SRAGEN, Solokini.com – Musim kemarau panjang yang melanda wilayah Jawa Tengah mulai berdampak signifikan terhadap ketersediaan air bersih di beberapa titik pedesaan. Merespons kondisi darurat kekeringan tersebut, sektor swasta bersama unsur TNI dan elemen masyarakat bergerak cepat mengulurkan bantuan kemanusiaan.
Manajemen favehotel Manahan Solo dan favehotel Solo Baru bergandengan tangan dengan Kodim 0725/Sragen serta berbagai komunitas sosial menggelar kegiatan bertajuk Aksi Bersama Peduli Kekeringan 2026, Rabu (16/9/2026). Aksi tanggap darurat ini dipusatkan di kawasan terdampak kekeringan paling parah, yakni Desa Poleng, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen.
Dalam kegiatan kepedulian sosial ini, disalurkan sedikitnya 7 tangki air bersih, 1.000 porsi minuman segar, 100 paket sembako, hingga bantuan alat kesehatan berupa kursi roda untuk warga yang membutuhkan.
Pasokan Air Bersih Sasar Empat Dukuh Terdampak Kekeringan di Desa Poleng
Dampak kemarau panjang tahun ini memaksa sebagian warga di wilayah utara Bengawan Solo, khususnya Kecamatan Gesi, harus menempuh jarak relatif jauh demi mendapatkan air bersih guna kebutuhan harian. Sumber air warga setempat mulai menyusut dramatis sejak beberapa minggu terakhir.
Untuk meredakan krisis tersebut, sebanyak 7 tangki armada air bersih didistribusikan secara merata ke empat titik pemukiman warga di Desa Poleng. Keempat lokasi sasaran distribusi tersebut meliputi:
- Dukuh Bendorejo RT 10, Desa Poleng
- Dukuh Grengseng RT 05, Desa Poleng
- Dukuh Ngerco RT 12, Desa Poleng
- Dukuh Grengseng RT 04, Desa Poleng
Warga tampak antusias mengantre dengan membawa deretan jeriken, ember, dan drum penampungan saat armada tangki tiba di pemukiman. Kedatangan bantuan air bersih ini langsung memberikan kelegaan bagi ratusan kepala keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan memasak, minum, serta sanitasi.
Kolaborasi Lintas Sektor: Perhotelan, TNI, dan Komunitas Sosial
Aksi sosial berskala besar ini dapat terwujud berkat kolaborasi lintas sektoral yang solid. Selain favehotel Solo Raya dan Kodim 0725/Sragen, sejumlah organisasi masyarakat dan mitra swasta turut ambil bagian sebagai donatur serta relawan lapangan.
Beberapa pihak yang terlibat aktif dalam gerakan kemanusiaan ini antara lain, Pejuang Sosial Community (PSC), Yayasan Tangan Baik, Teh Sepeda Balap, berbagai komunitas relawan lokal dan tokoh masyarakat setempat.
Sinergi antara industri perhotelan, aparat pertahanan negara, serta relawan kemanusiaan ini membuktikan kuatnya nilai gotong royong di Solo Raya dalam menghadapi tantangan bencana musiman.
Pembagian 1.000 Es Teh, Sembako, hingga Kursi Roda bagi Warga
Tidak hanya menyalurkan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga, panitia Aksi Bersama Peduli Kekeringan 2026 juga menyiapkan ragam bantuan sosial lainnya untuk menyegarkan dan meringankan beban ekonomi warga.
Guna memberikan kesegaran di tengah cuaca kemarau yang terik, sebanyak 1.000 porsi es teh dibagikan secara gratis di dua lokasi strategis, yakni:
- Jalur Utama Depan Makodim 0725/Sragen: Dibagikan kepada para pengguna jalan, pengendara sepeda motor, dan pengemudi yang melintas menuju arah Solo maupun Ngawi.
- Kawasan Pemukiman Warga: Dibagikan secara langsung kepada masyarakat di Dukuh Bendorejo RT 10, Desa Poleng, Gesi.
Selain itu, paket bantuan bahan pangan pokok (sembako) sebanyak 100 paket diserahkan secara simbolis dan pintu ke pintu (door to door) khusus untuk keluarga prasejahtera di Dukuh Bendorejo RT 10.
Dalam momentum tersebut, rombongan relawan dan manajemen hotel juga menyerahkan bantuan khusus berupa 1 unit kursi roda. Bantuan ini diberikan langsung kepada salah satu warga lokal yang sedang berjuang memulihkan kondisi kesehatan akibat penyakit stroke. Kehadiran alat bantu jalan ini diharapkan mampu menunjang mobilitas dan aktivitas harian penerima manfaat.
Komitmen favehotel Solo Raya dan Apresiasi dari Kodim 0725/Sragen
Hotel Manager favehotel Manahan Solo dan favehotel Solo Baru, Khuswatus Solikhin, menegaskan bahwa aksi kepedulian ini merupakan bagian integral dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan dalam merespons isu-isu lingkungan dan kemanusiaan di sekitar Solo Raya.
“Musim kemarau yang panjang membuat kebutuhan air bersih menjadi semakin krusial bagi masyarakat. Melalui Aksi Bersama Peduli Kekeringan 2026 ini, kami ingin hadir secara nyata dan berbagi dengan saudara-saudara kita yang membutuhkan. Bagi kami, kolaborasi antarsektor—baik hotel, TNI, komunitas, maupun swasta—merupakan kekuatan utama untuk menyebarkan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan,” ujar Khuswatus Solikhin.
Ia menambahkan bahwa favehotel Manahan Solo dan favehotel Solo Baru berkomitmen untuk terus konsisten menggelar berbagai program tanggung jawab sosial masyarakat sebagai wujud kontribusi positif bagi wilayah Solo Raya dan sekitarnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0725/Sragen, Mayor Cba Beni Yusdiantoro, S.E., memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas insiatif dan kepedulian segenap pihak yang terlibat.
“Kegiatan sosial seperti ini adalah wujud nyata kepedulian bersama terhadap kondisi masyarakat, khususnya warga Sragen yang saat ini tengah menghadapi krisis air bersih akibat musim kemarau. Kami sangat mengapresiasi seluruh kontributor yang telah menyatukan langkah. Semoga bantuan ini tidak hanya meringankan beban harian masyarakat, tetapi juga terus merawat serta memperkuat semangat gotong royong di tengah ujian kemarau panjang,” tutur Mayor Cba Beni Yusdiantoro.
Pengingat Pentingnya Solusi Berkelanjutan Penanganan Kekeringan
Aksi penyaluran air bersih di Kecamatan Gesi, Sragen ini menjadi pengingat penting bahwa dampak perubahan iklim dan kemarau panjang memerlukan perhatian bersama. Kolaborasi sederhana yang dieksekusi dengan terencana mampu memberikan dampak langsung bagi keberlangsungan hidup masyarakat desa.
Bantuan darurat berupa air bersih, sembako, hingga peralatan medis darurat diharapkan dapat menjadi penyambung asa bagi warga terdampak sembari menunggu datangnya musim penghujan. Ke depan, kolaborasi lintas elemen seperti ini diharapkan terus terjalin guna mempercepat penanganan bencana kekeringan di wilayah Soloraya.











