PMI Kota Surakarta Gelar Rakor Sinergi Kemanusiaan

Rapat Koordinasi (Rakor) PMI Kota Surakarta (Solo) bersama PMI Kecamatan se-Kota Surakarta untuk memperkuat tata kelola organisasi dan memperluas jangkauan pelayanan sosial, Senin (2/11/2026).

SOLO, Solokini.com — Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surakarta (Solo) sukses menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama PMI Kecamatan se-Kota Surakarta sebagai upaya untuk memperkuat tata kelola organisasi dan memperluas jangkauan pelayanan sosial, Senin (2/11/2026).

Mengusung semangat “Satu Frekuensi untuk Kemanusiaan”, pertemuan strategis ini dirancang untuk menyelaraskan program kerja, mempererat sinergitas, serta mengoptimalkan penanganan isu-isu kemanusiaan hingga ke tingkat akar rumput.

Rakor yang berlangsung penuh keakraban namun tetap berfokus pada hasil ini dihadiri oleh jajaran Pengurus PMI Surakarta, para Camat dari seluruh wilayah Kota Surakarta, serta jajaran Pengurus PMI Kecamatan se-Kota Surakarta.

Kehadiran lintas unsur pimpinan ini menegaskan komitmen bersama dalam membangun jejaring kepedulian yang solid, responsif, dan terpadu di wilayah Solo dan sekitarnya.

Menyelaraskan Langkah dan Mekanisme Penggalangan Dana

Dalam forum rakor tersebut, sejumlah agenda krusial menjadi topik pembahasan utama. Salah satu materi penting yang dipaparkan adalah mengenai ketentuan dan mekanisme teknis penggalangan dana kemanusiaan.

Hal ini bertujuan agar seluruh proses penghimpunan dana di tingkat kecamatan berjalan sesuai regulasi, transparan, dan akuntabel.

Selain penggalangan dana, PMI Solo juga memaparkan ragam program kerja strategis yang dapat diadaptasi serta dikembangkan oleh masing-masing PMI Kecamatan. Dengan adanya penyelarasan ini, program kepedulian tidak lagi terpusat di tingkat kota semata, melainkan mampu merespons kebutuhan spesifik masyarakat lokal secara lebih cepat dan efisien.

PMI Sebagai Wadah Pengabdian dan Ladang Amal

Dalam arahannya, Ketua PMI Surakarta, Sumartono Hadinoto, menegaskan kembali filosofi dasar gerakan Palang Merah. Ia menyampaikan bahwa organisasi PMI adalah ruang terbuka bagi siapa saja yang ingin mendedikasikan diri bagi pelayanan sosial dan aksi kemanusiaan.

Baca Juga :  Respati Fokus Pangkas Jukir 50 Persen, Siapkan Alih Profesi Via Rumah Siap Kerja

“PMI Kota Surakarta adalah ladang amal bagi kita semua. Untuk itu, kami membuka kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh Pengurus PMI Kecamatan se-Kota Surakarta untuk dapat memanfaatkan berbagai program yang dimiliki PMI Kota Surakarta,” tuturnya.

“Sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan,” lanjut Sumartono dalam sambutannya.

Sumartono menekankan pentingnya membangun kesamaan visi dan persepsi di seluruh tingkatan kepengurusan.

Menurutnya, keberhasilan misi kemanusiaan PMI tidak hanya bergantung pada kualitas program yang dirancang di tingkat markas kota, melainkan sangat ditentukan oleh koordinasi yang padu dan keterlibatan aktif kepengurusan di tingkat kecamatan.

“Melalui kegiatan koordinasi ini, kami berharap hubungan antara PMI Kota Surakarta dengan PMI Kecamatan semakin erat,” tegas Sumartono Hadinoto.

“Kesamaan pemahaman, visi, dan langkah organisasi menjadi hal penting agar seluruh jajaran PMI dapat bergerak dalam satu frekuensi. Dengan demikian, berbagai kebutuhan masyarakat dapat diidentifikasi dan ditangani secara lebih cepat, tepat, serta berkelanjutan,” pungkasnya.

Inovasi dari Kecamatan: Model Integrasi PMI Banjarsari

Langkah proaktif PMI Kota Surakarta dalam menggelar rapat koordinasi ini mendapat sambutan hangat dari jajaran pengurus di tingkat kecamatan.

Perwakilan Pengurus PMI Kecamatan Banjarsari, Utik Sri Wahyuni, menyampaikan apresiasinya atas ruang dialog dan konsolidasi yang digagas oleh pengurus kota.

“Rakor ini sangat penting untuk meningkatkan sinergitas antara PMI Kota Surakarta dengan PMI di tingkat kecamatan. Melalui kegiatan ini, kami sebagai pengurus PMI Kecamatan menjadi lebih memahami langkah-langkah strategis serta pengembangan berbagai kegiatan yang dapat dilaksanakan di wilayah kecamatan masing-masing,” ungkap Utik Sri Wahyuni.

Baca Juga :  Terhubung Via Medsos, 14 Pendaki Ikut Open Trip Ilegal Merapi

Pada kesempatan itu, Utik juga membagikan pengalaman sukses (best practice) PMI Kecamatan Banjarsari dalam menggerakkan program kemanusiaan berbasis komunitas. PMI Banjarsari berhasil membangun model integrasi pelayanan dengan menggandeng Tim Penggerak PKK serta relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT).

Tak hanya itu, PMI Kecamatan Banjarsari secara konsisten menjalin kolaborasi erat dengan jajaran Forkopimcam (Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan), instansi pemerintah lokal, serta berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) di wilayahnya.

Kolaborasi lintas sektor ini terbukti efektif dalam memperkuat jejaring kemitraan, memperluas jangkauan bantuan, dan memastikan program kemanusiaan berjalan terpadu.

Model sinergi yang diterapkan di Kecamatan Banjarsari ini diharapkan dapat menjadi rujukan dan inspirasi bagi PMI Kecamatan lainnya di Kota Solo untuk mengembangkan inovasi program yang relevan dengan karakteristik serta potensi daerah masing-masing.

Komitmen Pelayanan Kemanusiaan yang Sustainable dan Inklusif

Melalui pelaksanaan rakor ini, PMI Solo menegaskan kembali komitmennya untuk terus membangun tata kelola organisasi yang transparan, profesional, dan responsif. Penguatan koordinasi secara berkesinambungan antara pengurus kota dan kecamatan dipandang sebagai kunci utama dalam menjaga keberlanjutan program sosial masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan dan sinergi yang terus dipupuk, PMI Solo optimis pelayanan kemanusiaan di Surakarta akan semakin dekat, merata, dan memberikan dampak positif yang nyata bagi warga yang membutuhkan.

Berita sebelumya7 Cafe di Solo Terkenal untuk Nongkrong, Kerja, dan Kumpul Bareng
Berita berikutnyaSurakarta Peringkat 2 Porprov Jateng 2026, Siapkan Strategi Menuju 2030