SOLO, Solokini.com — Pemandangan berbeda terlihat pada helatan Wisuda Program Sarjana ke-59, Magister Manajemen ke-38, dan Magister Hukum ke-5 Universitas Islam Batik (UNIBA) Surakarta di Gedung Graha Saba Buana, Rabu (30/9/2026).
Di antara 204 lulusan yang dilantik, tampak jajaran pejabat publik, legislator Jawa Tengah, hingga tokoh masyarakat yang melepas sejenak atribut jabatannya untuk menerima ijazah kelulusan.
Fenomena para pejabat daerah yang kembali ke bangku kuliah ini bukan sekadar ajang berburu gelar akademik semata.
Ada sudut pandang menarik yang membedakan mereka, yakni, keberanian menjadikan permasalahan riil birokrasi dan kelembagaan tempat mereka bertugas sebagai objek riset ilmiah. Penelitian tesis tersebut kemudian diuji, dianalisis, dan dijadikan formulasi kebijakan nyata guna membenahi tata kelola pemerintahan daerah.
Membawa ‘Pekerjaan Rumah’ Birokrasi ke Meja Akademik
Pejabat publik asal Jawa Tengah yang menuntaskan studi S2 Magister Manajemen di UNIBA Surakarta, yaitu Anggota DPRD Kota Semarang Dinda Ari Ayu Isnani, S.T., M.M., dan S1 Manajemen, Ketua DPRD Kabupaten Klaten Edy Sasongko, S.M., membuktikan bahwa riset dapat berfungsi langsung sebagai instrumen pemecah masalah (problem-solving tool) bagi kelembagaan tempat mereka mengabdi.
Dinda Ari Ayu Isnani, politisi muda Fraksi Partai Gerindra yang bertugas di Komisi D DPRD Kota Semarang, menyoroti masalah efektivitas pelayanan publik dan dinamika internal aparatur.
Alih-alih memilih topik riset normatif, ia memutuskan untuk ‘membedah’ dapur kelembagaannya sendiri dengan meneliti efektivitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan motivasi kerja di lingkungan Sekretariat DPRD Kota Semarang.
“Pengalaman menempuh pendidikan S2 Magister Manajemen di UNIBA sangat luar biasa. Dukungan para dosen serta dinamika diskusi rekan mahasiswa membantu kami yang memiliki jadwal pekerjaan padat,” ujar Dinda.
Melalui riset tesisnya, Dinda memfokuskan kajian pada pembenahan motivasi kerja pegawai agar pelayanan administrasi publik serta fasilitasi tugas-tugas legislasi di DPRD Kota Semarang dapat berjalan lebih responsif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Langkah serupa ditempuh oleh Ketua DPRD Kabupaten Klaten, Edy Sasongko, S.M., Pengalaman panjangnya sebagai Kepala Desa hingga terpilih empat periode di lembaga legislatif tidak lantas membuatnya merasa cukup ilmu. Ia secara terbuka mengidentifikasi isu burnout (kelelahan kerja) serta hambatan iklim kerja yang dialami oleh staf dan pegawai di lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Klaten.
“Dalam riset, kami meneliti secara mendalam bagaimana pengaruh burnout, lingkungan kerja, budaya organisasi, serta work-life balance terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) para pegawai,” ungkap Edy.
Berdasarkan hasil analisis data dan konsultasi akademis dengan para dosen pembimbing, Edy merumuskan solusi konkret untuk instansinya.
Ia merekomendasikan penerapan prinsip meritokrasi yang presisi, yakni penataan tugas dan beban kerja pegawai berdasarkan kompetensi nyata. Langkah ini dinilai efektif menekan angka stres kerja sekaligus mendorong pegawai untuk berkontribusi lebih dari sekadar tuntutan tugas formalnya.
Deretan Tokoh Publik dan Wisudawan Berprestasi Lainnya
Selain Dinda Ari Ayu Isnani dan Edy Sasongko, wisuda kali ini juga diikuti oleh sejumlah tokoh publik dan pejabat dari berbagai instansi di Jawa Tengah. Di antaranya adalah:
- dr. Henny Puspitosari Utami, M.Si. (Kepala RSUD Ir. Soekarno) – Lulusan Program S2 Magister Manajemen.
- Widodo, M.H. (Anggota DPRD Kabupaten Sragen) – Lulusan Program S2 Magister Hukum yang sekaligus meraih predikat lulusan terbaik dengan IPK 3,95.
- Hardiman, M.Si. (Lurah Parangjoro) – Lulusan Program S2 Magister Manajemen.
- Muhammad Hafidz, S.E., M.Si. (Anggota Dewan Pembina Yapertib) – Lulusan Program S2 Magister Manajemen.

Pihak kampus juga memberikan penghargaan khusus kepada 10 wisudawan/wati dengan IPK tertinggi dari masing-masing program studi, meliputi:
- Angga Arinda Tri Murti Nugroho, M.Si. (S2 Manajemen) – IPK 4,00
- Widodo, M.H. (S2 Hukum) – IPK 3,95
- Laila Nur Rahmadiyah, S.H. (S1 Hukum) – IPK 3,91
- Nur Lailatul Khoiriyah, S.M. (S1 Manajemen) – IPK 3,90
- Ica Salsa Bila, S.T. (S1 Teknik Industri) – IPK 3,89
- Isnaini Nurul Dzakiyyah, S.Ak. (S1 Akuntansi) – IPK 3,88
- Khairunnisa May Ardianti, S.P. (S1 Agroteknologi) – IPK 3,86
- Annissa Yoga Prastika, S.T. (S1 Teknik Sipil) – IPK 3,77
- Muchammad Fajar Himansya, S.P. (S1 Agribisnis) – IPK 3,69
- Thufail Basyarahil Zanjabila, S.Pt. (S1 Peternakan) – IPK 3,60
Momen haru dan unik juga mewarnai prosesi wisuda dengan hadirnya penerima penghargaan pasangan Orang Tua-Anak yang lulus bersamaan, yakni Ibu Nur Malasari, M.H. bersama anaknya Qonitah Zalfa Primayudhana, S.H. dan Muhammad Fakhrozi Primayudhana, S.Ak., serta pasangan bapak Oscar Prasetyo Adhi, M.H. bersama Fathah Oscar, M.H.
Penghargaan juga diberikan kepada orang tua dari almarhum Mahendra Prasetya Indah Dermawan (mahasiswa Prodi Hukum) yang diwakilkan.
Pendidikan Tanpa Batas Usia dan Pesan Kepemimpinan
Keberhasilan meraih gelar akademis ini membawa pesan kuat tentang pentingnya pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning). Di usianya yang menginjak 56 tahun, Edy Sasongko membuktikan bahwa faktor umur bukan penghalang untuk meningkatkan kapasitas intelektual demi kepemimpinan yang berbasis data dan metode ilmiah.
“Dunia terus berubah dan tantangan perekonomian maupun tata kelola pemerintahan semakin kompleks. Untuk menjawabnya, kita membutuhkan SDM yang adaptif. Jangan pernah lelah menuntut ilmu, karena ilmu adalah modal utama untuk memberikan pengabdian terbaik bagi daerah dan bangsa,” tegas Ketua DPRD Klaten tersebut.
Pesan ini sejalan dengan amatan Dinda Ari Ayu Isnani yang berharap langkah akademis para legislator ini dapat memberikan dampak edukatif bagi masyarakat. “Kami ingin menginspirasi masyarakat bahwa pendidikan itu sangat penting dan tidak terbatas oleh usia, jabatan, maupun latar belakang profesi,” tuturnya.
Rincian Wisuda dan Pesan Rektor UNIBA Surakarta
Rangkaian Sidang Senat Terbuka Wisuda Semester Gasal T.A. 2026/2027 dipimpin langsung oleh Ketua Senat UNIBA Surakarta, Dr. Suhendro, S.E., M.Si., Ak.
Pada periode kali ini, UNIBA meluluskan total 204 wisudawan/wati dari 4 fakultas yang terdiri atas 141 lulusan program Sarjana (S1) dan 63 lulusan program Magister (S2). Menariknya, sebanyak 144 lulusan berhasil meraih predikat Cumlaude.
Berikut rincian detail jumlah wisudawan/wati per fakultas dan program studi:
1. Fakultas Hukum (82 orang)
- Program Studi Hukum (S1): 62 orang
- Program Studi Magister Hukum (S2): 20 orang
2. Fakultas Ekonomi (81 orang)
- Program Studi Manajemen (S1): 18 orang
- Program Studi Akuntansi (S1): 20 orang
- Program Studi Magister Manajemen (S2): 43 orang
3. Fakultas Pertanian (22 orang)
- Program Studi Agroteknologi (S1): 13 orang
- Program Studi Peternakan (S1): 7 orang
- Program Studi Agribisnis (S1): 2 orang
4. Fakultas Teknik (19 orang)
- Program Studi Teknik Industri (S1): 10 orang
- Program Studi Teknik Sipil (S1): 9 orang
Dalam amanatnya, Rektor UNIBA Surakarta menegaskan bahwa wisuda bukanlah puncak pencapaian akademis, melainkan langkah awal untuk memberikan kontribusi nyata di masyarakat. Rektor menyampaikan tiga pesan utama kepada seluruh wisudawan, yakni:
- Jadilah Pembawa Solusi: “Jadilah pembawa solusi, bukan bagian dari masalah. Orang besar adalah mereka yang tetap tenang di tengah kekacauan, dan tetap memberi terang saat orang lain tenggelam dalam kegelapan. Di tengah banyaknya keluhan dan kelamnya persoalan bangsa ini, jadilah lentera bukan api yang membakar, tapi cahaya yang menerangi.”
- Tanggalkan Ego dan Bangun Sinergi: “Zaman ini tidak lagi membutuhkan orang yang hebat sendirian. Ia membutuhkan tim yang solid, yang bisa saling menguatkan, saling menopang. Belajarlah untuk bekerja sama. Bergabunglah dalam gerakan-gerakan kebaikan. Jangan berdiri sendiri, karena sejatinya kita ini diciptakan untuk hidup berjamaah, bukan berjalan seorang diri.”
- Tingkatkan Spiritual: “Hidup di era digital sangat rentan membuat kita merasa kosong, hilang arah. Sebesar apa pun ambisi kita, sehebat apa pun ilmu kita, tetap ada kekuatan yang jauh lebih besar: Allah SWT. Mintalah petunjuk-Nya, doakan langkah-langkah kalian, dan libatkan Allah dalam setiap rencana serta cita-cita.”
Melalui integrasi riset tesis berbasis masalah publik yang dilakukan oleh para pejabat daerah ini, UNIBA Surakarta membuktikan perannya sebagai kampus yang tidak hanya mencetak lulusan akademis, tetapi juga melahirkan kebijakan publik yang lebih terukur, humanis, dan berdampak langsung bagi kemajuan tata kelola pemerintahan di Jawa Tengah.












