Aplikasi SiSAKTI Bermasalah, KONI Solo Raya Desak Verifikasi Atlet Porprov

Rapat Koordinasi (Rakor) KONI se-Solo Raya yang digelar di Solo, Kamis (20/8/2026). (dok)

SOLO, SOLOKINI.COM — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) se-Solo Raya melayangkan sikap tegas terhadap panitia penyelenggara Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Permasalahan teknis dan kejanggalan pada sistem verifikasi digital aplikasi SiSAKTI dinilai sangat merugikan para atlet yang sejatinya telah berjuang dan dinyatakan lolos babak kualifikasi.

Desakan kolektif ini mencuat dalam Rapat Koordinasi (Rakor) KONI se-Solo Raya yang digelar di Surakarta (Solo), Kamis (20/8/2026). Forum strategis tersebut diawali dengan kegiatan keakraban lewat olahraga padel bersama guna mempererat tali silaturahmi antarwilayah. Namun, keceriaan di lapangan olahraga segera berganti menjadi konsolidasi serius saat rapat formal dimulai untuk membahas berbagai problem mendesak jelang Porprov Jateng 2026 yang dijadwalkan berlangsung di wilayah Semarang Raya.

Rakor dipimpin langsung oleh Ketua KONI se-Solo Raya, Her Suprabu, dengan didampingi Wakil Ketua Suparwanto. Seluruh jajaran perwakilan pengurus KONI dari tujuh kabupaten/kota di eks-Karesidenan Surakarta hadir secara utuh. Ketujuh wilayah tersebut mencakup KONI Kota Surakarta, Kabupaten Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, hingga Klaten.

Evaluasi Porwil dan Wacana Siklus Kejuaraan

Sebelum masuk ke agenda utama terkait krisis verifikasi atlet, forum Rakor terlebih dahulu membuka ruang diskusi mengenai evaluasi pelaksanaan Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) yang telah rampung dilaksanakan. Para pimpinan dan pengurus daerah saling mengevaluasi terkait efektivitas serta dampak kejuaraan regional tersebut terhadap pemetaan potensi atlet lokal.

Salah satu poin krusial yang digodok dalam agenda evaluasi Porwil adalah wacana pemformatan ulang jadwal kompetisi. Forum mendiskusikan secara mendalam mengenai siklus penyelenggaraan Porwil ke depan, apakah lebih ideal diselenggarakan dalam tempo dua tahunan atau empat tahunan. 

Format dua tahunan dinilai mampu menjaga iklim kompetisi para atlet muda, sementara siklus empat tahunan dinilai lebih matang dari segi efisiensi anggaran daerah serta penyelarasan dengan agenda multi-event tingkat nasional seperti Pekan Olahraga Nasional (PON).

Baca Juga :  Gowes Sabtu Selow, Warga Solo Dukung Atlet Porprov 2026

Verifikasi SiSAKTI Mampet, Atlet Lolos Pra-Porprov Terganjal

Kendati pembahasan Porwil berlangsung hangat, fokus utama serta porsi diskusi terbesar dalam Rakor ini bermuara pada kesiapan teknis Porprov Jateng 2026. Seluruh pengurus KONI kabupaten/kota se-Solo Raya menyuarakan keresahan yang sama terkait buruknya kinerja aplikasi sistem verifikasi data atlet yang dinamakan SiSAKTI.

Sistem informasi digital yang sejatinya digadang-gadang untuk mempermudah administrasi tersebut justru dinilai menjadi penghambat utama. Banyak atlet dari Solo Raya yang telah memegang tiket resmi usai berjuang keras dan dinyatakan lolos dalam ajang Kualifikasi atau Pra-Porprov, namun statusnya di dalam aplikasi SiSAKTI masih belum terverifikasi atau bahkan dinyatakan gagal.

“Ada beberapa atlet yang sudah lolos Pra-Porprov itu masih gagal atau belum terverifikasi di SiSakti. Padahal Pra-Porprov ini kan juga yang menyelenggarakan dari panitia Porprov, ya,” tegas Ketua KONI se-Solo Raya, Her Suprabu.

Her Suprabu menegaskan, fenomena ini sangat membingungkan dan tidak logis secara tata kelola olahraga. Sebab, ajang Pra-Porprov dilaksanakan oleh panitia resmi yang ditunjuk oleh induk olahraga dan panitia Porprov. Dengan demikian, atlet yang sudah menembus kualifikasi secara otomatis memiliki hak mutlak untuk bertanding di ajang Porprov 2026 tanpa harus digantung oleh kerumitan verifikasi administratif yang berbelit-belit.

Dilema Manajemen dan Gangguan Psikologis Atlet

Ketidakjelasan status pada aplikasi SiSAKTI ini membawa dampak domino yang dinilai sangat merugikan persiapan kontingen Solo Raya. Bagi jajaran manajerial KONI di tingkat kabupaten dan kota, status atlet yang “menggantung” menciptakan dilema besar terkait penetapan kontingen, penganggaran akomodasi, pemusatan latihan daerah (Puslatda), hingga pendaftaran akhir keikutsertaan.

Dampak paling fatal justru menyasar aspek mental dan kejiwaan para atlet. Atlet yang seharusnya berfokus penuh pada pemantapan fisik, taktik, dan teknik kini justru dibebani rasa cemas dan ketidakpastian akan masa depan mereka di ajang Porprov.

Baca Juga :  Gowes Sabtu Selow, Warga Solo Dukung Atlet Porprov 2026

“Secara psikologis atlet, kesiapannya juga sudah pasti terganggu. Karena kalau belum terverifikasi kan masih ragu-ragu, ya. ‘Saya besok masuk Porprov apa nggak’, gitu,” tambah Her Suprabu.

Satu Suara: KONI Solo Raya Siapkan Surat Protes Resmi

Menghadapi persoalan ini, ketujuh pengurus KONI di wilayah Solo Raya sepakat untuk mengambil langkah tegas secara kolektif. Mereka menolak bergerak secara parsial atau sendiri-sendiri, melainkan bersatu padu menyuarakan keresahan bersama sebagai satu wadah kesatuan Solo Raya.

Langkah konkret yang disepakati adalah mengirimkan surat protes dan desakan resmi kepada Panitia Besar Porprov Jateng 2026, yang juga akan ditembuskan langsung kepada Ketua Umum KONI Provinsi Jawa Tengah.

“Kita nanti akan bikin surat ke panitia Porprov, tembusan ke KONI Jawa Tengah tentunya, untuk meninjau ataupun membantu menyelesaikan permasalahan yang masih menggantung ini,” papar Her Suprabu.

Melalui surat bersama tersebut, KONI se-Solo Raya mendesak panitia Porprov agar segera mengambil tindakan cepat untuk memperbaiki kendala sistem pada aplikasi SiSAKTI. Panitia dituntut untuk memberikan kepastian status verifikasi bagi seluruh atlet yang berhak, demi menjamin asas keadilan, transparansi, serta kelancaran pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah 2026.

Mengenal Aplikasi SiSAKTI

SiSAKTI (Sistem Informasi Olahraga Prestasi) adalah platform basis data digital terpadu yang dikembangkan oleh Pemprov Jawa Tengah bersama KONI Jawa Tengah sejak tahun 2023.

Aplikasi ini sejatinya dirancang untuk mendata seluruh profil atlet, pelatih, wasit, cabor, hingga kepengurusan KONI kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Selain mencatat rekam jejak prestasi dan riwayat pertandingan secara real-time, SiSAKTI berfungsi memantau kondisi fisik/kebugaran atlet, memfasilitasi pencarian bakat (talent scouting), serta mengelola administrasi kejuaraan seperti verifikasi keabsahan atlet, penerbitan ID Card, dan sertifikat.

Berita sebelumyaPemkot Solo Gandeng Gita Pertiwi Dorong Kota Cerdas Pangan Berkelanjutan