Solokini.com.com, Sukoharjo – Sebanyak 100 perempuan menghadiri perhelatan budaya bertajuk “Warisan Lemari Waktu – 100 Perempuan Berkebaya” di Warisan Heritage Boutique Hotel, Sabtu (25/4/2026).
Acara yang dihadiri seratus perempuan dari berbagai latar belakang ini bertujuan untuk menghidupkan kembali filosofi kebaya sekaligus memperkuat pemberdayaan perempuan di era modern.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Lions Club Solo Mustika bekerja sama dengan Kyoot Signature, IBK Bank Indonesia, dan Komunitas Wanita Berkebaya (Kenes).
Selain parade busana nasional, acara diisi dengan eksibisi kebaya lawasan, edukasi literasi keuangan, serta diskusi panel mengenai peran perempuan.
Inisiator acara, Idha Jacinta, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang pamer estetika, melainkan upaya refleksi identitas.
“Kami ingin mengajak perempuan merasakan kembali cerita di balik sehelai kain—tentang sejarah, ibu, dan identitas kita sebagai perempuan Indonesia,” ujar Idha.
Selain pelestarian budaya, aspek pemberdayaan ekonomi menjadi sorotan utama. PT Bank IBK Indonesia turut memberikan edukasi literasi keuangan bagi para peserta.
Corporate Secretary & Legal Division Head Bank IBK Indonesia, Sri Suhartini menekankan, perempuan memiliki peran krusial sebagai manajer keuangan keluarga.
“Semangat Kartini identik dengan perempuan yang berdaya secara budaya dan ekonomi. Kami berharap ibu-ibu dapat menerapkan pemahaman perbankan ini di lingkungan keluarga mereka,” kata Sri Suhartini.
Senada, Branch Manager IBK KC Solo, Suryo menambahkan, literasi keuangan yang baik akan membantu perempuan mengambil keputusan tepat di tengah era ekonomi digital.
Acara juga menghadirkan sesi talkshow yang melibatkan Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Surakarta, Kristiana Haryanti. Diskusi tersebut mengupas tuntas peran sentral perempuan dalam menjaga nilai moral di tengah arus modernisasi.
Sebagai penutup, dilakukan parade kebaya dan pemberian apresiasi bagi peserta dengan penampilan terbaik.
Melalui gerakan ini, para kolaborator berharap kebaya tetap menjadi simbol kebanggaan yang aktif dikenakan, bukan sekadar koleksi yang tersimpan di lemari.














