Kenapa Hari Jumat Istimewa dalam Islam? Ini Penjelasan Ringkasnya!

Masjid Sheikh Zayed Solo. (Kemenag)

SOLO, Solokini.com — Hari Jumat memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam ajaran agama Islam. Setiap minggunya, umat Muslim di seluruh pelosok dunia menyambut kedatangan hari ini dengan penuh kebahagiaan, rasa syukur, serta keagungan.

Lantas, kenapa hari Jumat istimewa dalam Islam? Masyarakat kerap menyebut momen ini sebagai Jumat Berkah, sebuah waktu istimewa saat pintu rahmat, ampunan, serta limpahan keberkahan dibuka seluas-luasnya oleh Allah SWT. 

Keistimewaan hari Jumat bukan sekadar tradisi turun-temurun atau anggapan belaka, melainkan memiliki pijakan syariat yang sangat kuat dan jelas. Mulai dari firman Allah SWT di dalam Al-Qur’an hingga hadis shahih Rasulullah SAW, seluruhnya menegaskan bahwa hari Jumat adalah pemimpin sekaligus penghulu dari seluruh hari yang ada.

Mengapa Hari Jumat Disebut Sayyidul Ayyam?

Dalam tradisi dan bahasa Arab, hari Jumat mendapatkan gelar mulia sebagai Sayyidul Ayyam, yang secara harfiah berarti “Penghulu Segala Hari”. Kedudukan yang sangat terhormat ini menempatkan hari Jumat sebagai hari yang paling mulia, paling utama, serta paling agung di antara tujuh hari dalam sepekan.

Alasan mendasar di balik keagungan ini terletak pada nilai sejarah spiritual dan peristiwa-peristiwa besar yang mengiringinya. Mengutip laman resmi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mengenai keutamaan hari Jumat, Rasulullah SAW menjelaskan kedudukan mulia hari ini dalam sebuah hadis riwayat Muslim:

“Sebaik-baik hari yang pada hari itu matahari terbit adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu ia dimasukkan ke dalam surga, dan pada hari itu pula ia dikeluarkan darinya.” (HR. Muslim No. 854)

Hadis tersebut menunjukkan secara eksplisit bahwa Jumat menjadi saksi bisu atas peristiwa-peristiwa maha penting dalam sejarah peradaban manusia. Mulai dari penciptaan Nabi Adam AS sebagai manusia pertama, penempatannya di dalam surga, hingga peristiwa besar hari kiamat kelak, seluruhnya dipastikan terjadi pada hari Jumat.

Hal inilah yang menjadikan hari Jumat memiliki bobot spiritual yang sangat mendalam bagi setiap mukmin.

Kewajiban Shalat Jumat dan Keseimbangan Hidup Seorang Muslim

Alasan utama lain mengapa Islam sangat memuliakan hari Jumat adalah adanya perintah dan kewajiban pelaksanaan Shalat Jumat bagi setiap pria Muslim yang memenuhi syarat. 

Hari ini menjadi momen perhimpunan akbar mingguan bagi kaum Muslimin untuk menguatkan tali silaturahmi, mempererat ukhuwah islamiyah, serta mendengarkan nasihat-nasihat keagamaan melalui khutbah.

Baca Juga :  JOMO: Rahasia Hidup Tenang Bebas FOMO dan Stres Digital

Kedudukan Shalat Jumat secara tegas dan eksplisit diabadikan dalam Al-Qur’an surah Al-Jumu’ah ayat 9:

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila diseru untuk melaksanakan shalat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al-Jumu’ah: 9)

Dalam kitab Tafsir Ibn Katsir (Juz 8, hlm. 109) karya ulama ternama Imam Ibnu Katsir, dijelaskan bahwa ayat suci ini mengajarkan dua prinsip keseimbangan utama dalam kehidupan seorang hamba:

  • Aspek Spiritual dan Ibadah: Perintah tegas untuk menghentikan sejenak segala bentuk urusan bisnis, perniagaan, pekerjaan, serta kesibukan duniawi demi memenuhi panggilan ibadah kepada Allah SWT.
  • Aspek Sosial-Ekonomi: Anjuran untuk kembali bertebaran di muka bumi guna mencari rezeki yang halal dan memperjuangkan kehidupan setelah rangkaian ibadah Shalat Jumat selesai dilaksanakan.

Sintesis ini membuktikan bahwa Islam tidak memisahkan antara urusan akhirat dan dunia, melainkan mengajarkan ritme kehidupan yang harmonis antara pengabdian spiritual dan produktivitas nyata.

Waktu Mustajab Doa yang Sangat Dinantikan

Hari Jumat juga menjadi hari yang sangat dinantikan karena di dalamnya terdapat waktu yang sangat mustajab untuk berdoa. Pada hari ini, Allah SWT menyediakan satu rentang waktu istimewa di mana doa seorang hamba yang beriman dijamin tidak akan ditolak.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim:

“Di dalamnya terdapat satu waktu, yang apabila seorang hamba muslim berdoa kepada Allah bertepatan dengannya, maka Allah pasti akan memberinya apa yang dia minta.” (HR. Bukhari No. 935 & Muslim No. 852)

Melansir penjelasan resmi Kementerian Agama (Kemenag) RI dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), para ulama memiliki beberapa pandangan terkait waktu pasti tersebut.

Namun, pendapat yang paling kuat dan didukung banyak dalil mengindikasikan bahwa waktu mustajab tersebut berada pada sore hari setelah shalat Ashar hingga menjelang terbenamnya matahari di waktu Maghrib.

Oleh karena itu, memfokuskan diri untuk berdoa, beristighfar, dan bermunajat pada Jumat sore merupakan kesempatan emas yang sayang untuk dilewatkan.

Dahsyatnya Pahala Sedekah di Hari Jumat

Bersedekah adalah amalan yang amat mulia kapan saja dilakukan. Namun, nilai, keberkahan, serta pahalanya akan melipat ganda secara dahsyat jika ditunaikan pada hari Jumat.

Baca Juga :  Mengapa Kita Butuh Hobi? Ini Analisis Psikologis dan Sainsnya

Tokoh ulama besar, Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, dalam karyanya yang monumental Zad al-Ma’ad (Juz 1, hlm. 375), memberikan perumpamaan yang sangat indah mengenai keutamaan amalan ini:

“Sedekah pada hari Jumat dibandingkan dengan hari lain adalah seperti sedekah pada bulan Ramadan dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya.”

Mengutip BAZNAS, sedekah yang dikeluarkan pada hari Jumat bukan sekadar sarana untuk membersihkan harta dari hak-hak orang lain. Lebih dari itu, sedekah Jumat berfungsi sebagai instrumen pendorong keadilan sosial, penolak bala dan musibah, serta pembuka pintu rezeki yang penuh dengan kelapangan.

Panduan Amalan Sunnah Hari Jumat Penambah Pahala

Untuk meraih keberkahan hari Sayyidul Ayyam secara optimal dan sempurna, Rasulullah SAW memberikan petunjuk mengenai beberapa amalan sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan oleh setiap Muslim:

  • Membaca Surah Al-Kahfi: Barang siapa yang membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat atau malam Jumat, maka Allah SWT akan memancarkan cahaya petunjuk yang meneranginya di antara dua Jumat (HR. Al-Hakim).
  • Memperbanyak Shalawat kepada Nabi: Pahala membaca shalawat akan dilipatgandakan pada hari Jumat. Rasulullah SAW menegaskan bahwa bacaan shalawat dari umatnya akan disampaikan secara langsung kepada beliau pada hari tersebut (HR. Al-Baihaqi).
  • Mandi Sunnah dan Memakai Wewangian: Sebelum berangkat menuju masjid untuk Shalat Jumat, umat Islam disunnahkan untuk membersihkan tubuh dengan mandi, memotong kuku, merapikan diri, mengenakan pakaian bersih yang terbaik, serta memakai wewangian atau parfum non-alkohol.
  • Datang Lebih Awal ke Masjid: Bersegera menuju masjid untuk menantikan Shalat Jumat membawa ganjaran pahala yang sangat besar. Orang yang datang di awal waktu diumpamakan seperti orang yang berkurban seekor unta (HR. Bukhari No. 881 & Muslim No. 850).
  • Memperbanyak Dzikir dan Istighfar: Menjaga lisan agar tetap basah dengan mengingat Allah SWT, bertasbih, dan memohon ampunan sepanjang hari Jumat menjadi sarana penyuci jiwa serta penghapus dosa-dosa kecil.

Hari Jumat adalah anugerah dan kenikmatan besar yang Allah berikan kepada umat Islam. Mengisi setiap detiknya dengan ibadah, perbaikan diri, serta kepedulian sosial merupakan bentuk rasa syukur terbaik atas nikmat umur dan kesempatan hidup di dunia.

Berita sebelumyaApa Itu Love Language? Ini Kunci Hubungan Harmonis
Berita berikutnya7 Cafe di Solo Menu di Bawah Rp25 Ribu, Cocok Buat Nongkrong Hemat