SUKOHARJO, Solokini.com — Ekosistem industri kopi di kawasan Solo Raya kian bergairah dengan hadirnya Pre-Event Double Decker Coffee Festival, Sabtu (19/9/2026).
Bertempat di Double Decker, Ground Floor Fave Hotel Solo Baru, Jalan Ir. Soekarno, Sukoharjo, ajang aktivasi kopi perdana ini menjadi pemantik awal sebelum digelarnya festival kopi berskala lebih besar di wilayah Sukoharjo dan sekitarnya.
Kegiatan yang menggabungkan aktivitas olahraga, lokakarya edukatif, hingga kompetisi antarbarista ini berhasil menarik antusiasme tinggi dari ratusan pegiat kopi, komunitas lari, hingga pelaku usaha kuliner dari berbagai daerah.
Rangkaian Acara Diawali Run for Steak dan Sesi Cupping
Rangkaian acara telah dimulai sejak subuh, tepatnya pukul 05.00 WIB, diawali dengan kegiatan lari bersama bertajuk Run for Steak. Agenda ini diikuti oleh puluhan peserta dan pegiat gaya hidup sehat dari berbagai komunitas lari di Solo Raya.
Marketing Double Decker, Christian Lie, menjelaskan bahwa agenda Run for Steak disiapkan untuk memberikan ruang silaturahmi bagi pecinta olahraga lari sekaligus penikmat kuliner steak sebelum memasuki agenda utama bertema kopi.
“Rangkaian diawali Run for Steak, keseruan pecinta steak bersama komunitas lari dan pecinta lari. Lalu dilanjut pre-event Double Decker Coffee Festival, dengan agenda coffee workshop, coffee pop market, dan basic latte art fun battle,” kata Christian Lie di sela acara, Sabtu (19/9/2026).
Seusai berlari, para peserta menyantap hidangan penyegaran (refreshment) dan mengikuti sesi coffee cupping. Pada sesi ini, para penikmat kopi diperkenalkan pada beragam varian biji kopi lokal unggulan yang disajikan oleh para peracik profesional.
Battle Latte Art: Wadah Asah Teknik dan Mental Barista
Memasuki agenda inti pada pukul 10.00 WIB, suasana semakin meriah dengan digelarnya Workshop Latte Art serta kompetisi Battle Latte Art. Sebanyak 29 peserta terdaftar mengikuti adu ketangkasan menyeduh dan melukis seni di atas cangkir kopi.
Para peserta datang dari berbagai wilayah di Solo Raya seperti Sukoharjo, Solo, Boyolali, Karanganyar, hingga peserta dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Latar belakang peserta pun beragam, mulai dari pemula, barista kafe, hingga para pemilik coffee shop.
Panitia Acara, Muhammad Mansur Haidar, menyampaikan bahwa kompetisi ini dirancang tidak hanya sebagai ajang memperebutkan hadiah, tetapi juga sebagai sarana pembinaan kualitas barista daerah.
“Ajang kompetensi dan kompetisi barista. Untuk penilaian kompetisi fokus pada aspek visual, identikal, dan harmoni,” ujar Mansur Haidar.
Ketika ditanya mengenai aspek rasa (taste), Haidar menjelaskan bahwa kompetisi latte art murni menilai keindahan visual dan ketepatan teknik penuangan susu (milk frothing & pouring).
“Taste-nya kalau untuk latte art ini enggak, cuma visualnya. Kalau taste itu nanti beda cabang, ada cabang brewer untuk penilaian rasa,” jelas Haidar.
Penjurian kompetisi Battle Latte Art ini dipimpin oleh tiga juri berpengalaman di bidangnya, yaitu:
- Mufid (Ketua Solo Undercup)
- Gilang Asnal (Wakil Ketua Solo Undercup)
- Uncle Joe (Head Barista Double Decker)
Kompetisi ini memperebutkan total hadiah (prize pool) sebesar Rp 3 juta, lengkap dengan sertifikat serta paket merchandise bagi para pemenang. Melalui penilaian langsung dari para juri senior, peserta diharapkan mendapat masukan teknis konstruktif.
“Melalui ajang ini, para peserta diasah mental dan tekniknya agar siap bersaing hingga jenjang nasional,” imbuh Haidar.
Kolaborasi Ekosistem Kopi dan Sponsor Pendukung
Suksesnya penyelenggaraan Pre-Event Double Decker Coffee Festival ini tidak terlepas dari dukungan dan sinergi lintas komunitas serta pelaku industri kopi lokal maupun regional.
Sejumlah jenama dan organisasi yang berpartisipasi mendukung kelancaran acara antara lain:
- Fullsun Roastery Jogja (penyedia biji kopi)
- Kode Class (sekolah barista asal Yogyakarta)
- Parama Supply (penyedia pasokan fresh milk)
- Vorsum Roastery
- Zenlatte
- Coday Coffee Class & Roastery
- Look Up
- Ganep’s
- Sukoharjo Coffee Enthusiast
- Solo Undercup (komunitas latte art Solo Raya)
Bersiap Menuju Main Event Skala Lebih Besar
Sebagai aktivasi kopi pertama yang digelar oleh Double Decker, keberhasilan pra-acara ini menjadi pijakan kuat untuk melangkah ke agenda utama (main event) Double Decker Coffee Festival.
Pihak penyelenggara mengungkapkan bahwa agenda puncak festival mendatang direncanakan memiliki cakupan acara yang lebih luas dengan kapasitas tempat (venue) yang mampu menampung lebih banyak pengunjung serta pameran pelaku industri kopi.
“Setelah event ini, kita mau mengadakan event Double Decker Coffee Festival ini yang lebih besar lagi sebagai wadah teman-teman pegiat kopi, penggemar kopi, atau industri kopi yang bergerak di Sukoharjo itu sendiri sampai Solo Raya,” papar Mansur Haidar.












