Solokini.com, Solo – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surakarta (Solo) resmi meluncurkan film pendek berjudul “NAPI: Pesan Dari Dalam”, Sabtu (25/4/2026) malam.
Uniknya, film yang memotret realitas kehidupan di balik jeruji besi ini melibatkan 12 orang warga binaan sebagai pemeran utamanya.
Film ini disutradarai oleh aktor nasional asal Solo, Erick Estrada dengan mengusung konsep tanpa naskah (scriptless).
Karya ini berfokus pada refleksi diri dan harapan para narapidana untuk kembali diterima masyarakat setelah menyelesaikan masa hukuman.
Kepala Rutan Kelas I Surakarta sekaligus produser film, Bhanad Shofa Kurniawan, menyatakan, proyek ini merupakan wadah untuk menunjukkan hasil positif dari proses pembinaan di dalam Rutan.
“Kami ingin memperlihatkan bagaimana pembinaan berjalan 24 jam. Warga binaan yang memiliki potensi bertemu dengan sutradara profesional untuk menciptakan karya yang jujur,” ujar Bhanad di Aula Rutan Solo.
Meski diproduksi dalam lingkungan terbatas, Erick Strada optimistis dengan kualitas karya tersebut.
Ia menargetkan film ini dapat menembus festival film internasional, seperti Toronto International Film Festival, Jakarta Film Week, hingga Busan International Film Festival.
“Ini murni diperankan warga binaan tanpa skrip. Proyek ini membuktikan bahwa sinergi seniman lokal dapat menghasilkan karya berkualitas internasional,” tegas Erick.
Wakil Walikota Surakarta, Astrid Widayani, yang hadir dalam gala premiere, turut memberikan apresiasi. Ia menilai langkah ini sebagai bukti transformasi pembinaan menjadi kreativitas yang produktif.
Menurutnya, film ini memberikan pesan kuat tentang kesempatan kedua bagi para warga binaan.
Salah satu pemeran dari warga binaan Rutan Solo, Rio Valentino, mengaku terharu atas kesempatan tersebut.
“Saya bangga di tempat seperti ini masih bisa berkarya. Ini pembuktian bahwa kami masih bisa melakukan hal positif untuk masyarakat,” ungkapnya.
Peluncuran film ini juga menjadi bagian dari rangkaian acara Meeting of Style. Yang mencakup aksi mempercantik lingkungan Rutan melalui seni grafiti guna menciptakan ruang edukasi dan seni yang lebih humanis.














