Solokini.com, Sukoharjo — Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, meluncurkan program Sekolah Dasar (SD) Unggul Tahap I sekaligus mendeklarasikan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN), Senin (25/5/2026).
Kegiatan strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan daerah ini dipusatkan di SDN Telukan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo.
Dalam sambutannya, Bupati Etik Suryani menyampaikan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.
Peluncuran SD Unggul Tahap I ini menjadi langkah nyata Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo dalam menghadirkan layanan pendidikan dasar yang berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing.
“Kemajuan suatu daerah sangat ditentukan oleh mutu pendidikannya. Melalui terobosan ini, Pemkab Sukoharjo membuktikan bahwa kualitas sekolah negeri tidak kalah dengan satuan pendidikan lainnya,” ujar Etik.
Bupati Sukoharjo tersebut didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo, Herdis Danang PS.
Program SD Unggul ini direncanakan berjalan secara bertahap dari tahun 2025 hingga 2029 dengan target membentuk sekolah unggul di masing-masing kecamatan.
Sekolah yang terpilih diharapkan mampu menjadi role model bagi SD Negeri di sekitarnya melalui penyelenggaraan pembelajaran inovatif, pengembangan potensi murid, penanaman karakter, serta manajemen yang profesional.
Bersamaan dengan peluncuran tersebut, Pemkab Sukoharjo juga mendeklarasikan program dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yaitu Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN).
Deklarasi ini menjadi komitmen bersama untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, inklusif, serta bebas dari tindakan perundungan (bullying), kekerasan, diskriminasi, intoleransi, dan penyalahgunaan narkoba.
Bupati menekankan agar sekolah benar-benar menjadi rumah kedua yang membahagiakan serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal
lewat nilai disiplin dan gotong royong.
Ia berpesan kepada seluruh kepala sekolah dan guru untuk menjadi teladan dalam menciptakan lingkungan belajar yang humanis. Sekaligus membangun komunikasi yang baik dengan orang tua demi mempersiapkan Generasi Emas tahun 2045.














