Banjir Rendam 8 Kelurahan di Solo, PMI Terjunkan Ambulans dan Salurkan Air Bersih

Solokini.com, Solo – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surakarta bergerak cepat menangani dampak banjir yang merendam delapan kelurahan di Kota Solo sejak Selasa (14/4/2026) malam.

Selain mengerahkan relawan evakuasi, PMI memfokuskan bantuan pada layanan kesehatan, distribusi air bersih, dan logistik bagi ratusan warga terdampak.

Ketua PMI Solo, Sumartono Hadinoto, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Wali Kota dan BPBD Kota Surakarta untuk mempercepat penanganan darurat.

“Sejak semalam terjadi banjir, kami segera mengambil bagian dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait,” ujar Sumartono, Rabu (15/4/2026).

Baca Juga :  Asosiasi Pengembang Solo Raya Desak Sinkronisasi Kebijakan LSD demi Target 3 Juta Rumah

Dalam operasi kemanusiaan ini, PMI mengerahkan sejumlah armada dan personel untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga, di antaranya:

  • Layanan Kesehatan: Unit ambulans beserta tim medis disiagakan untuk memberikan pertolongan cepat dan mengantisipasi penyakit pascabanjir.
  • Air Bersih: Empat tangki air bersih dikirim ke lokasi terdampak guna memenuhi kebutuhan konsumsi harian warga.
  • Logistik: Distribusi nasi siap saji mulai disalurkan pada hari kedua untuk menjamin kebutuhan pangan pengungsi.
Baca Juga :  Asosiasi Pengembang Solo Raya Desak Sinkronisasi Kebijakan LSD demi Target 3 Juta Rumah

Berdasarkan data sementara, banjir ini berdampak pada 715 kepala keluarga (KK), dengan 109 warga terpaksa mengungsi. Adapun delapan kelurahan yang terdampak meliputi:

  1. Pajang
  2. Joyosuran
  3. Tipes
  4. Joyontakan
  5. Bumi
  6. Sondakan
  7. Kratonan
  8. Panularan

PMI juga menerjunkan relawan tingkat kelurahan, termasuk anggota Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT), untuk membantu proses evakuasi dan pendataan warga.

“Kami akan terus memantau perkembangan situasi dan mengerahkan seluruh sumber daya hingga kondisi benar-benar pulih,” tegas Sumartono.

Berita sebelumyaPeluang Emas Bisnis Skincare di Indonesia: Analisis Pasar 2026