SOLO, Solokini.com – Belakangan ini, viral tren busana unik yang mencuri perhatian: “style Naykilla” di media sosial seperti TikTok dan Instagram. Naykilla adalah penyanyi dan kreator konten yang populer lewat lagu-lagunya seperti Kisah Kasih Sekolah versi remix dan Kupikir Kau Rumah.
Naykilla yang juga viral dengan lagu “Garam dan Madu (Sakit Dadaku) bersama Tenxi dan Jemsii tersebut sering tampil nyentrik dengan kombinasi pakaian penuh warna, jepitan rambut banyak, stiker wajah menggemaskan, serta gaya visual yang berani dan playful.
Penampilan yang ceria dan mencolok ini tentu mengundang rasa penasaran.
Jika dicermati dari akar fashion dunia, estetika eksentrik ini sangat identik dengan Decora Style (Decora Kei), salah satu subkultur jalanan paling ikonik yang lahir dari distrik Harajuku, Tokyo, Jepang.
Apa Itu Decora Style?
Istilah Decora berasal dari kata bahasa Inggris “decoration” yang berarti dekorasi atau hiasan. Sesuai namanya, filosofi utama dari Decora Style adalah menumpuk berbagai aksesori hiasan semeriah mungkin pada tubuh, dari ujung kepala hingga ujung kaki.
Di Jepang, Decora dikenal sebagai salah satu cabang utama dalam Harajuku street fashion. Dr. Toby Slade dalam “Japanese Fashion: A Cultural History” mengungkapkan, subkultur street fashion Harajuku, termasuk Decora, lahir sebagai ruang kebebasan ekspresi generasi muda Jepang yang ingin keluar dari norma keseragaman sosial dan aturan berpakaian konvensional.
Berdasarkan riset Majalah budaya Jepang, Tokyo Fashion, tidak seperti tren mode konvensional yang mengutamakan prinsip kepraktisan atau minimalism, Decora justru mengusung konsep maximalism tanpa batas. Gaya ini mengajak individu bebas mengekspresikan imajinasi tanpa takut dinilai terlalu heboh atau berlebihan.
Sejarah dan Perkembangan Decora Style dari Harajuku
Decora Style pertama kali meledak di Jepang pada akhir dekade 1990-an, tepatnya di kawasan Harajuku yang terkenal sebagai pusat eksperimen busana anak muda Tokyo.
Dokumentasi Kawaii Fashion History oleh Museum Fashion Kyoto, popularitas gaya ini terangkat berkat munculnya musisi pop Jepang seperti Tomoe Shinohara, yang kerap tampil di televisi memakai baju warna-warni, manik-manik, dan jepitan rambut imut. Para penggemarnya mulai meniru penampilannya dan berkumpul di jalanan Harajuku, hingga gaya ini kerap disebut Shinoharar pada eranya.
Berdasarkan arsip fotografi karya Shoichi Aoki di majalah FRUiTS, majalah legendaris yang mendokumentasikan street fashion Harajuku sejak 1997, foto-foto anak muda Harajuku dengan tumpukan aksesori plastik, boneka plushie, dan warna-warna neon menyebar ke seluruh dunia, menjadikan Decora sebagai simbol kebebasan berekspresi anak muda Jepang.
Meski sempat redup di pertengahan era 2010-an akibat pergeseran tren ke arah gaya yang lebih simpel, Decora Style tidak lantas punah. Memasuki era 2020-an, gaya ini mengalami reinkarnasi global lewat platform media sosial seperti TikTok, Pinterest, dan Instagram.
Ciri Khas Utama Decora Style
Beberapa elemen utama yang menjadi ciri khas Decora Style antara lain:
| Elemen Fashion | Deskripsi dan Ciri Khas |
| Aksesori Rambut Berlapis | Penggunaan puluhan jepitan rambut (hair clips) warna-warni, pita, bando, hingga mahkota plastik yang dipasang menutupi bagian poni dan samping kepala. |
| Hiasan Wajah (Kao Deco) | Pengaplikasian stiker wajah berbentuk bintang atau hati, plester luka (band-aid) bermotif kartun di batang hidung, serta rona pipi (blush on) yang tebal. |
| Perhiasan Plastik & Mainan | Kalung menumpuk, gelang manik-manik, cincin plastik besar, hingga gantungan kunci dan boneka kecil yang digantung di baju atau tas. |
| Pakaian Berlapis (Layering) | Kombinasi kaos bergambar kartun, hoodie longgar, rok tutu (tutu skirt), atau celana warna cerah yang ditumpuk secara kreatif. |
| Kaos Kaki & Sepatu Mencolok | Kaos kaki tinggi (knee-high socks) atau leg warmers warna-warni yang dipadukan dengan sepatu platform atau sneakers tebal. |
Perbedaan Decora dengan Subkultur Harajuku Lainnya
Dunia Harajuku fashion memiliki banyak cabang subkultur yang sepintas terlihat mirip bagi awam. Melansir Japan Today, berikut adalah perbedaan Decora Style dengan gaya Harajuku populer lainnya:
- Decora vs. Gyaru: Gyaru lebih fokus pada penampilan glamor, riasan mata tebal, kuku panjang (nail arts), dan kesan feminin-dewasa (party style). Sementara Decora fokus pada estetika anak-anak (childlike), keceriaan, dan tumpukan aksesori.
- Decora vs. Fairy Kei: Fairy Kei mengutamakan warna-warna pastel yang lembut (seperti baby pink, lavender, dan kuning muda) dengan nuansa nostalgia era 80-an. Sebaliknya, Decora klasik mengandalkan warna-warna kontras, cerah, dan neon.
- Decora vs. Lolita: Gaya Lolita sangat terikat pada aturan berpakaian ala era Victoria atau Rococo dengan gaun renda yang elegan. Decora jauh lebih santai, acak, dan tidak memiliki aturan ketat mengenai struktur pakaian.
Mengapa Decora Style Kembali Viral di Era Gen Z?
Decora Style kembali bangkit di era generasi muda saat ini, seperti pada fashion Naykilla yang viral, bukan sebuah kebetulan. Mengutip jurnal ilmiah Journal of Youth Studies, ada beberapa alasan utama mengapa decora style populer kembali, yakni:
- Daya Tarik Visual Media Sosial: Algoritma platform video pendek seperti TikTok dan Instagram Reels sangat menyukai konten penuh warna dan kontras tinggi. Gaya busana seperti Decora secara instan menarik perhatian penonton hanya dalam hitungan detik.
- Gerakan Anti-Minimalisme (Kidcore & Y2K Revival): Berdasarkan laporan tren mode dari Vogue Japan, setelah bertahun-tahun didominasi tren warna netral (earth tone) dan estetika serba polos (clean girl aesthetic), muncul kejenuhan di kalangan Gen Z. Decora menawarkan pelarian yang menyenangkan melalui konsep Kidcore dan nostalgia tahun 2000-an.
- Bentuk Kebebasan Ekspresi Diri: Mengutip dari penelitian psikologi busana oleh Fashion Institute of Technology (FIT) New York, di era modern, busana tak lagi sekadar penutup tubuh, melainkan media untuk mengekspresikan kepribadian dan kesehatan mental. Menggunakan pakaian berwarna-warni terbukti secara psikologis dapat meningkatkan suasana hati (dopamine dressing).
Panduan Mencoba Decora Style bagi Pemula
Bagi kamu yang ingin mengadaptasi Decora Style dalam penampilan sehari-hari tanpa terlihat terlalu ekstrem, coba cara mudah ini:
- Aksesori Rambut: Gunakan 5 hingga 10 jepitan rambut warna-warni pada poni secara sejajar. Ini langkah paling mudah untuk memberikan sentuhan khas Decora.
- Pilih Satu Kaus Karakter Favorit: Kenakan kaus berukuran oversized dengan grafis kartun atau warna cerah yang menjadi pusat perhatian.
- Tambahkan Perhiasan Warna-warni: Tumpuk beberapa gelang manik-manik atau kalung lucu, bisa juga memakai DIY beads.
- Sentuhan Plester Hias di Wajah: Tempelkan plester luka bergambar lucu di bagian hidung atau pipi.
Kesimpulan
Gaya busana eksentrik ala Naykilla yang viral memperlihatkan bahwa dunia fashion di Indonesia semakin terbuka terhadap ekspresi diri yang unik dan kreatif.
Decora Style dari Harajuku mengajarkan, berpakaian tidak harus selalu mengikuti aturan kaku atau standar kecantikan umum. Selama fashion tersebut membawa keceriaan dan rasa percaya diri, tabrak warna dengan banyak aksesori adalah cara sah untuk merayakan kebebasan berbusana.













