SDN Mojosongo V Surakarta Gelar Aksi Mewarnai Wayang Babad Kartasura Bareng ISI Surakarta

PISN FSRD ISI Surakarta bekerja sama dengan Sanggar Wayang Gamelan Sangswara menggelar "Wayang Goes to School" di SD Negeri Mojosongo V Surakarta, Kamis (30/7/2026).

Solokini.com, Solo — Sebanyak 200 siswa kelas 5 dan 6 SD Negeri Mojosongo V Surakarta antusias mengikuti kegiatan mewarnai karakter Wayang Babad Kartasura di halaman sekolah, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan bertajuk Wayang Goes to School ini diinisiasi oleh tim Program Inovatif Seni Nusantara (PISN) FSRD ISI Surakarta yang bekerja sama dengan Sanggar Wayang Gamelan Sangswara.

Acara dibuka dengan pemaparan materi wawasan wayang oleh narasumber dari Sanggar Sangswara. Para siswa diajak mengenal elemen tubuh wayang, bahan, gapit, hingga makna warna dan tata busana karakter wayang yang diawali dengan tembang dolanan.

Baca Juga :  Favehotel Manahan Solo Rangkul Solorunners Kampanye Gaya Hidup Sehat Lewat TNR

Setelah mendapatkan materi, para siswa langsung mempraktikkan pengenalan budaya tersebut dengan mewarnai karakter Wayang Babad Kartasura di media kertas A4 menggunakan pastel, pensil warna, hingga spidol.

Ketua Tim Hibah PISN ISI Surakarta, Basnendar Herry Prilosadoso menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk menghadirkan alternatif media pembelajaran yang edukatif sekaligus rekreatif bagi siswa.

“Kegiatan ini dirancang agar anak-anak dapat mengenal warisan budaya secara menyenangkan melalui pendekatan yang interaktif,” ujar Basnendar di sela-sela kegiatan.

Acara Wayang Goes to School ini merupakan bagian dari rangkaian program Hibah PISN Kemdiktisainstek bertajuk Revitalisasi Sejarah Babad Kartasura Melalui Eksistensi Dalang Wanita Lewat Pagelaran Kolaborasi Wayang dengan Motion Graphic.

Baca Juga :  Tahir Solo Museum Resmi Buka, Jadi Pusat Edukasi Sains dan Budaya Baru

Tim hibah ini beranggotakan dosen FSRD ISI Surakarta, Ana Rosmiati, Indriati Suci Pravitasari, dan Sri Murwanti, serta melibatkan sejumlah mahasiswa.

Kepala SD Negeri Mojosongo V Surakarta, Tukadi, menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia menegaskan pentingnya mengenalkan seni tradisi seperti wayang kepada anak-anak sejak usia dini agar mereka merasa dekat dan bangga terhadap warisan budaya bangsa.

Berita sebelumyaPeringati Hari Anak Nasional 2026, Pemkot Solo Gelar Kampung Keren Tanpa Rokok Award