
Isu teror klitih yang sempat meresahkan warga Solo baru-baru ini akhirnya diluruskan oleh pihak kepolisian. Polresta Surakarta menyatakan bahwa kasus pembacokan di Jalan Gatot Subroto (Gatsu) pada Jumat dini hari, 15 Mei 2026 murni karena salah paham, bukan aksi klitih.
Kasihumas Polresta Surakarta, AKP Lingga Ramadhani, menjelaskan insiden berdarah itu berawal dari perselisihan lalu lintas di simpang Pasar Mbeling sekitar pukul 03.15 WIB. Pelaku yang mengendarai motor berbelok terlalu melebar hingga hampir menabrak korban.
“Sempat saling menoleh, pelaku kemudian mengejar korban sampai ke dekat Matahari Singosaren,” jelas AKP Lingga.
Nahas, pelaku yang tersulut emosi nekat memukul helm korban dengan celurit kecil dan melukai paha kanan korban. Korban yang mengalami luka robek hingga mendapat 10 jahitan langsung melaporkan kasus ini ke Polsek Serengan.
Pihak kepolisian menegaskan kasus ini murni penganiayaan akibat cekcok di jalan raya. Saat ini, tim gabungan Polsek Serengan dan Satreskrim Polresta Surakarta sedang memburu pelaku. Warga Solo diimbau tidak panik dan tidak mudah terprovokasi.













