Indonesia Bidik 10 Besar Asian Para Games 2026, Target 7 Emas

Kontingen National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) dilepas Menpora Erick Thohir menjelang ajang Asian Para Games 2026 Nagoya di Pendaphi Gedhe, Balaikota Surakarta, Senin, 12 Oktober 2026 sore.
Kontingen National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) dilepas Menpora Erick Thohir menjelang ajang Asian Para Games 2026 Nagoya di Pendaphi Gedhe, Balaikota Surakarta, Senin, 12 Oktober 2026

SOLO, Solokini.com – Kontingen Indonesia memasang target menembus 10 besar pada Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang. Untuk mencapai sasaran tersebut, Indonesia membidik 7 medali emas, 8 perak, dan 17 perunggu dari 12 cabang olahraga yang diikuti.

Chef de Mission (CdM) kontingen National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Reda Manthovani mengatakan target ini diusung setelah National Paralympic Committee (NPC) Indonesia melakukan analisis serta evaluasi terhadap potensi prestasi atlet.

Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan capaian selama menjalani latihan dan hasil kualifikasi sesuai kriteria Asian Paralympic Committee. Reda mengungkapkan target peringkat dan medali itu disebut sebagai sasaran realistis sekaligus motivasi bagi para atlet.

“Secara realistis dan sekaligus sebagai motivasi bagi para atlet telah ditetapkan target Kontingen Indonesia adalah meraih posisi 10 besar pada Asian Paralympic Games ke-5 Aichi, Nagoya,” kata dia, dalam Pengukuhan dan Pelepasan Kontingen Asian Para Games Nagoya di Balai Kota Solo, Senin, 12 Oktober 2026.

Siap Fisik dan Mental

Pihaknya menyebut target tersebut menjadi tolok ukur bagi kontingen dalam menghadapi persaingan selama Asian Para Games 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 18–24 Oktober 2026.

Baca Juga :  Persis Solo Bersaing dengan Persik dan Deltras di League Cup 2026/2027

Dia menerangkan upaya mengejar target tidak hanya bertumpu pada atlet yang telah memiliki pengalaman di tingkat internasional. Setiap cabang olahraga juga memiliki peluang untuk menyumbangkan hasil terbaik berdasarkan perkembangan performa dan persiapan yang telah dijalani.

Selain persiapan teknis, kesiapan fisik dan mental juga menjadi perhatian. Dalam laporan kontingen, seluruh atlet dinyatakan siap secara fisik dan mental untuk berjuang meraih prestasi tertinggi di setiap pertandingan.

Indonesia akan mengandalkan 103 para atlet di 12 cabang olahraga. Mereka didampingi pelatih, manajer, tenaga pendukung, dan tim medis untuk membantu kebutuhan selama pertandingan berlangsung.

“Dengan ini kami menyatakan bahwa seluruh atlet Indonesia yang akan berpartisipasi dalam Asian Paralympic Games ke-5 Aichi, Nagoya telah siap secara fisik dan mental untuk berjuang meraih prestasi tertinggi dalam setiap pertandingan,” jelas dia.

Kontingen National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) dilepas Menpora Erick Thohir menjelang ajang Asian Para Games 2026 Nagoya di Pendaphi Gedhe, Balaikota Surakarta, Senin, 12 Oktober 2026 sore.
Kontingen National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) dilepas Menpora Erick Thohir menjelang ajang Asian Para Games 2026 Nagoya di Pendaphi Gedhe, Balaikota Surakarta, Senin, 12 Oktober 2026 sore.

Persiapan Optimal

Ratusan atlet NPC Indonesia telah melakukan periapan secara optimal dalam menatap Asian Para Games edisi kelima. Dimulai dari program pemusatan latihan di Solo untuk mematangkan fisik dan teknik.

Kemudian para atlet mengikuti uji tanding serta mempelajari evaluasi untuk peningkatan performa. Hingga memulihkan kondisi sejak akhir September 2026, guna berada dalam kondisi prima sebelum bertolak ke Nagoya.

Baca Juga :  Persis Solo Imbang Lawan De Red FC, Ini Pembelaan Ricky Nelson

“Total Indonesia punya 76 medali emas sepanjang sejarah Asian Para Games, yang berhasil direbut oleh atlet pendahulu. Terpaut 15 medali dari Thailand. Kita harus nomor satu di Asia Tenggara. Kita bisa asal semua elemen kompak, kita pastikan semua persiapan tercapai,” ungkap Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir.

Dukungan Penuh Pemerintah

Dia menegaskan persiapan atlet harus menjadi kerja bersama. Menurut Erick, gotong royong dan koordinasi antarpemangku kepentingan menjadi bagian penting untuk mendorong Indonesia bersaing lebih kuat di level internasional.

Erick meminta para atlet memberikan kemampuan terbaik dan tidak menyia-nyiakan kesempatan bertanding. Dia juga menyatakan siap mendampingi perjuangan kontingen Indonesia.

“Saya akan hadir mendampingi teman-teman atlet yang berjuang di Nagoya nanti. Kesempatan tidak datang dua kali, target harus kita raih. Kemudian ada perhatian khusus dari Presiden Prabowo Subianto dan soal bonus jangan khawatir,” tegas Erick Thohir.

Berita sebelumyaIndonesia Sedang Tidak Baik-baik Saja, Rock in Solo 2026 Resmi Ditunda