Transformasi Bank Sampah Solo, Yayasan Tambah Tumbuh Resmi Berdiri

Peresmian Yayasan Tambah Tumbuh Indonesia di kantor pusatnya yang berlokasi di Jalan Dahlia No. 28, RT 02/RW 08, Purwosari, Kecamatan Laweyan, Surakarta, Minggu (11/10/2026). (Dok)

SOLO, Solokini.com — Berawal dari sebuah gerakan swadaya bank sampah yang konsisten mengedukasi warga sejak tahun 2015, kini inisiatif tersebut resmi bertransformasi menjadi Yayasan Tambah Tumbuh Indonesia.

Melalui inisiatif tersebut, Kota Surakarta (Solo) kembali mencatatkan tonggak sejarah baru dalam gerakan kepedulian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat. 

Peresmian yayasan ini digelar secara khidmat di kantor pusatnya yang berlokasi di Jalan Dahlia No. 28, RT 02/RW 08, Purwosari, Kecamatan Laweyan, Surakarta, Minggu (11/10/2026).

Kehadiran yayasan ini menegaskan komitmen jangka panjang dalam mentransformasi pola pikir masyarakat terhadap sampah. Dari sekadar limbah buangan menjadi komoditas ekonomi bernilai tinggi melalui penerapan prinsip ekonomi sirkular yang terintegrasi.

Dari Gerakan Warga Menuju Ekosistem Berkelanjutan

Perjalanan Yayasan Tambah Tumbuh Indonesia tidak dibangun dalam semalam.

Mengakar dari pengalaman lebih dari satu dekade di lapangan, gerakan ini telah menjadi motor penggerak edukasi pemilahan sampah household dan pendampingan komunitas di kawasan Solo dan sekitarnya.

Ketua Yayasan Tambah Tumbuh Indonesia, Denok Marty Astuti, menjelaskan bahwa pendirian bentuk hukum yayasan ini merupakan langkah strategis untuk merespons tantangan pengelolaan sampah yang semakin kompleks di era modern.

“Pendirian yayasan ini merupakan kelanjutan dari perjalanan panjang gerakan pengelolaan sampah yang telah dirintis sejak 2015. Selama lebih dari satu dekade, inisiatif ini telah melakukan edukasi pengelolaan sampah, pendampingan masyarakat, serta pengembangan jaringan bank sampah di berbagai wilayah,” paparnya dalam keterangan tertulis, Senin (12/10/2026).

“Dalam perjalanannya, gerakan tersebut telah berkontribusi pada pendirian lebih dari 200 bank sampah unit. Pengalaman tersebut menjadi landasan bagi Yayasan Tambah Tumbuh Indonesia untuk memperluas dampak kegiatan, memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, serta mengembangkan program lingkungan yang terintegrasi dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” lanjut Denok.

Baca Juga :  SIPA & IMF Solo Perluas Jaringan Global di BPAM 2026 Korea

Pencapaian mendirikan dan membina lebih dari 200 unit bank sampah menjadi bukti nyata bahwa kesadaran kritis masyarakat terhadap isu lingkungan dapat dibentuk melalui pendekatan yang konsisten dan inklusif.

Mengintegrasikan Daur Ulang dengan Rantai Pasok Industri

Salah satu terobosan utama yang diusung oleh Yayasan Tambah Tumbuh Indonesia adalah membangun sistem pengelolaan sampah hulu-ke-hilir yang terhubung langsung dengan rantai pasok industri daur ulang.

Yayasan ini tidak hanya berhenti pada edukasi konvensional seperti mengajak warga memilah sampah organik dan anorganik di rumah tangga. Lebih dari itu, yayasan mengembangkan jaringan pelayanan terpadu yang mencakup:

  1. Edukasi Pemilahan Sampah: Memberikan pemahaman praktis mengenai pemisahan kategori sampah di tingkat rumah tangga dan komunitas.
  2. Pengumpulan & Penjemputan Terjadwal: Memfasilitasi proses logistik pengambilan sampah terpilah dari unit-unit bank sampah dan warga.
  3. Pemilahan Lanjutan & QC: Melakukan pemilahan tingkat lanjut untuk memastikan kualitas material daur ulang memenuhi standar industri.
  4. Pencatatan Digital & Transparan: Memastikan setiap bobot dan nilai transaksi sampah tercatat secara akurat demi menjaga kepercayaan nasabah bank sampah.
  5. Penyaluran ke Industri Daur Ulang: Menghubungkan material daur ulang langsung ke pabrik pengolahan daur ulang sehingga menciptakan ekosistem rantai pasok yang efisien dan berkelanjutan.

Melalui pendekatan ini, pengelolaan sampah tidak lagi dipandang sebagai kegiatan sukarela belaka. Melainkan sebuah sistem ekonomi terstruktur yang mampu memberikan nilai tambah finansial bagi warga dan nilai kelestarian bagi lingkungan.

Memperkuat Sinergi Multipihak demi Ekonomi Sirkular

Ke depan, Yayasan Tambah Tumbuh Indonesia berkomitmen untuk memperluas jejaring kemitraan strategis.

Pihak yayasan meyakini bahwa penanganan masalah sampah di Indonesia tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi pentahelix yang melibatkan:

  • Pemerintah: Sebagai regulator dan penyedia kebijakan yang mendukung tata kelola persampahan berkelanjutan.
  • Dunia Usaha & Industri: Sebagai penyerap material daur ulang sekaligus mitra pelaksanaan Extended Producer Responsibility (EPR).
  • Lembaga Pendidikan & Akademisi: Sebagai pusat riset, inovasi teknologi, serta edukasi generasi muda.
  • Komunitas & Masyarakat: Sebagai ujung tombak perubahan perilaku dan pelaku utama gerakan bank sampah di lapangan.
Baca Juga :  Hari Kesehatan Mental, Warga Griya Peduli PMI Surakarta Jalan Sehat

Sinergi multipihak ini diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan unit-unit bank sampah yang sudah ada, meningkatkan volume penyerapan sampah daur ulang, serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk hasil daur ulang.

Filosofi “Tambah Tumbuh”: Menumbuhkan Perubahan Berkelanjutan

Sesuai dengan namanya, Yayasan Tambah Tumbuh Indonesia membawa filosofi dasar bahwa perubahan besar bermula dari langkah-langkah kecil yang terus bertambah dan tumbuh secara konsisten.

Yayasan ini ingin menginspirasi setiap individu agar tidak hanya memandang diri mereka sebagai korban dari masalah pencemaran sampah. Tetapi bertransformasi menjadi agen perubahan yang aktif menciptakan solusi sosial, ekonomi, dan lingkungan di lingkungannya masing-masing.

Profil Singkat & Informasi Kontak

Yayasan Tambah Tumbuh Indonesia adalah organisasi non-pemerintah yang berfokus pada pengelolaan lingkungan hidup, pengembangan ekonomi sirkular, pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas, pendidikan lingkungan, serta penguatan kemitraan strategis.

Berbasis di Surakarta, yayasan ini melanjutkan misi panjang gerakan lingkungan sejak 2015 dalam menciptakan solusi persampahan yang bernilai ekonomi dan berkelanjutan.

  • Alamat Sekretariat: Jl. Dahlia No. 28, RT 02/RW 08, Purwosari, Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah
  • Narahubung: Denok Marty Astuti
  • Telepon / WhatsApp: 081915231484
  • Email Resmi: [email protected]
  • Situs Web: tambahtumbuhid.org
Berita sebelumyaSinergi Favehotel Solo & SMK Muhammadiyah 2 Jogja Cetak SDM Perhotelan Unggul