Solokini.com, Boyolali — Bandara Adi Soemarmo Boyolali resmi memulai operasional penerbangan haji tahun 2026 pada Rabu, 22 April 2026 dini hari.
Sebanyak 360 Calon Jamaah Haji (Calhaj) asal Kabupaten Tegal yang tergabung dalam kloter pertama telah diterbangkan menuju tanah suci pada pukul 02.28 WIB.
Para jamaah diberangkatkan menggunakan pesawat Garuda Indonesia jenis Airbus A330-900 dengan nomor penerbangan GIA 6101.
Peristiwa ini menandai dimulainya Fase I Embarkasi yang dijadwalkan berlangsung hingga 21 Mei 2026 mendatang.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Adi Somarmo, Hery Purwanto, menegaskan kesiapan penuh pihak bandara dalam melayani 81 kloter dengan total 29.121 jamaah.
“Untuk mendukung operasional penerbangan haji, jam operasional Adi Soemarmo akan berlaku selama 24 jam. Kami telah memastikan kesiapan fasilitas baik di sisi udara (airside) maupun sisi darat (landside),” jelas Hery.
Secara teknis, Bandara Adi Soemarmo telah mengantisipasi kesiapan mulai dari fasilitas keamanan, parkir pesawat, hingga layanan fast track.
Fasilitas Keamanan: Penempatan 2 unit X-ray kabin, 2 X-ray bagasi, serta alat deteksi logam (WTMD dan HHMD) di Asrama Haji Donohudan.
Parkir Pesawat: Penyediaan lima parking stand khusus (posisi 6, 8, 10, 11A, dan 13A).
Layanan Fast Track: Kesiapan operasional Makkah Route oleh imigrasi Arab Saudi di terminal keberangkatan internasional untuk mempercepat proses dokumen jamaah.
Fase keberangkatan (Embarkasi) akan berakhir pada 21 Mei 2026, sementara Fase II Kepulangan (Debarkasi) dijadwalkan berlangsung pada 22 Juni – 29 Juni 2026.
Tahun ini, Bandara Adi Soemarmo melayani jamaah dari berbagai wilayah di Jawa Tengah, mencakup 27 kabupaten/kota mulai dari wilayah Pantura, Kedu, hingga Solo Raya.
Kelancaran operasional ini didukung oleh koordinasi intensif antara Kemenag, TNI, Imigrasi, Bea Cukai, hingga maskapai Garuda Indonesia yang didukung oleh armada cadangan dari Lion Air, San Marino, dan Air Asia.














