Aryo Atmaja

SOLO, Solokini.com-Pelatih para renang National Paralympic Committe Indonesia (NPCI), Dinda Ayu Sekartaji, memiliki niat mulia untuk menjadi seorang Kepala Desa. Yap, ia siap meramaikan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2026.

Putri sulung Presiden NPC Indonesia, Senny Marbun itu mantap untuk mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Palur, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Ia siap bersaing dalam Pilkades secara serentak yang akan berlangsung pada 10 Desember 2026. Dinda Ayu Sekartaji sudah menyiapkan visi dan misi untuk memenangkan jabatan Kepala Desa Palur untuk periode 2026-2034.

Selain dikenal sebagai pelatih di cabang olahraga para renang NPCI, Dinda Ayu juga Ia juga menjabat sebagai Wakil Binpres NPCI sekaligus Deputy of Secretary General ASEAN Para Sports Federation (APSF).

Riwayat pendidikannya cukup mentereng dengan menyandang gelar Master of Marketing dari University of Western Australia tahun 2024. Perempuan asal Dukuh Klauran, ingin membangun Desa Palur agar lebih maju, transparan, dan sejahtera.

“Saya kandidat pertama yang menyerahkan pendaftaran. Untuk persiapannya Alhamdulilah sudah sangat baik. Saya juga sudah membentuk jurkam dan timses sudah lengkap,” ungkap Dinda Ayu Sekartaji saat jumpa pers di Kantor NPCI, Kota Surakarta, Jumat (2/10/2026).

Siap Tak Ambil Gaji

Dalam kontestasi Pilkades mendatang, Ia menawarkan program kerja unggulan bernama 3T, yang memiliki singkatan Transparan Anggarane, Tanggap Pelayanane, lan Tangguh Ekonomine.

Baca Juga :  Wisuda Ke-59 UNIBA Surakarta, Lantik 204 Lulusan Termasuk Pejabat dan Tokoh Publik Jateng

“Saya ingin membangun satu website. Website yang sementara ini tuh di Desa Palur itu belum ada website. Tujuannya karena saya ingin perputaran anggaran dan pekerjaan saya beserta dengan perangkat desa itu nanti transparan, bisa dilihat dan dikontrol oleh semua masyarakat lewat ponsel secara online,” ujar Dinda.

Selain transparansi digital, penguatan ekonomi berbasis UMKM lokal dan revitalisasi sarana olahraga desa juga menjadi prioritasnya. Gedung Olahraga desa rencananya akan diperbaiki mulai dari sirkulasi udara hingga penambahan fasilitas seperti tenis meja agar dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh warga.

“Insyaallah kalau saya terpilih jadi kepala desa, saya tidak akan mengambil gajinya. Gaji itu akan saya simpan dalam kurun waktu 3 bulan atau sampai 6 bulan, setiap 3 bulan atau 6 bulan itu nanti akan saya kembalikan dengan bentuk kegiatan sosial, yaitu memberikan sembako-sembako kepada masyarakat yang kurang mampu di desa saya,” kata perempuan kelahiran Jakarta, 20 Juni 1995.

Tak Tinggalkan Dunia Renang

Jika nantinya terpilih untuk menjadi pengabdi masyarakat, Dinda Ayu mash akan tetap terlibat di dunia olahraga disabilitas yang telah membesarkan namanya. Ia tetap akan menjadi pelatih para renang di NPCI.

Ia menegaskan bahwa ia tidak bisa lepas dari dunia renang. Ia pun optimistis mampu membagi waktu antara menjadi pelatih dan sekaligus ujung tombak pelayanan pemerintah yang paling dekat dengan warga.

Baca Juga :  Perpanjang CEO Vikram Sinha, Indosat Siap Bangun Ekosistem AI Indonesia

“Basic saya adalah atlet renang dan pernah mendapat rekor di Jateng-DIY, saya tidak pernah bisa lepas dari olahraga, saya tidak akan meninggalkan NPC, saya akan tetap mengabdi di NPC maupun warga Palur nanti,” ujarnya.

Pengalamannya di bidang olahraga ikut masuk dalam program-program kerjanya. Satu di antaranya adalah mencari bibit-bibit atlet di desanya. Selain itu juga memperbaiki fasilitas olahraga dan mengajak para lansia untuk hidup sehat dengan cara berolahraga.

Dukungan Orang Tua

Sementara itu, Senny Marbun, ayah Dinda mendukung penuh langkah putri sulungnya untuk maju dalam kontestasi Pilkades. Pihaknya sangat mengenal karakter putrinya yang punya kegigihan dalam mewujudkan cita-cita.

Senny Marbun yakin Dinda Ayu dapat menjalankan fungsi kepala desa sebagai pemimpin dan pengayom masyarakat untuk mengelola pemerintahan, pembangunan, pembinaan, dan pemberdayaan dengan optimal.

“Saya merestuinya untuk membangun desa ini. Anak saya itu kalau sudah bercita-cita, pasti akan diperjuangkan betul, karena basic olahragawan kok. Awalnya saat dia di Moskow saya tanya mau tidak menjadi lurah? Setelah berulangkali dipikir, akhirnya oke untuk mau menjadi lurah. Membangun desa agar semakin makmur dan sejahtera,” tegas Senny Marbun.

Berita sebelumyaKONI Surakarta & Wali Kota Matangkan Porprov 2026, Siapkan Bonus Atlet