Solokini.com, Solo – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Dr. Muhaimin Iskandar, mengajak Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo untuk berkolaborasi dalam riset akademis guna mewujudkan kemandirian pangan nasional berbasis kearifan lokal.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Seminar Nasional “Desa Berdaya: Peran Milenial dalam Mendukung Kemandirian Pangan Lokal Berkelanjutan” di Auditorium UNS, Solo, Kamis (2/7).
Acara ini merupakan hasil sinergi antara Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat dengan Forum Mahasiswa Agroteknologi UNS.
Dalam pemaparannya, Muhaimin menekankan tiga pilar utama untuk mencapai kemandirian pangan tingkat makro.
Pertama, mengubah politik pangan nasional dengan menghentikan ketergantungan impor, khususnya komoditas terigu, dan mengoptimalkan bahan baku lokal.
Kedua, mengarahkan anggaran politik pangan untuk mendukung inovator lokal. Ketiga, memperkuat basis pangan pada ilmu pengetahuan dan riset akademis.
“Saya siap bekerja sama dengan UNS untuk mengumpulkan seluruh inovator, praktisi, dan pelaku dari tingkat perintis hingga yang paling sukses agar tercipta kolaborasi,” ujar Muhaimin.
Merespons ajakan tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Penelitian UNS, Prof. Dr. Fitria Rahmawati, S.Si., M.Si., menyampaikan apresiasi tertingginya.
Ia menyatakan UNS siap menjadi laboratorium hidup (living laboratory) bagi kebijakan pemerintah untuk melahirkan teknologi tepat guna bagi masyarakat.
Sebagai langkah konkret terdekat, Prof. Fitria mengumumkan bahwa minggu depan UNS akan melepas 2.930 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke 28 kabupaten di Indonesia.
Ribuan mahasiswa tersebut nantinya akan difokuskan pada program kerja bertema penguatan sektor pertanian dan pemberdayaan masyarakat desa.














