Indonesia Sedang Tidak Baik-baik Saja, Rock in Solo 2026 Resmi Ditunda

Ilustrasi Rock in Solo. (rockinsolofestival.com)

SOLO, Solokini.com — Festival musik Rock in Solo (RIS) 2026 ditunda hingga tahun depan di tengah berbagai persoalan yang melanda Indonesia. Keputusan tersebut diambil penyelenggara setelah mempertimbangkan kondisi sosial, ekonomi, politik, dan keamanan yang dinilai belum kondusif.

Melalui pernyataan resminya yang diunggah di media sosial pada 12 Oktober 2026, penyelenggara Rock in Solo menyampaikan bahwa situasi nasional menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kelanjutan acara.

Pihak penyelenggara menyoroti sejumlah bencana, mulai dari gempa bumi di Flores, erupsi Gunung Anak Krakatau, hingga kebakaran hutan di sejumlah wilayah Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, dan Papua.

Penyelenggara juga menyinggung penanganan bencana yang dinilai belum maksimal. Mereka mengaku merasa tidak mampu tetap menggelar acara berskala besar di tengah kondisi tersebut sehingga memutuskan menunda Rock in Solo 2026 hingga tahun depan.

Bagi penyelenggara, Rock in Solo tidak sekadar menjadi panggung pertunjukan musik, tetapi juga dibangun di atas nilai kemanusiaan, etika, dan empati. Mereka menilai ada persoalan yang lebih besar untuk diperhatikan daripada menyelenggarakan sebuah festival musik.

“Sejarah memang belum selesai ditulis, dan kami tidak mau menuliskannya di atas duka,” tulis penyelenggara dalam pernyataan tersebut.

Rangkaian Acara “A Journey of Rock in Solo” Tetap Jalan

Meskipun acara utama Rock in Solo ditunda hingga tahun depan, penyelenggara memastikan bahwa semangat festival ini tidak sepenuhnya padam. Pihak penyelenggara berencana meluncurkan rangkaian kegiatan bertajuk “A Journey of Rock in Solo”.

Acara ini akan digelar dalam skala yang lebih memungkinkan dan aman untuk dilaksanakan. Informasi detail terkait jadwal dan bentuk kegiatan tersebut akan diumumkan dalam waktu dekat.

Baca Juga :  Beksan Reksabumi dan 1.300 Bibit Tanaman, Pesan Hijau dari Kirab Jagalan

Draf Lengkap Pernyataan Rock in Solo Ditunda

Berikut adalah transkrip lengkap pernyataan resmi yang dirilis oleh penyelenggara pada 12 Oktober 2026:

Salam rahayu,

Indonesia sedang tidak baik-baik saja.

Situasi sosial, ekonomi, politik dan keamanan yang tidak kondusif.

Bencana alam gempa bumi di Flores, erupsi gunung Anak Krakatau, dan lainnya. Hingga bencana ekologis kebakaran hutan di hampir semua wilayah Kalimantan, dan sebagian Sumatera, Sulawesi dan Papua. Ditambah penanganannya yang belum maksimal.

Semua itu menjadi perhatian dan pertimbangan kami dalam melangkah dan mengambil sebuah keputusan berat.

Kami merasa tidak mampu untuk tetap menyelenggarakan perhelatan besar di tengah keadaan seperti ini, maka kami memutuskan untuk menunda penyelenggaraan Rock In Solo 2026 sampai tahun depan.

Bagi kami, Rock in Solo dibangun atas dasar nilai kemanusiaan, etika dan empati. Ada hal yang lebih penting dan lebih besar daripada sebuah pertunjukan musik.

Meski begitu, kami akan memulai rangkaian acara A Journey of Rock in Solo dalam skala lebih memungkinkan dalam waktu dekat yang akan segera diumumkan.

Sejarah memang belum selesai ditulis, dan kami tidak mau menuliskannya di atas duka.

Maturnuwun telah menjadi bagian dari sejarah Rock In Solo. Semoga semesta memberkati kita semua.

Sakjose.. !

Mengenal Rock in Solo dan Dinamikanya

Rock in Solo atau RIS merupakan salah satu festival musik cadas (heavy metal dan hardcore) terbesar dan paling konsisten di Indonesia.

Baca Juga :  Transformasi Bank Sampah Solo, Yayasan Tambah Tumbuh Resmi Berdiri

Pertama kali digelar pada 2004, festival ini lahir dari komunitas musik lokal Kota Surakarta dan secara bertahap berkembang menjadi ikon pagelaran musik ekstrem tingkat internasional yang mendatangkan berbagai band metal papan atas dari dalam dan luar negeri.

Dalam perjalanan sejarahnya, Rock in Solo tidak lepas dari dinamika, pasang surut, serta penundaan akibat berbagai tantangan situasi sosial dan ekonomi:

  • Tahun 2004: Edisi perdana sukses digelar di GOR Manahan Surakarta sebagai tonggak lahirnya wadah musik cadas di Solo.
  • Tahun 2010: Festival ini sempat ditunda dan vakum beberapa waktu sebelum akhirnya kembali bangkit dengan skala yang lebih besar pada edisi Heritage Metal Fest 2011.
  • Tahun 2016–2020: Setelah edisi Grand Wave pada 2015, festival ini sempat mengalami masa rehat panjang (hiatus) selama beberapa tahun akibat kendala teknis dan perubahan regulasi izin keramaian.
  • Masa Pandemi COVID-19: Rencana kebangkitan RIS yang sejatinya dipersiapkan matang terpaksa ditunda dan disesuaikan akibat pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dan krisis kesehatan global. Hingga akhirnya berhasil bangkit kembali dengan megah (Rock in Solo: A New Chapter) pada akhir 2021 dan 2022.

Penundaan edisi 2026 ini menambah daftar panjang catatan sejarah Rock in Solo yang senantiasa menempatkan sikap empati, situasi sosial-politik, dan keselamatan publik di atas kemegahan sebuah panggung musik.

Berita sebelumyaTransformasi Bank Sampah Solo, Yayasan Tambah Tumbuh Resmi Berdiri
Berita berikutnyaIndonesia Bidik 10 Besar Asian Para Games 2026, Target 7 Emas