
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo mengadakan lomba desain seragam baru bagi petugas parkir dengan total hadiah mencapai Rp8 juta. Kompetisi tersebut terbuka untuk masyarakat umum dan mulai diumumkan melalui akun Instagram resmi Dishub Solo sejak dua hari terakhir.
Program itu diberi judul “Bikinin Parkir Seragam Solo Dong!”. Dalam poster yang diunggah, tampak gambar Wali Kota Solo, Respati Ardi, mengenakan seragam petugas parkir. Peserta diberi waktu mengirimkan karya desain hingga 31 Mei 2026.
Dalam keterangan unggahan, Dishub Solo mengajak masyarakat menciptakan desain seragam yang dapat menjadi identitas baru juru parkir di Kota Bengawan.
“Saatnya karya terbaikmu jadi bagian wajah baru seragam juru parkir Solo zona B biar makin tertib, fungsional, dan punya identitas resmi khas Kota Solo serta jangan lupa harus ada QRIS,” bunyi informasi tersebut.
Panitia menyediakan hadiah total Rp8 juta untuk para pemenang. Juara pertama akan mendapat Rp5 juta, juara kedua Rp2 juta, sedangkan juara ketiga mendapat Rp1 juta.
Meski begitu, lomba tersebut justru memunculkan beragam komentar dari warganet. Hingga Minggu, 17 Mei 2026, unggahan itu telah dibanjiri sedikitnya 681 komentar dan dibagikan lebih dari 2.863 kali.
Banyak komentar yang menyoroti persoalan pengelolaan parkir di Kota Solo yang dinilai lebih mendesak untuk dibenahi dibandingkan pergantian seragam petugas parkir. Warga juga menyampaikan soal transparansi retribusi parkir dan praktik parkir tanpa karcis.
“maluuuu iih solo udah fulll sragaaam biru muda combinasi hitam, masak beli nasipadang cuma 5menit uda di tarikin parkir padal dbawa pulang, masaaak di ATM pinggir jalan masih juga diparkirin itu yg kebangetaaannn siapa siiiy kalo ga dikasih ntar ngamoookkk sampee nyumpahi jeleek jeleeek 😂😂,” sebut akun andikaprabowo.
Kritik serupa juga disampaikan pegiat komunitas sekaligus pengelola media sosial Kota Solo, Blontank Poer. Ia menilai peningkatan pelayanan parkir kepada masyarakat jauh lebih penting dibandingkan sekadar membuat seragam baru.
“Sing penting dudu seragame yo Boss… tapi nyambut gawene piye, kebijakane sing apik kanggo wong akeh kepiye. Lomba ora penting,” tulisnya di kolom komentar.













