Solokini.com, Solo – Solo Entrepreneur Community (SOLEC) menggelar aksi bakti sosial khitanan massal di Hotel Minoa Surakarta (Solo), Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan untuk melengkapi kemeriahan ajang UMKM Vaganza ini diikuti 20 anak dari lima kecamatan di wilayah Kota Solo.
Ada pemandangan unik sebelum prosesi khitan dimulai. Untuk mengurangi rasa tegang, para peserta diajak berkeliling menikmati suasana kota menggunakan armada bajaj mengitari area Sumber.
Pawai ceria ini pun sukses memicu gelak tawa dan antusiasme tinggi dari anak-anak, yang sebagian besar mengaku baru pertama kali menaiki moda transportasi roda tiga tersebut.
Koordinator Khitanan Massal, Sundu Siyach menjelaskan, kegiatan bakti sosial ini berjalan sukses berkat kolaborasi lintas sektor.
Acara sendiri diawali dengan seremoni penyerahan simbolis dari pihak sponsor kepada para peserta sebelum mereka diarak.
“Alhamdulillah acara khitan massal hari ini sukses dan berjalan lancar. Kami melihat anak-anak sangat senang diajak berkeliling naik bajaj terlebih dahulu untuk mengurangi rasa tegang mereka,” ujar Sundu di sela-sela acara.
Sundu tidak menampik adanya tantangan psikologis yang dihadapi panitia sejak pagi hari. Beberapa anak sempat merasa ketakutan dan berniat untuk mengundurkan diri dari daftar peserta.
Namun, berkat pendekatan persuasif dan kesabaran dari orang tua serta tim pendamping, anak-anak tersebut akhirnya memberanikan diri untuk tetap ikut serta hingga prosesi selesai.
Terselenggaranya aksi sosial ini didukung oleh berbagai pihak dan sponsor strategis. Di antaranya, Baznas, Komunitas Seloka, Rotary Club Solo Kartini dan Dukungan Personal dari Pak Toha (Donasi kain sarung untuk seluruh peserta).
Selain mendapatkan layanan khitanan gratis, masing-masing anak juga membawa pulang bingkisan dan uang santunan.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh sponsor dan pihak yang membantu. Banyak apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam mengalir dari para orang tua yang merasa sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini,” pungkas Sundu.














