Solo Red Cross Festival 2026 PMI Surakarta Targetkan 300 Kantong Darah

SOLO, Solokini.com — Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI), PMI Kota Surakarta menggelar Solo Red Cross Festival 2026 di Atrium Solo Paragon Mall, Kota Surakarta (Solo) selama tiga hari berturut-turut, Selasa-Kamis (15-17/9/2026).

Festival ini menyajikan berbagai program seperti donor darah massal, pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis, pameran inovasi layanan PMI, hingga seminar edukasi bagi masyarakat lanjut usia (lansia).

Sebagai agenda tahunan, Solo Red Cross Festival 2026 hadir untuk mendekatkan PMI Kota Surakarta dengan masyarakat. Pemilihan tempat di pusat perbelanjaan ini menjadi langkah strategis agar pesan kemanusiaan dan kepedulian sosial dapat menjangkau seluruh lapisan warga Solo dan sekitarnya secara lebih luas.

Donor Darah Massal Kolaboratif dan Target Stok Darah

Rangkaian hari pertama Solo Red Cross Festival 2026 pada Selasa (15/9/2026) dibuka dengan aksi donor darah massal. Kegiatan aksi sosial ini terlaksana atas kerja sama PMI Solo dengan Lions Club Solo Bengawan serta Perhimpunan Persaudaraan Hakka Surakarta (Perhakkas).

Buka sejak pukul 10.00 WIB hingga 21.00 WIB, area donor darah di Atrium Solo Paragon Mall memfasilitasi para pengunjung mal maupun anggota organisasi yang ingin menyumbangkan darahnya.

Kolaborasi ini bertujuan memperkuat dan menjaga ketersediaan pasokan kantong darah di PMI Kota Surakarta. Tingginya kebutuhan medis di area Surakarta dan sekitarnya mendorong panitia menetapkan target donor harian yang cukup besar selama festival berlangsung.

Perwakilan Lions Club Solo Bengawan dan Perhakkas, Sofyan Aris Saputra menjelaskan, penentuan lokasi di pusat keramaian menjadi alasan optimisme tercapainya target donor darah tersebut. Penempatan stan donor di area terbuka atrium membuat akses pendaftaran menjadi sangat fleksibel bagi para pengunjung mal.

Baca Juga :  UNS Gelar Pelatihan Jurnalistik, Tingkatkan Kualitas Pers Kampus

“Berhubung kita mengadakan di Solo Paragon Mall yang merupakan pusat kota dan salah satu mal yang cukup ramai, lokasi kita juga berada di tengah-tengah atrium. Kita mengadakannya dari pagi jam 10.00 sampai dengan mal tutup jam 21.00, maka kita berani menargetkan per hari itu sekitar 300 kantong darah,” ujar Sofyan di sela-sela kegiatan.

Edukasi Layanan Kemanusiaan dan Booth Interaktif

Selain fokus pada pengumpulan kantong darah, Solo Red Cross Festival 2026 juga menghadirkan serangkaian tenant booth pameran. Booth-booth ini didesain secara interaktif untuk mengenalkan jangkauan layanan, fasilitas, serta program medis yang dikembangkan PMI Kota Surakarta kepada masyarakat umum.

Beberapa fasilitas dan instansi yang membuka stan edukasi serta pelayanan dalam ajang festival kemanusiaan ini antara lain:

  • Klinik Pratama PMI Kota Surakarta & Layanan Ambulans: Menyediakan layanan pemeriksaan dan cek kesehatan secara gratis bagi para pengunjung festival. Warga dapat memanfaatkan fasilitas ini untuk berkonsultasi mengenai kesehatan serta mendapatkan informasi mendalam mengenai operasional ambulans gawat darurat PMI.
  • Griya PMI: Mengusung konsep berbagi yang interaktif dan menyenangkan. Pengunjung diajak berdonasi sambil mengikuti berbagai permainan edukatif. Skema ini dirancang agar aksi kepedulian sosial dapat dirasakan secara langsung dan menyenangkan bagi pengunjung keluarga maupun anak muda.
  • Politeknik Akbara: Turut meramaikan pameran dengan membagikan informasi seputar pendidikan vokasi, kesiapsiagaan bencana, serta penyiapan tenaga medis dan kemanusiaan profesional di masa depan.

Seminar Bina Lansia Sehat dan Senam Motorik

Perhatian Solo Red Cross Festival 2026 tidak hanya tertuju pada kegiatan donor darah dan pameran layanan, melainkan juga pada peningkatan kualitas hidup warga senior melalui Seminar Bina Lansia Sehat. Digelar pada pukul 15.00 WIB di hari pertama festival, seminar ini diikuti oleh puluhan peserta lansia yang datang dari berbagai kecamatan di Kota Surakarta.

Baca Juga :  GMS Resmikan Dealer QJMOTOR Solo, Hadirkan Layanan 3S

Hadir sebagai narasumber utama, Prof. Muchsin Dowes memberikan materi edukasi mengenai strategi menjaga kondisi kebugaran dan kesehatan tubuh pada usia lanjut. Sesi seminar berlangsung penuh semangat, hangat, dan interaktif antara peserta dan pembicara.

Untuk mengaplikasikan materi secara praktis, para peserta lansia diajak mempraktikkan gerakan senam motorik ringan di lokasi acara. Gerakan senam ini disesuaikan khusus dengan ketahanan fisik lansia untuk melatih koordinasi tubuh dan merangsang keaktifan fisik secara aman.

Rangkaian acara seminar edukasi lansia ditutup dengan sesi foto bersama di atas panggung utama Atrium Solo Paragon Mall antara narasumber, panitia, dan seluruh peserta. Sesi ini menjadi simbol solidaritas serta semangat kebersamaan warga Solo dalam menjaga pola hidup sehat hingga usia lanjut.

Wujud Komitmen Kemanusiaan PMI di Kota Solo

Penyelenggaraan Solo Red Cross Festival 2026 mencerminkan komitmen PMI Solo dalam memperingati HUT ke-81 PMI secara konkret. Lebih dari sekadar seremoni peringatan, festival tiga hari ini menjadi wadah edukasi publik mengenai pentingnya menjaga kesehatan, berbagi lewat donor darah, serta memperkuat kepedulian sosial antar sesama.

Melalui sinergi erat dengan berbagai mitra kemanusiaan seperti Lions Club Solo Bengawan, Perhakkas, dan institusi pendidikan, PMI Solo berharap partisipasi masyarakat dalam kegiatan donor darah dan pelayanan sosial terus meningkat.

Rangkaian kegiatan ini menegaskan peran PMI Surakarta untuk selalu hadir, melayani, dan bergerak bersama masyarakat demi menciptakan lingkungan kota yang sehat, peduli, dan tanggap kemanusiaan.

Berita sebelumyaUNS Gelar Pelatihan Jurnalistik, Tingkatkan Kualitas Pers Kampus
Berita berikutnyaFavehotel Solo dan Kodim/0725 Sragen Salurkan Air Bersih di Gesi