Sinergi Ramada Solo & Tenka Community Hadirkan Halloween Cosplay Party

Para peserta mengikuti kompetisi cosplay bertajuk “Ramada Coswalk Street Halloween Party” bersama Ramada Solo dan Tenka Community, Jumat (30/10/2026) malam.

SOLO, Solokini.com — Ramada Suites by Wyndham Solo atau Hotel Ramada Solo kembali membuktikan komitmennya sebagai ruang akomodasi yang dinamis dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Mengulang sukses tahun sebelumnya, hotel berbintang ini sukses menggelar “Ramada Coswalk Street Halloween Party” pada Jumat, 30 Oktober 2026.

Berkolaborasi dengan Tenka Community, selebrasi tematik yang berlangsung di area outdoor garden hotel tersebut berhasil menyedot antusiasme lebih dari 300 pengunjung dari kawasan Solo Raya.

Langkah strategis ini menandai bagaimana industri perhotelan makin jeli memanfaatkan momentum hiburan serta merangkul komunitas kreatif untuk menggerakkan roda ekonomi lokal sekaligus meningkatkan penetrasi pasar di segmen generasi muda.

Mendorong Ekonomi Kreatif dan Mengoptimalkan Fasilitas Hotel

Penyelenggaraan perayaan Halloween ini bukan sekadar ajang hiburan berkostum biasa. Bagi manajemen Ramada Solo, kegiatan ini menjadi bagian dari strategi integratif dalam memaksimalkan potensi area dan fasilitas yang dimiliki.

Jika selama ini area perhotelan identik dengan fungsi penginapan (staycation) atau tempat menggelar pertemuan bisnis (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition / MICE), kini lanskap tersebut mulai bergeser ke arah optimalisasi ruang publik yang lebih dinamis.

Graphic Designer & Marcomm Executive Ramada Suites Hotels by Wyndham Solo, Kama Kharismawisesa mengungkapkan, penyelenggaraan acara ini didorong oleh rekam jejak keberhasilan event serupa pada periode sebelumnya serta besarnya potensi pasar komunitas kreatif di Kota Solo.

“Antusiasme publik terhadap gelaran tematik Halloween ini sangat luar biasa. Acara ini kami rancang secara inklusif, tidak hanya menyasar ekosistem komunitas subkultur, tetapi juga memberikan pengalaman malam yang berkesan bagi para tamu hotel hingga masyarakat umum di Ramada Suites Solo,” jelas Kama, Sabtu (31/10/2026).

Acara ini didominasi oleh kalangan pelajar, mahasiswa, pegiat budaya pop Jepang (pop culture/wibu), hingga para pelaku ekonomi kreatif.

Melalui sinergi ini, pihak hotel berupaya menghadirkan ruang inklusif lintas generasi yang tidak hanya ramah bagi pengunjung umum, tetapi juga memberi wadah ekspresi bagi anak muda untuk menyalurkan bakat dan kreativitas mereka.

Baca Juga :  Dilantik 6 Oktober, Kapolres Sukoharjo Dicopot 2 November Buntut Geledah Ponpes

Strategi Aksesibilitas Kuliner, Menggaet Pasar Gen Z dan Milenial

Salah satu daya tarik utama dari Ramada Coswalk Street Halloween Party terletak pada pendekatan penetapan harga kuliner yang sangat adaptif. Memahami profil demografi pengunjung yang didominasi generasi muda dan pelajar, manajemen hotel menghadirkan program Culinary Festival dengan harga yang terjangkau.

Aneka sajian makanan dan minuman ditawarkan dengan kisaran harga mulai dari Rp5.000 hingga Rp25.000.

Penetapan harga yang fleksibel ini merupakan strategi cerdas hotel dalam menekan hambatan masuk (barrier to entry) bagi pengunjung muda, sekaligus menciptakan peluang penyerapan transaksi mikro (spending volume) yang lebih tinggi selama acara berlangsung.

Dengan kombinasi aksesibilitas harga dan atmosfer acara yang memikat, Culinary Festival ini berhasil mendorong durasi kunjungan pengunjung (length of stay) di area hotel, yang pada akhirnya memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan operasional lini food & beverage (F&B) hotel.

Kompetisi Cosplay dan Ragam Aktivitas Hiburan

Sebagai inti dari selebrasi Halloween Party, kompetisi cosplay menjadi magnet utama yang memicu kompetisi kreatif antarpeserta. Kompetisi ini memperebutkan lima kategori penghargaan bergengsi, yaitu:

  • Best Male — Visual kostum dan karakter pria terbaik.
  • Best Female — Visual kostum dan karakter wanita terbaik.
  • Favorit — Karakter terfavorit pilihan juri.
  • Best Make-up Halloween — Kreasi tata rias bertema Halloween paling detail dan artistik.
  • Best Halloween Theme — Desain dan eksekusi kostum Halloween terbaik secara keseluruhan.
  • Best Spooky Costume — Desain dan eksekusi kostum Halloween paling menyeramkan.

Para pemenang dari masing-masing kategori berhak membawa pulang hadiah berupa uang tunai, piala, dan piagam penghargaan di Ramada Suites by Wyndham Solo.

Selain kompetisi cosplay, keseruan acara diisi dengan jajaran hiburan komprehensif. Acara diramaikan sesi Random Play Dance (RPD) hingga sesi games interaktif berhadiah voucher berenang dan voucher breakfast.

Resiliensi Operasional dan Manajemen Event Profesional

Baca Juga :  Sampah Solo Menumpuk, Mesin Pengolah Organik Ini Mulai Dites

Tantangan operasional sempat muncul saat hujan mengguyur area outdoor garden di tengah berlangsungnya acara. Kendati demikian, kesiapan manajemen hotel dalam mitigasi risiko (contingency plan) teruji dengan dialihkannya lokasi acara secara cepat dan lancar menuju area Ballroom indoor hotel.

Langkah pergeseran venue ini memastikan seluruh mata acara dapat berjalan tepat waktu tanpa penundaan (delay) yang berarti.

Antusiasme peserta dan pengunjung pun tidak surut. Mereka tetap mengikuti alur acara hingga usai. Bahkan setelah itu, banyak pengunjung berkostum unik memanfaatkan berbagai sudut estetis (instagrammable spots) hotel untuk melakukan sesi foto.

Kolaborasi Komunitas dan Efek Ekonomi Mikro

Sinergi antara industri perhotelan dan komunitas lokal memegang peranan penting dalam keberlanjutan ekosistem ekonomi kreatif.

Founder Tenka Community, Adam Iskandarsyah, menyampaikan apresiasinya atas dukungan mendalam yang diberikan oleh manajemen Ramada Suites by Wyndham Solo terhadap subkultur anak muda di Kota Solo.

“Kami menyadari pentingnya berkolaborasi dengan berbagai pihak di tengah dinamika zaman. Meski minoritas dalam masyarakat, kami berharap aktivitas komunitas kami berkontribusi pada ekonomi skala mikro di kota ini,” ungkap Adam.

Pernyataan tersebut mempertegas bahwa keberadaan komunitas hobi bukan lagi sekadar kegiatan ruang lingkup terbatas. Melainkan memiliki daya dorong finansial yang nyata bagi para rental kostum, jasa tata rias, jasa fotografi, jasa transportasi, hingga sektor akomodasi perhotelan.

Penguatan Brand Positioning Perhotelan Modern

Langkah konsisten Ramada Solo dalam menggarap acara tematik berbasis komunitas mengukuhkan posisi merek mereka di tengah persaingan industri perhotelan yang kian kompetitif.

Hotel tidak lagi sekadar menjual kamar atau ruang rapat formal, melainkan menjual experience (pengalaman) dan engagement (keterikatan sosial).

Melalui inisiatif ini, Ramada Solo membuktikan bahwa integrasi antara sektor perhotelan, hiburan, dan ekonomi kreatif dapat menjadi formula efektif untuk menciptakan nilai tambah, memperluas jangkauan pasar baru, serta memberikan dampak ekonomi yang positif bagi lingkungan sekitar.

Berita sebelumyaPerjalanan Cinta Gusti Sura dan KPH Adimas, CLBK Usai Berpisah Satu Dekade
Berita berikutnyaSasha Arkhisna Rambah Bisnis Skincare, Luncurkan Jena Natural Brightening Soap