Charlie Puth dan Hikaru Utada Rilis “Home”, Sebuah Manifesto Cinta Bilingual yang Menembus Batas Budaya

Solokini.com — Charlie Puth kembali membuktikan kemampuannya dalam mengubah memori personal menjadi lagu pop yang megah.

Melalui single terbaru berjudul “Home” yang dirilis pada 9 Maret 2026, Charlie Puth menggandeng ikon J-Pop, Hikaru Utada.

Keduanya menciptakan sebuah karya yang mendefinisikan ulang arti rasa memiliki yang direpresentasikan dengan rumah.

Lagu ini merupakan materi krusial dari album keempat Puth, “Whatever’s Clever!”, yang dijadwalkan meluncur akhir Maret ini.

Diproduseri bersama BloodPop, “Home” membawa nuansa R&B pertengahan 90-an yang hangat dengan tekstur produksi modern yang presisi.

Rumah Sebagai Sosok, Bukan Bangunan

Bagi Charlie Puth, lagu ini adalah sebuah titik balik dalam hidupnya.

Mengutip Rolling Stone (Maret 2026) dalam artikel bertajuk “Charlie Puth on Fatherhood and New Horizons”, ia menyatakan lagu ini merupakan dedikasi penuh untuk istrinya, Brooke Sansone, yang tengah mengandung anak pertama mereka.

“Lagu ini adalah surat cinta paling jujur yang pernah saya tulis. Saya ingin menangkap perasaan ketika Anda akhirnya berhenti mencari karena Anda sudah sampai di ‘rumah’. Brooke adalah inspirasi utama,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pamor Cafe, Mendefinisikan Ulang Senja di Terminal Tirtonadi Solo

Charlie Puth juga menambahkan, keterlibatan Utada Hikaru memberikan perspektif yang lebih luas.

Menurutnya, kehadiran wanita yang akrab disapa Hikki ini, memberikan dimensi universal yang tidak bisa dia capai sendirian.

Dalam sebuah video wawancara bersama Billboard News (10 Maret 2026), Puth juga memuji musikalitas Utada yang luar biasa.

Ia mengaku “merinding” saat mendengar demo vokal Jepang yang dikirimkan Utada.

Bahkan, pelantun “One Call Away” ini menyebutnya sebagai emosi murni yang melampaui sekadar terjemahan lirik.

Perspektif “Uchi” dari Hikaru Utada

Kehadiran Hikaru Utada dalam kolaborasi ini bukan sekadar pelengkap vokal. Ia menulis sendiri lirik bagian bahasa Jepang yang mengeksplorasi filosofi rumah yang mendalam.

Mengutip Oricon News Japan (9 Maret 2026), Utada menjelaskan adanya tantangan kreatif di balik penulisan lirik bilingual tersebut.

“Menulis lirik bahasa Jepang untuk melodi pop Amerika adalah tantangan yang saya nikmati. Saya ingin mengeksplorasi konsep ‘Uchi’ (rumah) yang bagi orang Jepang bukan sekadar bangunan fisik, tapi ruang aman di dalam hati,” ungkap Utada.

Baca Juga :  Pamor Cafe, Mendefinisikan Ulang Senja di Terminal Tirtonadi Solo

Melansir The Japan Times (11 Maret 2026), proses kolaborasi ini dilakukan secara intensif melalui diskusi daring.

Utada menceritakan, meski Puth adalah produser yang sangat presisi, ia diberi kebebasan artistik penuh untuk menjadi dirinya sendiri. Sehingga kolaborasi ini terasa sangat organik tanpa tekanan industri.

Visualisasi Keheningan

Video musik yang disutradarai oleh Hunter Moreno melengkapi narasi lagu ini dengan visual yang melankolis namun indah.

Menampilkan kedua artis di dalam rumah kosong, video tersebut menjadi metafora bahwa ruang fisik tetaplah hampa tanpa kehadiran jiwa yang dicintai.

“Home” diprediksi akan menjadi salah satu momen penting dalam industri musik global tahun 2026, menyatukan basis penggemar Barat dan Asia dalam satu harmoni yang menyentuh.

Berita sebelumyaDukung Mudik Nyaman, KAI Wisata Distribusikan Peta Resmi Jalur Lebaran 2026