
SOLO, Solokini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali membuka program beasiswa pendidikan bagi tenaga pendidik keagamaan. Kali ini, program tersebut menyasar guru Madrasah Diniyah yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana (S1) maupun magister (S2).
Pemprov Jateng menyediakan bantuan biaya kuliah sebesar Rp2,5 juta per semester untuk program S1 selama enam semester. Sementara itu, penerima beasiswa S2 akan memperoleh bantuan Rp3 juta per semester selama tiga semester. Program ini mencakup perkuliahan reguler maupun Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Ketua Lembaga Fasilitasi Sinergitas Pesantren (LFSP) Jawa Tengah, Prof Hasyim Muhammad, mengatakan program tersebut bertujuan mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan kompetensi guru Madrasah Diniyah. Beasiswa ini juga menjadi bagian dari realisasi program prioritas Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin di bidang pendidikan.
“Beasiswa ini bentuk komitmen Pak Gubernur Ahmad Luthfi dan Pak Wagub Taj Yasin, untuk mengangkat pendidikan madrasah diniyah kita, juga meningkatkan keilmuan para gurunya,” kata Hasyim di Semarang, Selasa, 27 Oktober 2026.
Calon penerima beasiswa harus memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya merupakan penduduk Jawa Tengah berusia minimal 21 tahun untuk S1 dan 23 tahun untuk S2. Pendaftar juga harus berstatus sebagai guru aktif di Madrasah Diniyah yang terdaftar atau memiliki izin dari Kementerian Agama, serta telah diterima di perguruan tinggi di Jawa Tengah yang bekerja sama dengan Pemprov Jateng. Penerima juga tidak boleh sedang memperoleh beasiswa dari APBN atau APBD.
Pendaftaran beasiswa dibuka pada 28 Oktober hingga 22 November 2026. Seleksi administrasi dilanjutkan dengan wawancara yang mencakup motivasi mengajar, pengabdian di Madrasah Diniyah, wawasan kebangsaan, dan pengetahuan keislaman. Pemprov Jateng menjadwalkan tahapan seleksi pada 23–30 November 2026 dan pengumuman penerima pada 1 Desember 2026.












