
Solokini.com – Guna memperluas akses pasar nasional dan internasional, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah menggelar Semarak Kenduren UMKM 2026 di Solo Square Mall, 26–28 Juni 2026.
Kegiatan ini menjadi panggung promosi bagi puluhan pelaku UMKM Solo Raya dan industri fesyen untuk mempertemukan produk unggulan mereka langsung dengan calon pembeli (buyer) potensial.
Sebanyak 48 UMKM binaan BI yang berasal dari Kota Solo, Karanganyar, Klaten, Sragen, Boyolali, dan Wonogiri ikut memamerkan produk unggulan mereka.
Selain pameran, ajang tahunan ini juga menghadirkan program business matching, edukasi digitalisasi, literasi keuangan, talkshow inspiratif, hingga kelas memasak. Hingga hari kedua pelaksanaan, antusiasme masyarakat begitu tinggi dengan jumlah pengunjung menembus angka 25.300 orang.
Antusiasme ini berdampak positif pada perputaran ekonomi, di mana nilai transaksi langsung tercatat sebesar Rp425 juta. Sementara itu, total omzet UMKM peserta stan selama rangkaian kegiatan Road to Semarak Kenduren UMKM telah menyentuh angka Rp16,5 miliar.
Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani, memberikan apresiasi tinggi terhadap sinergi berkelanjutan antara BI dan pemerintah daerah di Solo Raya. Menurutnya, ruang promosi dan jejaring bisnis seperti ini merupakan modal krusial bagi pelaku usaha lokal agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
“UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah. Di Kota Surakarta dan Solo Raya, UMKM tidak hanya menjadi penggerak ekonomi, tetapi juga penjaga warisan budaya, pencipta lapangan kerja, dan pendorong kesejahteraan masyarakat,” ujar Astrid, Sabtu (27/6/2026).
Astrid juga menegaskan komitmen Pemkot Solo untuk terus memperkuat ekosistem UMKM melalui pendampingan, digitalisasi usaha, kemudahan perizinan, hingga akses pembiayaan yang inklusif.
Senada, Kepala Kantor Perwakilan BI Solo, Dwiyanto Cahyo Sumirat menjelaskan, BI fokus memfasilitasi program matchmaking antara produsen dan pembeli (buyer) potensial. Di samping membuka akses pasar, BI juga gencar mendorong digitalisasi transaksi.
“Kami memperluas implementasi digitalisasi pembayaran untuk mempermudah transaksi, mempercepat perputaran ekonomi, sekaligus mendukung pengembangan sarana dan prasarana UMKM,” jelas Dwiyanto.
Dukungan terhadap penguatan sektor ini juga ditegaskan oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti. Ia menyatakan, penguatan UMKM adalah bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan karena posisinya sebagai backbone perekonomian Indonesia.
Manfaat nyata dari acara ini turut dirasakan oleh para pelaku usaha. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan penjualan tetapi juga membuka peluang kolaborasi antarpelaku usaha di wilayah Solo Raya.
Selain menjadi pusat transaksi bisnis, Semarak Kenduren UMKM 2026 juga dimeriahkan berbagai aktivitas interaktif. Mulai dari permainan literasi keuangan, kompetisi, talkshow bersama perancang busana ternama Anne Avantie, hingga sesi cooking class bersama Chef Juna yang sukses menyedot perhatian ribuan pengunjung.













