Taman Sriwedari Ditata, Wali Kota Solo Bakal Kembalikan Konsep Kebon Rojo

Wali Kota Solo meninjau revitalisasi kawasan Taman Sriwedari, Kamis 15 Oktober 2026.
Wali Kota Solo meninjau revitalisasi kawasan Taman Sriwedari, Kamis 15 Oktober 2026.

SOLO, Solokini.com – Pemerintah Kota Solo mulai menggarap penataan ulang kawasan Taman Sriwedari secara bertahap dengan memperhitungkan kondisi keuangan daerah. Langkah pembenahan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali suasana bersejarah era Pakubuwono X sebagai Taman Kebon Rojo.

“Kami menata kawasan Segaran, area penangkaran kijang, hingga merapikan shelter PKL demi mengembalikan konsep asli Kebon Rojo Pakubuwono X,” kata Respati saat meninjau proyek di kawasan Segaran Sriwedari, Kamis, 15 Oktober 2026.

Respati juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat atas gangguan lalu lintas akibat sejumlah proyek perbaikan jalan dan saluran air di berbagai sudut kota. Pemkot Solo menargetkan seluruh proyek perbaikan infrastruktur jalan rampung hingga akhir 2026.

Baca Juga :  Solo Gratiskan Air Bersih untuk Tempat Ibadah, Target Berjalan Awal 2027

Ia menjelaskan, Pemkot Solo mempercepat perbaikan jalan dan drainase untuk menindaklanjuti aduan masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami merespons aduan masyarakat dengan memperbaiki jalan serta drainase sampai akhir tahun ini agar infrastruktur makin optimal dan ekonomi daerah bisa tumbuh,” jelasnya.

Tahun 2026, Solo Memperbaiki Talud Segaran

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo, Nur Basuki, mengatakan Pemkot Solo telah merevitalisasi Segaran sejak tahun lalu dengan memusatkan pekerjaan di bagian tengah kawasan. Tahun ini, Pemkot melanjutkan pekerjaan dengan memperbaiki seluruh talud Segaran.

Baca Juga :  Beksan Reksabumi dan 1.300 Bibit Tanaman, Pesan Hijau dari Kirab Jagalan

Pemkot Solo juga merencanakan penataan PKL dengan memusatkan pedagang di lokasi khusus. Selain itu, Pemkot berencana membuka pagar depan kawasan agar masyarakat dapat melihat Taman Sriwedari dengan lebih jelas dari luar.

“Tahun depan, harapannya sesuai master plan, kita selesaikan penataan PKL di sekitar kawasan dengan memusatkan mereka di satu lokasi. Kemudian, kita buka bagian depan agar pemandangan dari luar terlihat jelas. Pagarnya akan kita buka. Nanti PKL kita tata seperti relokasi Manahan, tetapi dengan skala lebih kecil dan lebih tertata,” imbuh Nur Basuki.

Berita sebelumyaApa Itu Grand Launching? Strategi, Tujuan, dan Tahapan Pelaksanaan
Berita berikutnyaMengapa Oktober Identik dengan Halloween? Ini Sejarah & Asal-Usulnya!