Solokini.com, Solo – Sebanyak 50 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Solo Raya berhasil mencetak prestasi membanggakan.
Mereka dinyatakan lolos kurasi ketat dan resmi menembus pasar ritel modern dalam ajang Business Matching yang digelar oleh Solo Local Economic Development Committee (SOLEC) di event UMKM Vaganza, Sabtu (13/6/2026).
Agenda strategis untuk mendongkrak kelas UMKM lokal ini digelar secara simultan di dua lokasi sekaligus, yaitu Hotel Minoa Solo dan Hotel Red Chili Solo.
Keberhasilan 50 UMKM ini tidak didapatkan dengan mudah. Koordinator Tim Kurasi SOLEC, Edi Suhardi mengungkapkan, proses penyaringan berjalan sangat kompetitif. Dari sekitar 250 UMKM yang mendaftar secara online, tim kurasi melakukan seleksi administrasi awal.
“Kami menyaring aspek legalitas, kapasitas produksi, hingga tampilan kemasan, hingga menyisakan 60 peserta untuk masuk ke tahap berikutnya,” jelas Edi.
Pada tahap tatap muka dan wawancara, para peserta diuji secara langsung mengenai komitmen kontinuitas produksi serta kelayakan produk. Pengujian ini meliputi uji rasa hingga pemenuhan standar label kemasan, seperti pencantuman komposisi, PIRT, sertifikasi Halal, dan kode produksi.
“Dari hasil kurasi tatap muka, terpilih 50 UMKM yang dinilai benar-benar siap dan memenuhi standar kapasitas, legalitas, serta kontinuitas untuk dipertemukan dengan toko modern besar,” tambah Edi.
Hasil dari Business Matching ini terbilang luar biasa. Produk-produk dari 50 UMKM terpilih tersebut langsung dilirik dan terserap oleh berbagai jaringan ritel besar dan sektor perhotelan.
Berikut adalah beberapa mitra strategis yang siap menampung produk UMKM Solo Raya:
- Minimarket & Supermarket: Alfamart, Indomaret, dan Superindo.
- Pusat Oleh-Oleh & Ritel Lokal: Pasar Raya Solo dan Toko Ganep.
- Sektor Pariwisata: Jaringan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).
Selain membidik pasar modern, SOLEC juga membuka peluang kolaborasi dengan sektor pasar tradisional melalui kemitraan dengan Serikat Pedagang Pasar Gedhe (SPPG).
Sektor ini diikuti oleh 50 UMKM (25 UMKM pasar dan 25 UMKM non-pasar) serta 25 perwakilan SPPG yang berasal dari 5 kecamatan.
Menurut Koordinator Business Matching SPPG, Maliyana, kerja sama untuk sektor pasar tradisional saat ini masih dalam tahap penjajakan sampel produk sembari menunggu perkembangan Memorandum of Understanding (MoU) lebih lanjut.
Kebahagiaan ini salah satunya dirasakan oleh Yuda Anugrah, produsen Rengginang Candra Dewi. Usaha rumahan yang memiliki kapasitas produksi harian 30 – 60 kg saat ramai ini sukses memikat lima ritel besar, termasuk Alfamart, Indomaret, dan Pasar Raya Jogja.
“Harapan kami tentu bisa memperluas pasar dan meningkatkan kapasitas produksi. Selama ini untuk pemenuhan legalitas dan sertifikasi kami juga disupport oleh Pemerintah Kota dan beberapa vendor seperti Pertamina,” kata Yuda.
Dengan suksesnya UMKM Vaganza 2026 ini, produk-produk lokal Solo Raya diharapkan tidak hanya menjadi tuan rumah di daerah sendiri, tetapi juga mampu bersaing di kancah pasar modern yang lebih luas.














