SOLO, Solokini.com —Istilah thrifting sudah familiar di telinga, terutama di kalangan anak muda dan pecinta fashion. Kata ini kerap berseliweran di media sosial, menjadi topik perbincangan harian, hingga menjadi gaya hidup baru. Namun, masih banyak orang yang menggunakan istilah ini tanpa memahami secara mendalam apa arti thrifting sebenarnya, dari mana asalnya, serta mengapa tren ini begitu diminati.
Apa Itu Thrifting? Pengertian dan Asal-Usul Istilah
Secara etimologis, kata thrifting berasal dari bahasa Inggris, yaitu kata dasar thrifty. Menurut Cambridge Dictionary, pengertian thrifty adalah menggambarkan sikap seseorang dalam menunjukkan penggunaan uang secara cermat dan hati-hati, terutama dengan menghindari pemborosan.
Dalam konteks gaya hidup dan belanja modern, thrifting adalah kegiatan berburu atau membeli barang-barang bekas (secondhand) yang masih layak pakai dengan harga yang jauh lebih murah daripada harga aslinya.
Meski thrifting sangat identik dengan baju, celana, dan jaket, cakupan kegiatan ini sebenarnya jauh lebih luas. Belanja thrifting juga mencakup barang-barang bekas lain seperti:
- Mebel dan furnitur rumah tangga
- Buku dan majalah langka
- Barang elektronik vintage atau retro
- Aksesori, tas, dan sepatu
- Barang koleksi (collectibles) dan karya seni
Secara historis, budaya thrifting telah berkembang pesat di negara-negara Barat sejak akhir abad ke-19.
Menurut catatan sejarah The Salvation Army, toko thrift awalnya didirikan oleh organisasi amal untuk mengumpulkan, memproses, dan menjual kembali barang-barang bekas layak pakai guna mendanai program sosial serta membantu masyarakat yang membutuhkan.
Seiring berjalannya waktu, konsep ini bertransformasi dari sekadar toko bantuan sosial menjadi aktivitas berburu barang unik (treasure hunting) yang bernilai ekonomi dan estetika tinggi.
Perbedaan Thrifting, Thrift Shop, dan Preloved
Sering kali masyarakat mencampuradukkan beberapa istilah dalam pasar barang bekas. Agar tidak salah kaprah, berikut adalah perbedaan mendasar antara thrifting, thrift shop, dan preloved:
| Istilah | Definisi dan Karakteristik Utama |
| Thrifting | Aktivitas atau kegiatannya. Proses berburu dan memilih barang bekas layak pakai. |
| Thrift Shop | Tempat atau tokonya. Toko fisik maupun online yang menjual berbagai pilihan barang bekas. |
| Preloved | Kondisi barangnya. Barang pribadi milik seseorang yang dijual kembali, biasanya dalam kondisi sangat baik dan sering kali merupakan koleksi pribadi (fashion item bermerek). |
Mengapa Thrifting Begitu Populer? 5 Alasan Utamanya
Popularitas thrifting melesat bukan tanpa alasan. Ada pergeseran nilai di masyarakat, terutama pada Generasi Z dan Milenial, yang membuat aktivitas ini tidak lagi dipandang sebelah mata. Berikut manfaat thrifting dan mengapa tren ini makin populer di Indonesia:
- Hemat Anggaran (Budget-Friendly)
Alasan paling utama adalah efisiensi biaya. Lewat thrifting, kamu bisa mendapatkan pakaian atau barang berkualitas tinggi, bahkan dari merek internasional terkemuka, dengan harga potongan hingga 70–90% dari harga retail resmi.
- Menemukan Barang Unik dan Vintage
Industri fast fashion saat ini cenderung memproduksi pakaian secara massal dengan desain yang seragam. Melalui thrifting, Anda berkesempatan menemukan pakaian vintage era 80-an atau 90-an yang sudah tidak diproduksi lagi (rare item). Hasilnya, gaya berbusana Anda menjadi lebih personal dan tidak “kembar” dengan orang lain.
- Mendukung Gerakan Ramah Lingkungan (Eco-Friendly)
Industri tekstil dan fast fashion merupakan salah satu penyumbang limbah dan emisi karbon terbesar di dunia. Laporan dari Ellen MacArthur Foundation mengungkapkan bahwa setiap detiknya, setara dengan satu truk sampah pakaian dibakar atau dibuang ke tempat pembuangan akhir. Dengan membeli barang bekas, kamu mendukung penerapan ekonomi sirkular (circular economy) dengan menjaga agar produk tekstil tetap digunakan selama mungkin serta mengurangi akumulasi limbah-limbah industri fashion.
- Peluang Bisnis yang Menguntungkan
Bagi para pengusaha muda, thrifting bukan sekadar hobi, melainkan peluang usaha modal kecil dengan potensi keuntungan besar. Membeli pakaian bekas secara bal-balan (ballpress), merawatnya kembali, lalu menjualnya secara kurasi di media sosial kini menjadi bisnis yang sangat menjanjikan.
- Sensasi Berburu (Treasure Hunting)
Ada kepuasan tersendiri saat berhasil menemukan baju branded berharga jutaan rupiah di antara tumpukan baju bekas yang dijual puluhan ribu rupiah. Sensasi keberhasilan ini membuat banyak orang ketagihan untuk kembali melakukan thrifting.
Panduan dan Tips Sukses Belanja Thrifting bagi Pemula
Bagi Anda yang baru ingin mencoba aktivitas ini, belanja thrifting membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan trik khusus agar mendapatkan barang berkualitas tanpa menyesal di kemudian hari.
- Cek Kondisi Fisik Secara Detail: Periksa setiap sudut pakaian. Pastikan tidak ada kancing yang hilang, ritsleting rusak, noda membandel, atau kain yang robek/berlubang.
- Perhatikan Ukuran Pakaian: Pakaian thrift sering kali berasal dari luar negeri yang menggunakan standar ukuran berbeda. Jangan hanya berpatokan pada label ukuran (S, M, L), tetapi ukur panjang dan lebar pakaian secara langsung.
- Pakai Pakaian yang Nyaman saat Berbelanja: Jika mendatangi pasar thrift fisik yang cenderung padat dan panas, kenakan pakaian yang ringan, menyerap keringat, dan praktis agar memudahkan kamu saat mencoba pakaian.
- Jangan Ragu untuk Menawar: Di pasar tradisional atau festival thrifting, tawar-menawar adalah hal yang lazim. Tawarkan harga yang maksum dan sopan sesuai dengan kondisi barang.
- Bersihkan dan Sterilkan Barang Setelah Dibeli: Jangan langsung memakai barang hasil thrifting. Cuci pakaian dengan air panas dan deterjen antiseptik, atau gunakan teknik steam suhu tinggi untuk membunuh kuman, bakteri, dan tungau yang mungkin menempel.
Kesimpulan
Thrifting bukan sekadar membeli barang bekas, melainkan sebuah gaya hidup cerdas yang memadukan kesadaran finansial, keunikan gaya busana, dan kepedulian terhadap lingkungan. Dengan memahami arti dan trik dasarnya, kamu bisa tampil gaya dan hemat sekaligus berkontribusi menjaga kelestarian bumi.













